البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
قُلْ
katakanlah
اِنْ
jika
كَانَتْ
ada
لَكُمُ
bagi kalian
الدَّارُ
rumah/kampung
الْاٰخِرَةُ
akhirat
عِنْدَ
di sisi
اللّٰهِ
Allah
خَالِصَةً
khusus
مِّنْ
dari
دُوْنِ
selain
النَّاسِ
manusia
فَتَمَنَّوُا
maka berharaplah
الْمَوْتَ
kematian
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
صٰدِقِيْنَ
yang benar
﴿٩٤﴾
Katakanlah (Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.”
101 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah -wahai rasul- kepada kaum Yahudi yang mengaku-ngaku bahwa surga hanya diperuntukkan untuk mereka secara khusus, lantaran persangkaan mereka bahwa mereka adalah orang-orang kekasih Allah tanpa ada orang lain yang menyertai mereka, dan bahwa sesungguhnya mereka adalah anak-anak dari kekasih-kekasih Allah, “apabila faktanya demikian maka mohonlah kematian agar menimpa orang-orang yang mendustakaan, baik dari kalian ataupun pihak lain. Bila kalian adalah orang-orang yang benar dengan klaim kalian itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/495-surat-al-baqarah-ayat-94.html
Tafsir as-Sa'di
94. maksudnya “Katakanlah” kepada mereka dalam bentuk membenarkan pengakuan mereka, “jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat itu,” maksudnya surga, “khusus untukmu di sisi Allah bukan untuk orang lain, ” sebagaimana yang kalian klaim bahwasanya tidaklah akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani, dan bahwasanya neraka tidaklah akan menyentuh mereka kecuali hanya dalam waktu yang dapat dihitung saja, maka bila kalian benar dalam pengakuan ini, ”maka inginilah kematian (mu).” Ini adalah sebuah bentuk mubahalah antara mereka dan Rosulullah Sholallohu 'alaihi wasallam, dan tidak ada lagi setelah itu pemaksaan dan tekanan bagi mereka setelah kedurhakaan mereka kecuali salah satu dari dua perkara : pertama mereka beriman kepada Allah dan RosulNya, atau kedua, bermubahalah dengan sesuatu yang mereka jadikan sebagai pedoman untuk dipertaruhkan dengan perkara yang ringan yaitu keinginan untuk mati yang akan menyampaikan mereka kepada negeri yang khusus bagi mereka tersebut. Namun mereka menolak hal tersebut, sehingga setiap orang dapat mengetahui bahwa mereka itu hakikatnya benar-benar dalam kondisi durhaka dan menentang Allah dan RosulNya padahal mereka mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu Allah berfirman,
Sumber: https://tafsirweb.com/495-surat-al-baqarah-ayat-94.html
Tafsir Al-Wajiz
Katakanlah kepada mereka wahai Nabi bahwa surga diperuntukkan bagimu, khusus kamu, bukan untuk semua manusia seperti yang kamu katakan. Maka, berharap-haraplah/persiapkanlah kematianmu agar engkau termasuk orang yang beruntung mendapatkan surga. Karena barangsiapa yang yakin bahwa dia termasuk penghuni surga, maka mati menjadi hal yang lebih dia cintai dari pada hidup: itu apabila iaman kalian benar-benar teguh.Adapun, sebab turunnya ayat ini seperti yang diriwayatkan oleh Imam Thabbrani dari Abu Aliyah berkata: Kaum Yahudi berkata: “Tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang beragama Yahudi.” Maka turunlah ayat ini
Sumber: https://tafsirweb.com/495-surat-al-baqarah-ayat-94.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabiNya Muhammad ﷺ, (Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar (94)) maknanya adalah ajukanlah permohonan untuk mati kepada salah satu dari dua kelompok yang paling berdusta, maka mereka menolak tawaran ini dari Rasulullah ﷺ. (Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya (95)) maknanya yaitu karena pengetahuan mereka tentang apa yang ada pada mereka berupa pengetahuan tentang dirimu, dan mereka mengingkari hal tersebut. Jika mereka menginginkan kematian itu, pada hari ketika dikemukakan kepada mereka tentang itu, hampir tidak akan ada seorang pun dari kalangan Yahudi yang tersisa hidup di muka bumi. Ibnu Abbas berkata, “Jika orang Yahudi berharap mati, mereka akan mati” Penjelasan yang serupa dengan ayat ini adalah firman Allah سبحانه وتعالى dalam Surah Al-Jumu'ah: (Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar" (6) Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri.Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim (7) Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (8)) (Surah Al-Jumu’ah) Mereka itu menganggap bahwa mereka adalah anak-anak Allah dan orang-orang yang dikasihiNya.Mereka berkata bahwa tidak ada yang masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani. Mereka menantang untuk melakukan mubahalahdan berdoa untuk melaknat dua kelompok yang paling dusta di antara mereka atau orang-orang muslim. Ketika mereka mundur dari hal itu, dapat diketahui bahwa mereka mereka adalah orang-orang yang zalim, karena mereka memutuskan sesuatu yang telah mereka tetapkan, maka mereka akan maju terlebih dahulu, dan ketika mereka mundur, maka telah diketahui kebohongan mereka.Hal ini sebagaimana ketika Rasulullah ﷺ mengajak delegasi Najran dari orang-orang Nasrani untuk melakukan mubahalah setelah memberikan hujjah kepada mereka dalam suatu perdebatan, Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman ((Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (61)) (Surah Ali Imran)), Ketika mereka melihat hal itu, sebagian mereka kepada yang lainnya,”Jika kalian melakukan mubahalah dengan nabi ini, maka tidak ada yang tersisa dari kalian dalam sekejap mata”.Lalu mereka menolak tawaran ini untuk keselamatan (mereka) dan membayar jizyah dalam keadaan mereka masih muda. Lalu Rasulullah ﷺ menentukan hal itu atas mereka dan mengutus Abu Ubaidah bin Al-Jarrah sebagai orang yang terpercaya Yang mirip dengan makna ini, atau mendekatinya, yaitu firman Allah سبحانه وتعالى kepada nabi Muhammad ﷺ agar mengatakan kepada orang-orang musyrik: (Katakanlah: "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya) (Surah Maryam: 75) yaitu siapa saja di antara kita yang berada dalam kesesatan, baik dari kalangan kami sendiri maupun dari kalangan kalian, maka Allah akan menambahkan kepadanya sesuatu yang ada pada dirinya, dan Allah akan memperpanjang umurnya serta menghukumnya secara perlahan.Kemudian, orang-orang Yahudi menolak untuk menjawab hal ini karena mereka tahu bahwa jika mereka meminta kematian, maka mereka akan hancur dan kehidupan dunia mereka akan berakhir, dan mereka akan menderita kehinaan yang kekal di akhirat, hal yang sama juga dilakukan oleh sebagian besar kaum Nasrani. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya (95) Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling rakus kepada kehidupan (di dunia)) maknanya yaitu mereka adalah makhluk yang paling berhasrat untuk berumur panjang, ketika mereka mengetahui melihat harta mereka yang buruk yang konsekuensinya akan merugikan mereka di hadapan Allah. Karena dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.Mereka berkeinginan agar mereka dapat masuk akhirat terakhir bagaimanapun itu, dan apa yang mereka hindari itu pasti akan menimpa mereka, sehingga mereka akan menjadi orang musyrik paling rakus yang tidak memiliki pedoman kitab apapun Ini merupakan bentuk ‘athf khas ‘alal ‘am (menghubungkan sesuatu yang khusus pada sesuatu yang lebih umum). (Masing-masing mereka ingin) yaitu ada orang Yahudi yang mengharapkan sesuatu sebagaimana yang ditunjukkan dalam konteks ayat tersebut. Abu Al-'Aliyah berkata: Salah seorang dari mereka mengharapkan, yaitu salah satu orang Majusi, hal ini merujuk kepada yang sebelumnya Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: (Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun) dia berkata bahwa itu seperti ungkapan orang Persia,” Zah hazar sal” yang berarti sepuluh ribu tahun Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa) maknanya adalah hal itu tidak membantunya dari azab, dan orang musyrik itu tidak mengharapkan kebangkitan setelah kematian, sehingga dia ingin umur panjang, dan orang Yahudi telah mengetahui tentang apa yang dia dapat di akhirat berupa kehinaan karena menghilangkan pengetahuan yang ada pada kitab mereka. (Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan) Maknanya yaitu Maha Memberitahu dan Maha Melihat apa yang dilakukan oleh hamba-hambaNya baik kebaikan maupun keburukan, dan akan membalas setiap orang yang melakukan perbuatan sesuai dengan perbuatannya
Sumber: https://tafsirweb.com/495-surat-al-baqarah-ayat-94.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
94 dari 286 ayat
Juz
Juz 1
Halaman
Halaman 15
Ruku
Ruku 12
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 3 (6/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-101 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2