الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
لَقَدْ
sesungguhnya
اَرْسَلْنَا
Kami utus
نُوْحًا
Nuh
اِلٰى
kepada
قَوْمِهٖ
kaumnya
فَقَالَ
lalu dia berkata
يٰقَوْمِ
wahai kaumku
اعْبُدُوا
sembahlah
اللّٰهَ
Allah
مَا
tidak
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنْ
dari
اِلٰهٍ
Tuhan
غَيْرُهٗۗ
selain Dia
اِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اَخَافُ
aku takut
عَلَيْكُمْ
atas kalian
عَذَابَ
siksaan
يَوْمٍ
hari
عَظِيْمٍ
besar
﴿٥٩﴾
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).
1013 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka agar mengesakan Allah dan mengkhihlaskan ibadah kepadaNYa. Dia berkata kepada mereka, ”wahai kaumku, sembahlah Allah semata dan tunduklah kepadNYa dengan ketaatan. Tidak ada sesembahan bagi kalian yang berhak disembah selainNya.Maka ikhlashkanlah Dia dalam beribadah. Jika kalian tidak melakukannya dan tetap dalam penyembahan terhadap patung-patung, sesungguhnya aku khawatir akan ditimpa kepada kalian siksaan pada hari yang besar mara bahaya nya”. yaitu hari kiamat.
Sumber: https://tafsirweb.com/2513-surat-al-araf-ayat-59.html
Tafsir as-Sa'di
Setelah Allah memaparkan dalil tauhid dengan kadar yang memadahi, maka Dia mendukung itu dengan memaparkan apa yang telah terjadi dengan nabi-nabiNya yang telah menyeru pada tauhid bersama mereka umat-umatnya yang mengingkaronya. Bagaimana Allah menolng dan menguatkan ahli tauhid dan membinasakan orang-orang yang menentang mereka dan tidak tunduk kepada mereka, bagaiman adakwah para rasul bersatu diatas agama dan keyakinan yang satu. 59 Allah berfirman tentang Nuh, Rasul pertama “sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya”.Dia mengajak mereka supaya beribadah hanya kepada Allah semata manakala mereka menyembah berhala-berhala. ”lalu ia berkata” kepada mereka, “wahai kaumku sembahlah Allah” yakni tauhidkanlah Dia “sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selainNya” Karena Dia adalah pencipta, pemberi rizki dan pengatur atas segala sesuatu, sedangkan selainNya adalah makhluk yang diatur yang tidak memiliki perkara sedikitpun. Kemudian mereka menakut-nakuti mereka dengan azab Allah jika mereka tidak menaatinya, ”sesungguhnya jika kamu tidak menyembah Allah aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)” ini termasuk kepedulian dan kasih sayang Nuh terhadap kaumnya, dimana dia mengkhawatirkan azab dan kesengsaraan abadi menimpa mereka, sama seperti saudara-saudaranya para rasul yang lain menyayangi manusia melebihi kasih sayang bapak ibu mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2513-surat-al-araf-ayat-59.html
Tafsir Al-Wajiz
59. Sungguh Kami telah mengutus Nuh عليه السلام sebagai rasul pertama di bumi untuk memberi petunjuk kepada kaumnya, dan berkata: “Wahai kaumku menyembahlah hanya kepada Allah, tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya aku mengkhawatirkan azab pada hari yang sangat dahsyat atas kalian karena berbuat syirik, yaitu hari kiamat atau hari terjadinya banjir bandang”
Sumber: https://tafsirweb.com/2513-surat-al-araf-ayat-59.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 59-62 Ketika Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kisah nabi Adam dan semua yang berkaitan dan berhubungan dengannya di permulaan surah. Lalu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kisah para nabi lain satu per satu. Lalu Allah سبحانه وتعالى memulainya dengan menyebutkan nabi Nuh karena sesungguhnya dia adalah rasul Allah yang pertama yang diutus kepada penduduk bumi setelah nabi Adam, yaitu Nuh bin Lamik bin Matusylakh bin Akhnukh.Abdullah bin Abbas dan beberapa ulama’ dari kalangan ulama tafsir berkata,”Awal mula berhala-berhala itu disembah adalah karena ada suatu kaum yang shalih mati. Kemudian kaum mereka membangun masjid-masjid untuk mereka dan membuat gambar-gambar mereka di dalamnya agar mereka bisa mengingatkan keadaan dan ibadah mereka sehingga mereka bisa menirunya. Setelah masa berlalu lama, mereka menjadikan gambar-gambar itu menjadi bentuk tubuh.Setelah masa berlalu lama lagi, mereka menyembah patung-patung itu dan menamainya dengan nama-nama orang shalih itu, yaitu Wad, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Ketika hal itu semakin gawat, Allah سبحانه وتعالى mengutus seorang rasul yaitu nabi Nuh. Lalu dia memerintahkan kepada mereka agar menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya.Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kalian tidak menyembah Allah), aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)) yaitu azab hari kiamat ketika kalian bertemu dengan Allah, dan kalian dalam keadaan menyekutukanNya. (Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata) yaitu mayoritas kaum, para pemimpin dan para pembesar mereka. (Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata) yaitu dalam seruanmu kepada kami untuk meninggalkan menyembah berhala-berhala ini, yang kami dapati nenek moyang kami melakukannya. Demikian juga keadaan orang-orang yang durhaka. Sesungguhnya mereka melihat orang-orang yang berbuat kebajikan dalam kesesatan.Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat" (32)) (Surah Al-Muthaffifin: 32) dan (Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Kalau sekiranya dia (Al-Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya.Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, "Ini adalah dusta yang lama” (11)) (Surah Al-Ahqaf) dan ayat-ayat lainnya. (Nuh menjawab, "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam"(61)) yaitu aku bukanlah orang yang sesat, melainkan utusan Tuhan dan pemilik segala sesuatu. (Aku sampaikan kepada kalian amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepada kalian, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui (62)) Ini merupakan tugas seorang rasul, yaitu sebagai orang yang menyampaikan risalah dengan fasih, penuh nasehat, dan mengetahui Allah.Tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang mempunyai sifat-sifat ini selain mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2513-surat-al-araf-ayat-59.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
59 dari 206 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 158
Ruku
Ruku 129
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 32 (63/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1013 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7