الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
وَاذْكُرُوْٓا
dan ingatlah kamu
اِذْ
ketika
جَعَلَكُمْ
Dia menjadikan kamu
خُلَفَاۤءَ
pengganti-pengganti
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
عَادٍ
kaum 'Ad
وَّبَوَّاَكُمْ
dan Dia menempatkan kamu
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
تَتَّخِذُوْنَ
kamu dirikan
مِنْ
dari
سُهُوْلِهَا
tanah datarnya
قُصُوْرًا
istana-istana
وَّتَنْحِتُوْنَ
dan kamu pahat
الْجِبَالَ
gunung-gunung
بُيُوْتًا
rumah-rumah
ۚفَاذْكُرُوْٓا
maka ingatlah kamu
اٰلَاۤءَ
nikmat-nikmat
اللّٰهِ
Allah
وَلَا
dan jangan
تَعْثَوْا
kamu melampaui batas
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
مُفْسِدِيْنَ
orang-orang yang membuat kerusakan
﴿٧٤﴾
Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ‘Ad dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.
1028 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah oleh kalian nikmat Allah yang tercurah kepada kalian, ketika Allah menjadikan kalian sebagai manusia-manusia yang menggantikan orang-orang sebelum kalian di muka bumi setelah kaum Ad, dan memberikan kekuasaan bagi kalian di daerah yang baik yang kalian tinggali, kemudian kalian membangun di tanah-tanah datarnya istana-istana megah, dan kalian memahat daerah-daerah gunungnya sebagai rumah-rumah yang lain. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah yang tercurah atas kalian dan janganlah kalian berlalu lalang di muka bumi dengan membuat kerusakan. ”
Sumber: https://tafsirweb.com/2528-surat-al-araf-ayat-74.html
Tafsir as-Sa'di
74 "Dan ingatlah olehmu diwaktu Rabb menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa)" di bumi, yang padanya kamu bersenang-senang dan meraih keinginanmu. ”sesudah kaum ‘ad” yang telah dibinasakan oleh Allah lalu Allah menjadikanmu pengganti sesudah mereka. ”dan memberikan tempat bagimu dibumi” yakni mengizinkanmu hidup padanya dan memudahkan sarana-sarana yang dengannya kamu meraih apa yang kamu inginkan dan kamu perlukan “kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar” yakni tanah-tanah datar yang bukan gunung, dan disana kamu membangun istana-istana. Dan dari gunung-gunung kamu memahatnya, untuk kamu jadikan sebagai rumah, sebagaimana ia bisa dilihat sampai sekarang peninggalan-peninggalan mereka di gunung yang ada di hijr dan sekelilingnya. Ia tetap ada selama gunung itu ada. ”maka ingatlah nikmat-nikmat Allah” berupa karunia, rizki serta kekuatan yang diberikanNya kepadamu. ”dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan” yakni jangan kamu menghancurkan bumi dengan kerusakan dan kemaksiatan, karena kemaksiatan dapat merubah negri-negri yang makmur menjadi kubangan kesengsaraan, negri-negri itu telah sepi dari penduduknya, sehingga suasananya pun mencekam dan menakutkan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2528-surat-al-araf-ayat-74.html
Tafsir Al-Wajiz
74. Dan ingatlah nikmat dan kuasa Allah ketika Dia menjadikan kalian khalifah di bumi setelah kaum ‘Aad dan memberi kalian tempat di bumi sehingga kalian bisa membuat istana-istana yang menjulang tinggi dengan mudah dan memahat gunung-gunung untuk dijadikan rumah dan gua, maka ingatlah nikmat yang banyak dan agung ini, dan janganlah memperbanyak kerusakan di bumi dengan berlebihan dan terus-menerus berbuat kerusakan
Sumber: https://tafsirweb.com/2528-surat-al-araf-ayat-74.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 73-78 Ulama tafsir dan nasab berkata bahwa Tsamud bin ‘Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh adalah saudara lelaki Jadis bin Atsir, demikian juga kabilah Thasm. Mereka semua adalah kabilah-kabilah dari bangsa ‘Aribah sebelum nabi Ibrahim. Kaum Tsamud sesudah kaum 'Ad, dan tempat tinggal mereka itu terkenal, yaitu terletak di antara Hijaz dan Syam sampai lemba Al-Qura dan daerah sekitarnya.Rasulullah ﷺ pernah melewati bekas rumah dan tempat tinggal mereka, yaitu ketika beliau sedang berjalan menuju perang Tabuk, yaitu pada tahun ke-sembilan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Samud) yaitu sungguh Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, nabi Shalih (Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya”) Semua rasul itu mengajak untuk menyembah Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku" (25)) (Surah Al-Anbiya) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepada kalian dari Tuhan kalian. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagi kalian) yaitu telah datang kepada kalian hujjah dari Allah yang membenarkan apa yang aku bawa kepada kalian.Unta betina itu dan anaknya setelah melahirkannya tinggal bersama mereka, ada masa ketika unta itu minum dari air sumur yang disediakan untuknya satu hari, dan hari lain air itu untuk minum mereka. Pada hari unta itu minum, mereka bisa meminum air susu unta itu yang mereka perah. Mereka bias memenuhi semua wadah dan bejana mereka sesuai kehendak mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran) (28)) (Surah Al-Qamar) dan (Saleh menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kalian mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu”) (Surah Asy-Syu'ara: 155) Unta itu biasa merumput di sebagian lembah dan keluar dari lembah lain untuk mencari air karena selalu menginginkan air.Berdasarkan yang disebutkan bahwa unta itu adalah ciptaan besar dan pemandangannya menakjubkan; saat unta itu melewati ternak mereka, maka ternak-ternak itu menjauh darinya. Ketika hal itu berlangsung lama dan mereka semakin mendustakan nabi Shalih, maka mereka bertekad untuk membunuh unta betina itu agar airnya mereka peroleh setiap hari. Dikatakan bahwa mereka semua bersepakat untuk membunuhnya.Saya berkata ini adalah makna yang tampak pada firman Allah سبحانه وتعالى: (Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyamaratakan mereka (dengan tanah) (14) (Surah Asy-Syams) dan (Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu) (Surah Al-Isra: 59) dan Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian mereka sembelih unta betina itu) Hal itu disandarkan kepada semua kabilah, jadi hal ini menunjukkan bahwa mereka semuanya setuju dengan hal itu.Hanya Allah yang lebih mengetahui. (Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumahnya) yaitu mereka mati tidak bernyawa lagi
Sumber: https://tafsirweb.com/2528-surat-al-araf-ayat-74.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
74 dari 206 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 160
Ruku
Ruku 131
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 32 (64/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1028 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7