الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
قَدِ
sesungguhnya
افْتَرَيْنَا
kami mengada-adakan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
كَذِبًا
kebohongan
اِنْ
jika
عُدْنَا
kami kembali
فِيْ
dalam
مِلَّتِكُمْ
agamamu
بَعْدَ
sesudah
اِذْ
ketika
نَجّٰىنَا
menyelamatkan/melepaskan kami
اللّٰهُ
Allah
مِنْهَاۗ
daripadanya
وَمَا
dan tidak
يَكُوْنُ
patut
لَنَآ
bagi kami
اَنْ
jika
نَّعُوْدَ
menghendaki
فِيْهَآ
didalamnya/kepadanya
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
jika
يَّشَاۤءَ
dikehendaki
اللّٰهُ
Allah
رَبُّنَاۗ
Tuhan kami
وَسِعَ
luas/meliputi
رَبُّنَا
Tuhan kami
كُلَّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
عِلْمًاۗ
pengetahuan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
تَوَكَّلْنَاۗ
kami bertawakkal
رَبَّنَا
Tuhan kami
افْتَحْ
berilah keputusan
بَيْنَنَا
antara kami
وَبَيْنَ
dan antara
قَوْمِنَا
kaum kami
بِالْحَقِّ
dengan hak/adil
وَاَنْتَ
dan Engkau
خَيْرُ
sebaik-baik
الْفَاتِحِيْنَ
pemberi keputusan
﴿٨٩﴾
Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.”
1043 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan syu’aib berkata kepaad kaumnya untuk menyambung perkataannya, ”sungguh kami telah mengada-ngadakan kedustaan terhadap Allah, jika kami kembali kepada agama kalian, sesudah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan bukan hak kami untuk berpindah agama menuju agama selain agama tuhan kami, kecuali jika Allah tuhan kami menghendakinya. Sesungguhnya pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu.Dia mengetahui apa saja yang akan mendatangkan kemaslahatan bagi para hambaNYa. Kepada Allah semata ketergantungan kami dalam menggapai hidayah dan kemenangan. Wahai tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/2543-surat-al-araf-ayat-89.html
Tafsir as-Sa'di
89 "Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali pada agamamu, sesudah kami menyelamatkan kami daripadanya” yakni, bersaksilah atas kami jika kami kembali kepadanya setelah Allah menyelamatkan kami darinya dan mengentaskan kami dari keburukannya maka kami adalah orang-orang yang berbohong dan berdusta atas nama Allah, karena kami mengetahui bahwa tidak ada dusta yang lebih besar daripada orang yang menjadikan sekutu bagi Allah, padahala Dia adalah yang Maha Esa, maha Tunggal, Tempat bergantung para makhluk yang tidak beristri dan tidak beranak, dan tidak memiliki sekutu di dalam kerajaanNya. ”dan tidaklah patut kami kembali kepadanya” yakni, tidak mungkin orang-orang seperti kami kembali lagi padanya, ini mustahil. Syu’aib membuat mereka tidak lagi berharap darinya untuk mengikuti mereka dari beberapa segi, Dari segi bahwa dia dan orang-orang yang beriman bersamanya membenci dan tidak menyukai kesyirikan yang dipegang oleh kaumnya. Dari segi bahwa dia menjadikan apa yang mereka anut sebagai kedustaan dan dia meminta untuk bersaksi apabila dia dan orang-orang yang bersamanya adalah orang-orang yang berdusta.Diantaranya juga pengakuan mereka terhadap nikmat Allah kepada mereka dimana Dia telah menyelamatkan mereka darinya. Diantaranya juga bahwa kembalinya mereka kepadanya setelah Allah memberi petujuk kepada mereka adalah termasuk perkara yang mustahil jika melihat kepada keadaan mereka saat ini dan apa yang tertanam dalam hati mereka berupa pengagungan kepada Allah, pengakuan ubudiyah kepadaNya, bahwa hanya Dialah yang berhak atas ibadah semata tiada sekutu bagiNya, bahwa tuhan-tuhan kaum musyrikin adalah kebatilan paling batil dan kemustahilan paling mustahil, dimana Allah telah menganugrahkan akal kepada mereka yang dengannya mereka mengetahui kebenaran dan kebatilan, serta petunjuk dan kesesatan. Adapun dari segi kehendak dan keinginan Allah yang pasti berlaku makhlukNya, dimana tidak seorangpun yang bisa menghindar darinya walaupun segala sebab dan kekuatan terkumpul dan tersedia, maka mereka tidak memutuskan atas diri mereka bahwa mereka akan melakukan atau meninggalkan sesuatu.Oleh karena itu mereka mengecualikan dengan mengatakan ”kecuali jika Allah, Rabb kami menghendakinya” yakni tidak mungkin bagi kami ataupun selain kami yang bisa lolos dari kehendakNya yang berdasarkan keadaan ilmu dan hikmahNya. Dan sungguh “pengetahuan Rabb kami meliputi segala seuatu”. Dia mengetahui apa yang baik bagi hamba-hambaNya dan apa yang menjadi aturanNYa pada mereka. “kepada Allah sajalah kami bertawakal” yakni kami percaya bahwa Dia akan meneguhkan kami diatas jalan yang lurus dan melindungi kami dari seluruh jalan neraka, karena barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Dia akan mencukupkannya dan memudahkan untuknya urusan agama dan dunianya. ”ya Rabb kami berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil)” yakni tolonglah orang yang didzalimi dan pemilik hak atas orang yang zhalm, penentang kebenaran. ”Dan engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya” keputusanNYa kepada hamba-hambaNYa ada dua macam: keputusan ilmu dengan menjelaskan kebenaran dan kebatilan, serta petunjuk dan kesesatan, dan siapa yang tegak lurus di atas jalan dan siapa yang membelot darinya.Adapun yang kedua dalah keputusannya dengan pembalasan dan hukuman kepada orang-orang yang zhalim, serta keselamatan dan kemuliaan bagi orang-orang yang shalih. Maka mereka memohon kepada Allah keputusan diantara mereka dengan kaumnya dengan benar dan adil, dan supaya Dia menunjukkan ayat-ayat dan pelajaran-pelajarannya yang menjadi keputusan bagi kedua belah pihak.
Sumber: https://tafsirweb.com/2543-surat-al-araf-ayat-89.html
Tafsir Al-Wajiz
89. Dan Syu’aib menambahi: “Sungguh kami telah merekayasa kebohongan terhadap Allah jika kami kembali kepada kerpercayaan kalian, yaitu kesyirikan dan kezaliman setelah Dia menyelamatkan (melepaskan) kami dari hal itu, karena sesungguhnya kembali kepada hal itu merupakan sebesar-besar dosa dan orang yang menolak untuk beriman itu merupakan sebesar-besar kekufuran, kecuali Allah menghendaki itu. Ilmu Allah meliputi segala makhluk.Kami menyerahkan urusan kami kepada Allah dan bersandar kepadaNya supaya Dia meneguhkan keimanan (kami), menyempurnakan nikmat dan penjagaanNya (kepada kami) dari kekufuran dan kedengkian. Wahai Tuhan Kami, tentukanlah hukum antara kami dan kaum kami dengan adil, dengan sesuatu yang layak berupa pertolongan atau kekalahan. Engkau adalah seadil-adil dan sebaik-baik hakim”
Sumber: https://tafsirweb.com/2543-surat-al-araf-ayat-89.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 88-89 Ini adalah berita dari Allah tentang apa yang disampaikan orang-orang kafir terhadap nabinya, nabi Syu'aib dan pengikutnya dari golongan orang-orang mukmin dalam ancaman mereka untuk mengusir mereka dari daerah itu atau memaksanya agar kembali kepada agama yang mereka pegang saat itu. Ini adalah pembicaraan bersama seorang rasul, dan yang dimaksud adalah para pengikutnya yang memeluk agamanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apakah (akan tetap mengusir kami) kendatipun kami tidak, menyukainya?) Nabi Syu'aib berkata,"Atau kalian melakukan itu, meskipun kami tidak membenci apa yang kalian serukan kepada kami?Sesungguhnya jika kami kembali kepada agama kalian dan bergabung dengan kalian melakukan hal yang kalian lakukan, maka sungguh kami telah mengada-adakan dusta terhadap Allah dengan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya". Ini adalah ungkapan darinya untuk menjawab seruan mereka. (Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah menghendakinya) Ini merupakan ungkapan bahwa segala sesuatu kembali kepada Allah, bahwa Dia telah mengetahui segala sesuatu, dan ilmuNya meliputi segala sesuatu (Kepada Allah sajalah kami bertawakal) yaitu dalam urusan kami, baik sesuatu yang kami lakukan dan yang kami tinggalkan (Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan benar) yaitu putuskanlah antara kami dan kaum kami, dan tolonglah kami atas mereka (dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya) yaitu sebaik-baik hakim, karena sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Adil dan tidak akan menyimpang selamanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2543-surat-al-araf-ayat-89.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
89 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 162
Ruku
Ruku 132
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 33 (65/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1043 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7