الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
تِلْكَ
itulah
الْقُرٰى
negeri-negeri
نَقُصُّ
Kami kisahkan
عَلَيْكَ
kepadamu
مِنْ
dari
اَنْۢبَاۤىِٕهَاۚ
beritanya
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
جَاۤءَتْهُمْ
telah datang kepada mereka
رُسُلُهُمْ
Rasul-Rasul mereka
بِالْبَيِّنٰتِۚ
dengan bukti-bukti
فَمَا
maka tidak
كَانُوْا
adalah mereka
لِيُؤْمِنُوْا
untuk mereka beriman
بِمَا
dengan/kepada apa
كَذَّبُوْا
mereka telah mendustakan
مِنْ
dari
قَبْلُۗ
sebelum
كَذٰلِكَ
demikianlah
يَطْبَعُ
menutup
اللّٰهُ
Allah
عَلٰى
atas
قُلُوْبِ
hati
الْكٰفِرِيْنَ
orang-orang kafir
﴿١٠١﴾
Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir.
1055 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Negeri-negeri yang telah di kemukakan sebelumnya, yaitu negeri kaum nuh, hud, shaleh, luth, dan syu’aib, kami ceritakan kepadamu (wahai rasul), tentang berita-beritanya dan keadaan para rasul Allah yang diutus kepada mereka yang dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau memetik pelajaaran darinya dan sebagai cambuk yang menakutkan bagi orang-orang yang zhalim. Dan sungguh telah datang kepada para penduduk negeri rasul-rasul Kami dengan membawa hujjah-hujjah yang nyata atas kebenaran mereka. Maka mereka tidak beriman terhadap risalah yang dibawa para rasul; disebabkan siikap melampaui batas dan pendustaan mereka terhadap kebenaran.Dan sebagiamana Allah telah mengunci hati-hati orang-orang kafir yang disebutkan ini, Dia juga kana mengunci hati orang-orang yang mengingkari Muhammad .
Sumber: https://tafsirweb.com/2555-surat-al-araf-ayat-101.html
Tafsir as-Sa'di
101 “negeri-negeri (yang telah kamu binasakan itu)” yang disebutkan diatas “kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu” yang dengannya orang-orang bisa mengambil pelajaran, orang-orang zalim tergugah dari kezhalimannya dan orang-orang bertakwa mengambil nasihat darinya. ”dan sunggguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata” yakni orang-orang yang mendustakan itu telah didatangi oleh rasul-rasul mereka yang menyeru pada kebahagiaan, Allah mengukuhkan mereka dengan berbagai mukjiat yang jelas lagi terang dan menerangkan kebenaran dengan sempurna, akan tetapi ia tidak berguna dan bermanfaat sedikitpun bagi mereka. ”maka mereka juga tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya.” yakni, sebab pendustaan dan penolakan mereka terhadap kebenaran sejak awal, maka Dia tidak memberi mereka petunjuk kepada iman sebagai balasan atas penolakan mereka terhadap kebenaran. Sebagaimana firman Allah "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (QS. AL-AN'AM : 110) ”demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir” sebagai hukuman dariNya, dan Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.
Sumber: https://tafsirweb.com/2555-surat-al-araf-ayat-101.html
Tafsir Al-Wajiz
101. Negeri-negeri yang dibinasakan penduduknya yang merupakan negerinya 5 kaum; kaum Nuh, kaum Hud, kaum Shalih, kaum Luth, dan kaum Syu’aib itu Kami ceritakan sedikit dari kabar tentang kehancuran mereka kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka para rasul dengan membawa mukjizat dan bukti jelas yang menunjukkan kepada kebenaran risalah mereka, namun mereka tidak beriman saat para rasul ini datang membawa mukjizat-mukjizat ini akibat pendustaan mereka terhadap mukjizat tersebut sebelum didatangkan kepada mereka, bahkan mereka terus berada dalam kekufuran.Seperti mengunci hati orang-orang kafir dari umat yang telah lenyap itulah, Allah mengunci hati orang-orang kafir dari kaummu atau selainnya, sehingga nasehat dan peringatan tidak berguna untuk mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2555-surat-al-araf-ayat-101.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 101-102 Ketika Allah سبحانه وتعالى menceritakan kebada nabiNya ﷺ tentang kaum nabi Nuh, Hud, Shalih, Luth, dan Syu'aib, serta pembinasaan orang-orang kafir dan pertolongan kepada orang-orang mukmin, Allah سبحانه وتعالى memberikan alasan kepada mereka bahwa Dia telah menjelaskan kepada mereka kebenaran melalui hujjah melalui lisan para rasul. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kota-kota (yang telah Kami binasakan) itu Kami ceritakan kepadamu) Wahai Muhammad (sebagian dari berita-beritanya) berita-berita itu (Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata) yaitu hujjah atas kebenaran mereka dalam apa yang mereka sampaikan kepada kaumnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul) (Surah Al-Isra’: 15) dan (Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah (100) Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) (Surah Hud: 100-101) Allah سبحانه وتعالى: (maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya) Huruf “ba” di sini adalah “ba’ sababiyah” (kausalita). yaitu mereka tidak beriman kepada apa yang dibawa para rasul kepada mereka, karena kedustaan mereka terhadap kebenaran sejak pertama kali kebenaran itu disampaikan kepada mereka.Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Athiyyah, dan merupakan pendapat yang hasan. Sebagaimana firmanNya: (Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman (109) Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya) (Surah Al-An'am) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir (101) Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka) yaitu kebanyakan umat-umat terdahulu (memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik) yaitu Sungguh Kami mendapati kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik yang menyimpang dari ketaatan dan keteladanan, serta dari janji yang telah diambil atas mereka, yaitu yang membuat mereka diciptakan dan difitrahkan.Dia telah mengambil janji atas mereka ketika di tulang sulbi, yaitu bahwa Dia adalah Tuhan dan Pemilik mereka dan tidak ada Tuhan selain Dia. Lalu mereka mengakui dan bersaksi atas diri mereka sendiri tentang janji itu, lalu mereka melanggar dan meninggalkan janji itu, serta menyembah bersama Allah, tuhan-tuhan lain tanpa ada dalil, hujjah yang masuk akali maupun syari’at. Dalam fitrah yang sehat, hal itu menyimpang.Lalu datanglah para rasul yang mulia, dari masa hidup pertama sampai akhir mereka untuk melarang hal itu Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Al-Qur’an: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku (25)) (Surah Al-Anbiya’) Sungguh dikatakan tentang tafsirnya firmanNya: (maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya) Abu Ja'far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi' bin Anas, dari Abu Al-‘Aliyah, dari Ubay bin Ka'b tentang firmanNya (maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya) dia berkata hal itu berada dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى pada hari mereka mengakui janji itu, yaitu mereka tidak beriman karena pengetahuan Allah atas diri mereka.Mujahid berkata tentang firmanNya (maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya) bahwa ini seperti firmanNya: (Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka) (Al-An' am: 28)
Sumber: https://tafsirweb.com/2555-surat-al-araf-ayat-101.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
101 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 163
Ruku
Ruku 134
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 33 (65/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1055 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7