الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
قَالَ
dia berkata
اِنْ
jika
كُنْتَ
kamu adalah
جِئْتَ
kamu datang
بِاٰيَةٍ
dengan suatu ayat/bukti
فَأْتِ
maka datangkanlah
بِهَآ
dengannya
اِنْ
jika
كُنْتَ
kamu adalah
مِنَ
dari
الصّٰدِقِيْنَ
orang-orang yang benar
﴿١٠٦﴾
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.”
1060 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Fir’aun berkata kepada musa , ”jika benar engkau membawa satu mukjizat sebagaimana pengakuanmu, maka datangkanlah bukti tersebut dan hadirkan di hadapanku agar klaimmu dapat dibuktikan kebenarannya, dan kejujuranmu juga terbukti, jika memang engkau berkata benar dalam klaim yang engkau katakan bahwa sesungguhnya engkau adalah utusan tuhan alam semesta.”

Sumber: https://tafsirweb.com/2560-surat-al-araf-ayat-106.html

Tafsir as-Sa'di

106 Fir’aun menjawab “jika benar kamu membawa suatu bukti, maka datangkanlah suatu bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”

Sumber: https://tafsirweb.com/2560-surat-al-araf-ayat-106.html

Tafsir Al-Wajiz

106. Fir’aun berkata kepadanya: “Jika benar kamu didukung dengan mukjizat dari sisi Allah yang menunjukkan tentang kebenaran risalahmu, maka tunjukkanlah supaya kami bisa melihatnya, jika kamu memang benar”

Sumber: https://tafsirweb.com/2560-surat-al-araf-ayat-106.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 104-106 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang perdebatan nabi Musa dengan Fir'aun dan tekanannya terhadap Fir'aun dengan menunjukkan hujjah dan mukjizat-mukjizat yang jelas di hadapan Fir'aun dan kaumnya dari kaum Qibthi, penduduk Mesir. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Musa berkata, "Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam”) yaitu Dzat yang merupakan Pencipta, Tuhan, dan Pemilik segala sesuatu telah mengutusku menjadi seorang rasul (wajib bagiku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak) Sebagian ulama’ berkata maknanya sepatutnya aku tidak mengatakan terhadap Allah kecuali kebenaran”. yaitu hal itu layak dan pantas untukNya. Mereka berkata bahwa huruf “ba’” dan “'ala” ini saling berkaitan, Dikatakan “ramaitu bil qausi” (saya memanah menggunakan busur) dan ”'alal qausi” (saya memanah menggunakan busur) dan bisa juga “jaa’a ‘ala haali hasanatin” (dia datang dengan keadaan baik) dan “bi haali hasanatin” (dia datang dengan keadaan baik) Sebagian mufasir berkata, maknanya adalah selayaknya aku untuk tidak mengatakan terhadap Allah kecuali kebenaran.Ulama’ lain dari penduduk Madinah membacanya,”Sudah sepatutnya” yaitu sudah seharusnya bagiku”. Maknanya yaitu aku tidak boleh menyampaikan sesuatu dariNya kecuali sesuatu yang benar sesuai dengan apa yang aku ketahui dari ketinggian dan keagungan perkaraNya (Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhan kalian) dengan hujjah yang pasti dari Allah dimana Dia telah memberikannya kepadaku sebagai bukti atas kebenaranku dalam apa yang aku bawa kepada kalian (maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku) yaitu lepaskanlah mereka dari kekangan dan penindasanmu, dan biarkanlah mereka menyembah Tuhanmu dan Tuhan mereka, sesungguhnya mereka dari keturunan seorang nabi yang mulia yaitu Israil, nabi Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim, (Firaun menjawab, "Jika kamu benar membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar” (106) yaitu Fir'aun berkata, "Aku tidak akan membenarkanmu dalam semua yang kamu katakan, dan tidak pula mengabulkan apa yang kamu minta. Jika kamu membawa hujjah, maka tunjukkanlah agar kami dapat melihatnya jika kamu benar dalam pengakuanmu"

Sumber: https://tafsirweb.com/2560-surat-al-araf-ayat-106.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

106 dari 206 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 164

Ruku

Ruku 134

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 33 (65/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1060 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7