الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
قَالَ
berkata
فِرْعَوْنُ
Fir'aun
اٰمَنْتُمْ
apakah kamu beriman
بِهٖ
dengannya/kepadanya
قَبْلَ
sebelum
اَنْ
sesungguhnya
اٰذَنَ
memberi izin
لَكُمْۚ
bagi kalian
اِنَّ
sesungguhnya
هٰذَا
ini
لَمَكْرٌ
suatu muslihat
مَّكَرْتُمُوْهُ
kamu telah merencanakannya
فِى
di dalam
الْمَدِيْنَةِ
kota
لِتُخْرِجُوْا
untuk kamu mengeluarkan
مِنْهَآ
dari padanya
اَهْلَهَاۚ
penduduknya
فَسَوْفَ
maka kelak
تَعْلَمُوْنَ
(kalian) mengetahui
﴿١٢٣﴾
Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).
1077 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Fir’aun berkata kepada para tukang sihir, ”Apakah kalian beriman kepada Allah sebelum aku izinkan kepada kalian untuk beriman kepada Nya? sesungguhnya keimanan kalian kepada Allah dan kepercayaan kalian terhadap Musa, serta penetapan kalian atas kenabiannya hanyalah satu bentuk rekayasa yang kalian rencanakan bersama Musa agar kalian dapat mengusir pendududk kota kalian ini darinya, kemudian kalian menjadi orang-orang yang memonopoli kebaikan-kebaikan yang ada di kota ini. Kalain (wahai para tukang sihir), akan tahu siksaan dan hukuman yang akan menimpa kalian (dariku).
Sumber: https://tafsirweb.com/2577-surat-al-araf-ayat-123.html
Tafsir as-Sa'di
123 “fir’aun berkata” kepada mereka dengan mengancam karena iman mereka, ”apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?”, orang busuk ini adalah penguasa otoriter yang sewenang-wenang dalam memperlakukan fisik dan pendapat rakyatnya. Telah terjadi semacam ketetapan baginya dan rakyatnya bahwa pendapatnya harus didengar dan perintahnya harus terlaksana, tak seorangpun boleh keluar dari ucapan dan hukumnya. Dengan kondisi seperti ini mental mereka merosot, akal dan tindakan mereka lemah, serta tidak mampu membela hak-hak mereka.Oleh karena itu, Allah berfirman ”maka fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu ) lalu mereka patuh kepadanya.” Di sini dia berkata “apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?” ini adalah sikap tidak beradab dari kalian dan pembangkangan terhadapku, kemudian dia berisyarat kepada kaumnya dengan berkata, ”sesungguhnya (perebuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya.” Yakni sesungguhnya musa adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir, kamu telah bersepakat dengannya dimana seakan-akan kalian tunduk padanya lalu dia menang dan kamu mengikutinya, kemudian orang-orang atau mayoritas dari mereka mengikutimu , lalu kamu mengusir penduduknya darinya.Ini adalah kedustaan yang dia sendiri dan orang-orang yang mengetahui situasi, mengetahui bahwa Musa tidak bersekongkol dengan siapa pun dari mereka. Bahwa mereka itu dikumpulkan menurut perintah Fir’aun melalui kaki tangannya. Bahwa apa yang dibawa oleh Musa adalah mukjizat ilahiyyah.Bahwa ahli sihir itu telah mengeluarkan segala kemampuan mereka untuk mengalahkan Musa namun mereka kalah lalu kebenaran menjadi jelas bagi mereka dan mereka pun mengikutinya. Kemudian Fir’aun mengancam mereka dengan mengatakan ”kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan ini)” yakni hukuman yang aku siapkan untukmu.
Sumber: https://tafsirweb.com/2577-surat-al-araf-ayat-123.html
Tafsir Al-Wajiz
123. Fir’aun berkata kepada para penyihir itu: “Bagaimana bisa kalian beriman kepada Musa dan risalahnya sebelum aku memberi ijin kalian untuk beriman. Sesungguhnya tindakan ini adalah pemberontakan rahasia dan trik yang telah kalian susun di kota Mesir sebelum berduel supaya kalian bisa membebaskan penduduknya.Maka kalian akan mengetahui apa yang akan kalian terima akibat persekongkolan ini”
Sumber: https://tafsirweb.com/2577-surat-al-araf-ayat-123.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 123-126 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang ancaman yang disampaikan Fir'aun (semoga laknat Allah atas dirinya) kepada para ahli sihir itu, ketika mereka beriman kepada nabi Musa, dan apa yang dia tampakkan kepada orang-orang tentang siasat dan tipu muslihatnya dalam ucapannya: (Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya) yaitu sesungguhnya kemenangan Musa atas kalian di hari ini adalah berdasarkan apa yang kalian diskusikan dan kalian sukai. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya ia (Musa) adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir Kepada kamu sekalian) (Surah Thaha : 71) nabi Musa dan semua orang yang mempunyai akal mengetahui bahwa apa yang dikatakan Fir'aun adalah sesuatu yang paking bathil.Sesungguhnya nabi Musa datang dari Madyan, dia menyeru Fir'aun untuk menyembah Allah. Lalu dia menampakkan beberapa mukjizat yang jelas dan hujjah yang pasti untuk membuktikan kebenaran dari apa yang dia bawa. Ketika itu Fir'aun mengirimkan di berbagai kota di kerajaannya agar dia mengumpulkan para ahli sihir dari berbagai daerah di negeri Mesir, dimana mereka adalah pilihannya dan para pembesar kaumnya.Lalu dia menghadirkan mereka dan menjanjikan mereka pemberian yang melimpah. Oleh karena itu para ahli sihir itu menjadi orang yang paling menginginkan hal itu, mengamankan kedudukan mereka dan mempersembahkannya untuk Fir’aun. Dan nabi Musa tidak mengenal satu pun orang dari mereka, tidak melihat, dan tidak pula berkumbul dengan mereka, dan Fir'aun mengetahui hal itu.Jadi apa yang dia katakan ini untuk menutupi kekalahan dan mengelabui rakyat negerinya yang tidak mengerti. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya {dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya) (Surah Az-Zukhruf: 54) Sesungguhnya di antara kaumnya ada orang-orang yang percaya kepadanya dalam ucapannya: (Akulah tuhan kalian yang paling tinggi) adalah makhluk Allah yang paling bodoh dan paling sesat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (untuk mengeluarkan penduduknya darinya) yaitu kalian dan dia telah berkumpul sehingga kalian bisa memiliki negara dan kekuasaan, serta kalian mengusir para pembesar dan pemimpin dari negeri itu, sehingga negeri dan kekuasaannya ada di tangan kalian (maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini)) jadi apa yang aku lakukan terhadap kalian. Kemudian Dia menjelaskan ancaman ini dengan firmanNya: (demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik) yaitu memotong tangan kanan dan tangan kiri seseorang atau sebaliknya. (kemudian sungguh aku akan menyalib kalian semuanya) Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (pada pangkal pohon kurma) (Surah Thaha: 71) yaitu pada batang pohon.Ucapan ahli sihir berkata: (Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali) yaitu kami yakin bahwa sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya, dan azabNya lebih keras daripada siksaanmu dan hukumanNya lebih dahsyat daripada apa yang kamu ancamkan kepada kami hari ini. Dan sihir yang kamu paksa kepada kami itu lebih besar daripada hukumanmu. Sungguh kami akan benar-benar bersabar hari ini atas siksaanmu, agar kami terbebsa dari azab Allah.Oleh karena itu mereka berkata: (Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami) Curahkanlah kepada kami kesabaran dan keteguhan atas agamaMu (dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)) yaitu dalam keadaan mengikuti nabiMu, yaitu nabi Musa, dan mereka berkata kepada Fir'aun: (Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja (72) Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami. agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)" (73) Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (74) Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia) (75)) (Surah Thaha) Di permulaan siang mereka adalah ahli sihir, lalu mereka di akhir siang, mereka adalah para syuhada yang berbakti.
Sumber: https://tafsirweb.com/2577-surat-al-araf-ayat-123.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
123 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 165
Ruku
Ruku 135
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 33 (66/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1077 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7