الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
قَالُوْٓا
mereka berkata
اِنَّآ
sesungguhnya kami
اِلٰى
kepada
رَبِّنَا
Tuhan kami
مُنْقَلِبُوْنَۙ
dikembalikan
﴿١٢٥﴾
Mereka (para pesihir) menjawab, “Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
1079 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Para tukang sihir itu berkata kepada fir’aun. ”sesungguhnya kami telah membuktikan bahwa sesungguhnya kepada Allah kami akan kembali. Dan sesungguhnya siksaanNya jauh lebih berat dari siksaanmu. Maka kami akan sungguh-sungguh bersabar hari ini menghadpi siksaanmu, agar kami bisa selamat dari siksaan Allah pada hari kiamat.”

Sumber: https://tafsirweb.com/2579-surat-al-araf-ayat-125.html

Tafsir as-Sa'di

125 para penyihir yang beriman itu berkata pada fir’aun yang mengancam mereka ”sesungguhnya kepada Rabblah kami kembali” yakni kami tidak peduli dengan hukumanmu. Allah lebih baik dan lebih kekal, lakukan saja apa yang kamu mau.

Sumber: https://tafsirweb.com/2579-surat-al-araf-ayat-125.html

Tafsir Al-Wajiz

125. Para penyihir itu menjawab ancaman Fir’aun: “Sesungguhnya kami semua akan kembali kepada Tuhan kami di akhirat. Dia akan membalas perbuatanmu kepada kami dan akan mengampuni dosa-dosa kami”

Sumber: https://tafsirweb.com/2579-surat-al-araf-ayat-125.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 123-126 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang ancaman yang disampaikan Fir'aun (semoga laknat Allah atas dirinya) kepada para ahli sihir itu, ketika mereka beriman kepada nabi Musa, dan apa yang dia tampakkan kepada orang-orang tentang siasat dan tipu muslihatnya dalam ucapannya: (Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya) yaitu sesungguhnya kemenangan Musa atas kalian di hari ini adalah berdasarkan apa yang kalian diskusikan dan kalian sukai. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya ia (Musa) adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir Kepada kamu sekalian) (Surah Thaha : 71) nabi Musa dan semua orang yang mempunyai akal mengetahui bahwa apa yang dikatakan Fir'aun adalah sesuatu yang paking bathil.Sesungguhnya nabi Musa datang dari Madyan, dia menyeru Fir'aun untuk menyembah Allah. Lalu dia menampakkan beberapa mukjizat yang jelas dan hujjah yang pasti untuk membuktikan kebenaran dari apa yang dia bawa. Ketika itu Fir'aun mengirimkan di berbagai kota di kerajaannya agar dia mengumpulkan para ahli sihir dari berbagai daerah di negeri Mesir, dimana mereka adalah pilihannya dan para pembesar kaumnya.Lalu dia menghadirkan mereka dan menjanjikan mereka pemberian yang melimpah. Oleh karena itu para ahli sihir itu menjadi orang yang paling menginginkan hal itu, mengamankan kedudukan mereka dan mempersembahkannya untuk Fir’aun. Dan nabi Musa tidak mengenal satu pun orang dari mereka, tidak melihat, dan tidak pula berkumbul dengan mereka, dan Fir'aun mengetahui hal itu.Jadi apa yang dia katakan ini untuk menutupi kekalahan dan mengelabui rakyat negerinya yang tidak mengerti. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya {dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya) (Surah Az-Zukhruf: 54) Sesungguhnya di antara kaumnya ada orang-orang yang percaya kepadanya dalam ucapannya: (Akulah tuhan kalian yang paling tinggi) adalah makhluk Allah yang paling bodoh dan paling sesat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (untuk mengeluarkan penduduknya darinya) yaitu kalian dan dia telah berkumpul sehingga kalian bisa memiliki negara dan kekuasaan, serta kalian mengusir para pembesar dan pemimpin dari negeri itu, sehingga negeri dan kekuasaannya ada di tangan kalian (maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini)) jadi apa yang aku lakukan terhadap kalian. Kemudian Dia menjelaskan ancaman ini dengan firmanNya: (demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik) yaitu memotong tangan kanan dan tangan kiri seseorang atau sebaliknya. (kemudian sungguh aku akan menyalib kalian semuanya) Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (pada pangkal pohon kurma) (Surah Thaha: 71) yaitu pada batang pohon.Ucapan ahli sihir berkata: (Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali) yaitu kami yakin bahwa sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya, dan azabNya lebih keras daripada siksaanmu dan hukumanNya lebih dahsyat daripada apa yang kamu ancamkan kepada kami hari ini. Dan sihir yang kamu paksa kepada kami itu lebih besar daripada hukumanmu. Sungguh kami akan benar-benar bersabar hari ini atas siksaanmu, agar kami terbebsa dari azab Allah.Oleh karena itu mereka berkata: (Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami) Curahkanlah kepada kami kesabaran dan keteguhan atas agamaMu (dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)) yaitu dalam keadaan mengikuti nabiMu, yaitu nabi Musa, dan mereka berkata kepada Fir'aun: (Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja (72) Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami. agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)" (73) Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (74) Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia) (75)) (Surah Thaha) Di permulaan siang mereka adalah ahli sihir, lalu mereka di akhir siang, mereka adalah para syuhada yang berbakti.

Sumber: https://tafsirweb.com/2579-surat-al-araf-ayat-125.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

125 dari 206 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 165

Ruku

Ruku 135

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 33 (66/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1079 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7