الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
وَقَالُوْا
dan mereka berkata
مَهْمَا
bagaimanapun
تَأْتِنَا
kamu mendatangkan kepada kami
بِهٖ
dengannya
مِنْ
dari
اٰيَةٍ
ayat/keterangan
لِّتَسْحَرَنَا
untuk menyihir kami
بِهَاۙ
dengannya
فَمَا
maka tidaklah
نَحْنُ
kami
لَكَ
kepadamu
بِمُؤْمِنِيْنَ
orang-orang yang beriman
﴿١٣٢﴾
Dan mereka berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu.”
1086 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Para pengikut fir’aun berkata kepada Musa , ”apapun mukjizat yang engkau bawa kepada kami dan apapun petunjuk dan hujjah yang engkau terangkan untuk mengalihkan kami dari keadaan kami dalam meyakini ajaran fir’aun, maka kami tetaplah tidak akan membenarkan dan beriman kepadamu.”
Sumber: https://tafsirweb.com/2586-surat-al-araf-ayat-132.html
Tafsir as-Sa'di
132 “dan mereka berkata” menjelaskan kepada Musa bahwa mereka senantiasa dan tetap akan berada pada kebatilan. ”bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” Yakni kami telah yakin bahwa dirimu adalah penyhir, meskipun kamu dengan membawa mukjizat, kami tetap yakin bahwa kamu adalah penyihir, maka kami tidak mempercayaimu dan beriman kepadamu. Ini adalah puncak pengingkaran orang-orang kafir itu, dimana keadaannya adalah sama saja, mukjizat turun atau tidak.
Sumber: https://tafsirweb.com/2586-surat-al-araf-ayat-132.html
Tafsir Al-Wajiz
132. Para pengikut Fir’aun berkata kepada Musa: “Bagaimanapun kamu mendatangkan mukjizat kepada kami untuk memalingkan kami dengan lembut dan manis dari keyakinan atas agama kami sebagaimana sihir yang dibuat para penyihir, niscaya kami tetap menolaknya, tidak akan beriman kepadamu, dan tidak mempercayai risalahmu.” Dengan itu mereka bermaksud untuk menyampaikan kesia-siaan atas keimanan mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2586-surat-al-araf-ayat-132.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 132-135 Ini adalah pemberitahuan dari Allah سبحانه وتعالى tentang pertentangan, kesombongan dan pembangkangan Fir'aun dan kaumnya terhadap kebenaran, serta keteguhan mereka atas kebathilan dengan berkata (Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu”) Mereka berkata,”yaitu mukjizat yang kamu bawa kepada kami, dan dalil serta hujjah yang kamu tegakkan kepada kami, maka kami tetap menolaknya. Kami tidak akan menerimanya dan tidak beriman kepadamu serta tidak pula kepada apa yang kamu bawa. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Kami kirimkan kepada mereka topan) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dalam riwayat lain darinya bahwa itu adalah banyaknya kematian.Demikian juga dikatakan oleh ‘Atha’. Mujahid berkata “Ath-Thufan” adalah air bah dan wabah di berbagai keadaan. Ibnu Jarir meriwayatkan ‘Aisyah, dia berkata,”Rasulallah ﷺ bersabda,””Ath-Thufan”adalah kematian” Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih dari hadits Yahya bin Yaman dan itu adalah hadits yang gharib.Ibnu Abbas berkata dalam riwayat lain bahwa itu adaalah perintah Allah yang meliputi mereka. Kemudian dia membacakan (lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur (19)) (Surah Al-Qalam) Adapun “Al-jarad” yang dikenal sebagai sesuatu yang bisa dimakan, berdasarkan yang telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhaari Muslim dari Abu Ya'fur, dia berkata,”Aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa tentang “Al-Jarad” lalu dia menjawab,”Kami pernah ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ sebanyak tujuh kali, makanan kami adalah belalang” Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,”Dihalalkan bagi kita dua jenis bangkai dan dua jenis darah, yaitu ikan, belalang, hati, dan limpa” Hal itu juga diriwayatkan dari Abu Al-Qasim Al-Baghawi dari Ibnu Umar secara marfu dengan riwayat yang serupa.Abu Dawud meriwayatkan dari dari Salman, dia berkata,”Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang “Al-Jarad”. Lalu beliau ﷺ bersabda: “Tentara Allah yang paling banyak. Aku tidak memakannya, tidak pula mengharamkannya” Sesungguhnya Rasulullah ﷺ meninggalkan hal itu karena tidak suka, sebagaimana beliau yang mulia tidak suka memakan biawak, tetapi mengizinkan hal itu.Al-Hafizh bin ‘Asakir meriwayatkan di bagian tentang "Belalang" yang dia kumpulkan dalam satu juz, dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ tidak memakan belalang, ginjal, biawak tanpa mengharamkannya. Adapun belalang, karena itu merupakan azab, Adapun kedua ginjal, karena kedekatannya dengan kantung kemih. Sedangkan biawak, beliau bersabda: “Aku merasa khawatir jika itu berasal dari kutukan” Kemudian dia berkata,”Riwayat ini gharib, dan aku tidak menulisnya melainkan hanya dari jalur ini” Amirul Mukminin Umar bin Khattab sangat menyukainya.Abdullah bin Dinar meriwayatkan, dari Ibnu Umar, bahwa Umar ditanya tentang belalang. Lalu dia menjawab,"Aduhai, sekiranya kita mempunyai setumpuk atau dua tumpuk yang bisa kita makan" Ibnu Majah meriwayatkan dari Anas bin Malik,”Dahulu istri-istri Nabi ﷺ saling memberi hadiah belalang di atas piring besar" Abu Al-Qasim Al-Baghawi meriwayatkan dari Abu Umamah, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,”Sesungguhnya Maryam binti Imran pernah memohon kepada Tuhannya agar Dia memberinya daging yang tidak ada darahnya. Lalu Allah memberinya belalang, dan Maryam berdoa, "Ya Allah, berilah dia kehidupan tanpa menyusu (yakni lsa), dan lahirkanlah dia tanpa bersuara” Numair berkata bahwa “Asy-Syiya’” adalah tangisan.Abu Bakar bin Abu Dawud meriwayatkan Abu Zuhair An-Numairi, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,“Janganlah membunuh belalang, karena itu adalah tentara Allah yang sangat besar” dan ini merupakan hadits yang sangat gharib. Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya (Maka Kami kirimkan kepada mereka topan dan belalang) dia bererkata belalang-belalang itu memakan paku-paku dari pintu mereka dan menyisakan kayunya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2586-surat-al-araf-ayat-132.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
132 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 166
Ruku
Ruku 137
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 33 (66/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1086 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7