الاعراف (Al-A'raf)
Per AyatMushaf
وَكَذٰلِكَ
dan demikianlah
نُفَصِّلُ
Kami menjelaskan
الْاٰيٰتِ
ayat-ayat itu
وَلَعَلَّهُمْ
dan agar mereka
يَرْجِعُوْنَ
mereka kembali
﴿١٧٤﴾
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
1128 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sebagaimana kami telah uraikan ayat-ayat secara rinci dan kami terangkan di dalamnya apa yang telah kami timpakan pada umat-uamt terdahulu, demikian juga kami jelaskan ayat-ayat dan kami menerangkannya kepada kaummu (wahai rasul), dengan harapan mereka mau kembali dari perbuatan syirik mereka dan mereka kembali kepada tuhan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2628-surat-al-araf-ayat-174.html
Tafsir as-Sa'di
174 oleh karena itu karena perkara ini jelas dan nyata maka Allah berfirman ”dan demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu agar mereka kembali (kepada kebenaran)” kepada apa yang Allah titipkan kepada fitrah mereka dan kepada perjanjian Allah, dimana itu membuat mereka tidak melakukan perbuatan buruk.
Sumber: https://tafsirweb.com/2628-surat-al-araf-ayat-174.html
Tafsir Al-Wajiz
174 Sebagaimana penjelasan atas janji itu, Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka menelaahnya, berpaling dari kesyirikan dan kembali kepada kebenaran. Beriman hanya kepada Allah dan meninggalkan kebiasaan para pendahulu mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/2628-surat-al-araf-ayat-174.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 172-174 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah mengeluarkan keturunan anak cucu Adam dari tulang sulbi mereka seraya bersaksi atas diri mereka bahwa Allah adalah Tuhan dan Pemilik mereka, dan tidak ada Tuhan selain Dia. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى menjadikan fitrah dan menjadikan mereka atas hal itu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah) (Surah Ar-Rum: 30) Dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,”Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci (dalam riwayat lain adalah berpegang pada agama ini), lalu kedua orang tuanya menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi, sebagaimana dilahirkan hewan ternak yang utuh, apakah kalian merasakan adanya cacat padanya?” Dalam haadits shahih Imam Muslim dari ‘Iyad bin Himar, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,”Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan lurus, lalu setan datanglah, lalu setan menyesatkan mereka dari agamanya dan mengharamkan mereka hal-hal yang telah Aku halalkan untuk mereka” Sebagian ulama salaf dan masa kini berkata bahwa maksud dari kesaksian ini hanyalah fitrah mereka untuk mengesakan Allah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah dan Iyadh bin Himar Al-Mujasyi'i.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) "Bukankah Aku ini Tuhan kalian?” Mereka menjawab, "Betul”) yaitu Allah menjadikan mereka menyaksikan hal itu dengan perbuatan dan ucapan mereka. Kesaksian itu terkadang dengan ucapan, sebagaimana firman Allah: (Mereka berkata, "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”) (Surah Al-An'am: 130) dan terkadang dengan perbuatan, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir) (Surah At-Taubah: 17) yaitu keadaan mereka atas hal itu bukan karena mereka mengatakannya.Demikanlah firman Allah سبحانه وتعالى: (dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya (7)) (Surah Al-'Adiyat) Sebagaimana bahwa permintaan itu terkadang dengan ucapan, dan dengan perbuatan, sebagaimana dalam firmanNya: (Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya) (Surah Ibrahim: 34) Mereka berkata,”Di antara dalil yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan hal ini adalah menjadikan kesaksian ini sebagai hujjah atas kemusyrikan mereka, jika yang terjadi demikian, sebagaimaana apa yang dikatakan oleh orang yang mengatakannya, maka setiap orang yang menyebutkannya maka bisa menjadikannya hujjah atas hal itu.Jika dikatakan bahwa pemberitahuan Rasulullah ﷺ tentang hal itu cukup untuk keberadaannya, maka jawabannya adalah bahwa orang-orang yang mendustakan dari golongan orang-orang musyrik itu mendustakan semua yang telah dibawa oleh para rasul, terkait hal ini ataupun yang lainnya. Hal ini dijadikan sebagai hujjah tersendiri atas mereka. Maka hal itu menunjukkan bahwa itu adalah fitrah yang telah dibuat berupa pengakuan untuk mengesakan Allah.Oleh karena itu Allah berfirman: (agar kalian tidak mengatakan) yaitu agar kalian tidak berkata pada hari kiamat: (Sesungguhnya kami (bani Adam) terhadap ini) yaitu mengesakan Allah (adalah orang-orang yang lengah (172) atau agar kalian tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan”).
Sumber: https://tafsirweb.com/2628-surat-al-araf-ayat-174.html
Informasi
Surat
الاعراف (Al-A'raf)
Tempat Tertinggi — 206 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
174 dari 206 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 173
Ruku
Ruku 143
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 35 (69/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1128 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-7