Kembali ke Surat Al-A'raf

الاعراف (Al-A'raf)

Surat ke-7, Ayat ke-185

اَوَلَمْ يَنْظُرُوْا فِيْ مَلَكُوْتِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ وَّاَنْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ قَدِ اقْتَرَبَ اَجَلُهُمْۖ فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?

📚 Tafsir Al-Muyassar

Apakah tidak memperhatikan mereka itu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah di dalam kerajaan Allah yang agung dan kekuasaanNYa yang besar di langit dan di bumi, dan tidaklah Allah menciptakan apa pun di dalamnya, lalu mereka mau mencermatinya dan mengambil pelajaran darinya dan mereka merenungi ajal-ajal mereka yang mungkin saja telah dekat waktunya, lalu mereka binasa dengan membawa kekafiran dan kemudian berpulang menuju siksaan Allah dan hukumanNya yang pedih? dengan ancaman dan peringatan apalagi setelah peringatan dari al-qur’an ini yang akan mereka percayai dan mereka malakukan?

Sumber: https://tafsirweb.com/2639-surat-al-araf-ayat-185.html

📚 Tafsir as-Sa'di

185 “dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi” sesungguhnya jika mereka melihat kepadanya, maka mereka akan mendapatinya sebagai bukti yang menunjukkan keesaan penciptanya dan kesempurnaan sifat-sifat yang dimilikiNya “dan” begitu pula hendaknya mereka melihat ”segala sesuatu yang diciptakan Allah” karena seluruh bagian alam raya ini menunjukan secara jelas kepada ilmu Allah, kodratNya, hikmahNya, keluasan rahmatNya, kebaikanNya kehendakNya yang pasti terlaksana, dan sifat sifat agung yang lainnya yang menunjukan keesaanNya dalam penciptaan dan pengaturan yang mengantarkan kepada keyakinan bahwa Dialah yang berhak disembah, dipuji, disucikan, diesakan dan dicintai. Dan firmanNya ”dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka?” yakni hendaknya mereka melihat keadaan mereka sendiri secara khusus, melihat diri mereka sebelum ajal datang mendekat dan kematian hadir secara tiba-tiba, sementara mereka dalam keadaan berpaling dan lalai, maka dalam kondisi itu mereka tidak mungkin mengejar ketertinggalan. ”maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada al quran itu?” yakni jika mereka tidak beriman kepada kitab yang mulia ini, lalu kepada apakah mereka beriman? apakah kepada kitab-kitab kesesatan dan kebatilan? ataukah kepada ucapan pendusta dan pembual?

Sumber: https://tafsirweb.com/2639-surat-al-araf-ayat-185.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

185 Sesungguhnya mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah berupa bintang, tumbuhan, hewan dan lainnya, sehingga dapat menuntun mereka kepada keimanan, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?

Sumber: https://tafsirweb.com/2639-surat-al-araf-ayat-185.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT berfirman,"Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu tidak melihat kerajaan dan kekuasaan Allah di langit dan bumi serta pada semua yang diciptakan olehNya pada keduanya? lalu mereka merenungkan dan mengambil pelajaran darinya. Lalu mereka mengetahui bahwa itu milik Dzat yang tidak ada tandingan dan tidak ada sesuatu yang menyerupaiNya. Itu merupakan perbuatan dari Dzat yang tidak ada yang layak untuk disembah dan memiliki agama murni kecuali Dia.

Lalu mereka akan beriman dan membenarkan RasulNya, dan kembali kepada ketaatan kepadaNya, dan melepaskan sekutu-sekutu dan berhala, takut jika ajal mereka tiba dalam waktu yang dekat, dan mereka masih dalam kekafiran, sehingga mereka binasa, dan tempat kembali mereka adalah azab dan hukuman Allah yang sangat pedih. Firman Allah SWT: (Maka kepada berita mana lagikah mereka akan beriman sesudah Al-Qur'an?) yaitu Allah berfirman,”Maka peringatan dan ancaman mana lagi setelah peringatan dan ancaman nabi Muhammad SAW yang dibawa kepada mereka berupa ayat-ayat dari sisi Allah yang mereka benarkan, jika mereka tidak membenarkan berita yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW kepada mereka dari sisi Allah?

Sumber: https://tafsirweb.com/2639-surat-al-araf-ayat-185.html

Informasi Tambahan

Juz

9

Halaman

174

Ruku

144

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved