الانفال (Al-Anfal)

Per AyatMushaf
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
الْمُؤْمِنُوْنَ
orang-orang yang beriman
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اِذَا
apabila
ذُكِرَ
disebut
اللّٰهُ
Allah
وَجِلَتْ
gemetarlah
قُلُوْبُهُمْ
hati mereka
وَاِذَا
dan apabila
تُلِيَتْ
dibacakan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
اٰيٰتُهٗ
ayat-ayatNya
زَادَتْهُمْ
ia menambahkan mereka
اِيْمَانًا
keimanan mereka
وَّعَلٰى
dan kepada
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
يَتَوَكَّلُوْنَۙ
mereka bertawakkal
﴿٢﴾
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
1162 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan sebenarnya, mereka hanyalah orang-orang yang apabila disebut Nama Allah, hati mereka merasa takut, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat al-qur’an bertambahlah keimanan mereka bersama keimanaan yang sudah ada. Karena mentadaburi makna-makna nya. Dan hanya kepada Allah mereka itu bertawakal, sehingga tidak mengharapkan selainNya dan tidak takut kepada SelainNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/2868-surat-al-anfal-ayat-2.html

Tafsir as-Sa'di

2. karena iman ada dua bagian, yaitu iman yang sempurna yang menghasilkan pujian dan keberuntungan yang sempurna, dan iman yang selain itu, maka disini Allah menyebutkan yang pertama yaitu iman yang sempurna Dia berfirman ”sesungguhnya orang-orang yang beriman itu” Alif dan Lam menunjukan kecakupan terhadap cabang cabang iman, ”adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka” yakni takut kepada Allah sehingga ia menahan dirinya dari yang haram, karena bukti ketakutan kepada Allah yang paling besar adalah mengendalikan pemiliknya dari dosa dosa ”dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya)” hal itu karena mereka menyimaknya dengan baik dan menghadirkan hati untuk merenungkannya. Dengan itu iman mereka bertambah, karena merenungkan termasuk perbuatan hati, dan juga karena mereka akan menemukan makna yang baru yang sebelumnya belum mereka ketahui dan mengingat apa yang telah mereka lupakan, atau memunculkan keinginan dalam hati mereka kepada kebaikan dan kerinduan kepada kemuliaan Allah, atau memunculkan rasa takut berbuat dosa dan azab Allah yang semua itu akan menambah keimanan. ”dan kepada Rabblah” semata tanpa sekutu bagiNya ”mereka bertawakal” yakni mereka menyandarkan hati mereka kepada Allah dalam mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudaratan, baik dalam urusan agama maupun duniawi. Mereka percaya bahwa Allah akan melakukan itu, dan tawakal adalah pendorong kepada seluruh amal, dimana amal itu tidak ada dan tidak sempurna tanpanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2868-surat-al-anfal-ayat-2.html

Tafsir Al-Wajiz

2 Sesungguhnya orang-orang imannya sempurna ialah mereka yang bila disebutkan nama Allah maka gemetarlah hati mereka atas keagungan nama-Nya. Apabila dibacakan ayat-ayatNya maka bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka menyerahkan urusannya dengan penuh keteguhan, bukan kepada lainnya

Sumber: https://tafsirweb.com/2868-surat-al-anfal-ayat-2.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 2-4 Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka) dia berkata,”Orang-orang munafik itu, tidak akan masuk ke dalam hati mereka, sesuatu apapun dari mengingat Allah ketika mengerjakan kewajiban dariNya. Mereka tidak beriman kepada sesuatu pun dari ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak shalat jika sendiri, dan tidak menunaikan zakat hartanya. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka bukanlah orang-orang yang beriman.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyifati orang-orang mukmin, Dia berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka) Jadi mereka mengerjakan hal-hal yang diwajibkan olehNya. (Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)) yaitu kepercayaan mereka bertambah (dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal) yaitu mereka tidak mengharapkan kepada selainNya. Mujahid berkata tentang firmanNya (hati mereka gemetar) takut, yaitu panik dan takut. Demikianlah yang dikatakan oleh As-Sddi dan lainnya.Ini adalah sifat orang mukmin dengan keimanan yang sebenarnya, yaitu ketika disebut nama Allah gemetarlah hatinya yaitu karena takut kepadaNya, lalu dia mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya. Sebagaimana firmanNya: (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon smpun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (135)) (Surah Ali Imran) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)) Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila diturunkan suatu surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira (124)) (Surah At-Taubah) (dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal) yaitu mereka tidak mengharapkan kepada selainNya, tidak bertujuan kecuali hanya kepadaNya, tidak memohon pertolongan kecuali hanya kepadaNya. tidak meminta kebutuhan selain hanya kepadaNya, dan tidak suka apapun kecuali hanya kepadaNya, dan mereka mengetahui bahwa apa Dia kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi.Dialah Dzat yang mengatur kerajaan. hanya Dia semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan tidak ada yang menghalangi keputusanNya, dan Dia itu Maha cepat perhitunganNya. Oleh karena itu Sa'id bin Jubair berkata bahwa tawakal kepada Allah adalah mengumpulkan keimanan. Firman Allah سبحانه وتعالى: ((yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (3)) dengan itu, Allah سبحانه وتعالى mengingatkan amal mereka, setelah mereka berkeyakinan.Amal ini mengandung semua kebaikan, yaitu mendirikan shalat yang merupakan hak Allah سبحانه وتعالى Qatadah berkata bahwa mendirikan shalat adalah memelihara waktu mengerjakannya, wuduhnya, rukuk dan sujudnya. Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (3)) maka belanjakanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepada kalian sesungguhnya harta ini adalah pinjaman dan titipan yang ada padamu, wahai anak cucu Adam, yang dalam waktu dekat kamu akan berpisah dengannya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya) yaitu mereka yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya) yaitu tempat, kedudukan, dan derajat di surga. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan (163)) (Surah Ali Imran) (dan ampunan) yaitu Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan membalas mereka dengan kebaikan-kebaikan.

Sumber: https://tafsirweb.com/2868-surat-al-anfal-ayat-2.html

Informasi

Surat

الانفال (Al-Anfal)

Rampasan Perang — 75 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

2 dari 75 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 177

Ruku

Ruku 146

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 36 (71/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1162 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-8