Kembali ke Surat Al-Anfal

الانفال (Al-Anfal)

Surat ke-8, Ayat ke-10

وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَىِٕنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ࣖ

Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan kami tidaklah mendatangkan bala bantuan pasukan tersebut, kecuali sebagai kabar gembira bagi kalian akan datangnya kemenangan, dan supaya hati kalian menjadi tenang, serta meyakini pertolongan Allah bagi kalian. Dan tidaklah kemenangan itu, kecuali dari sisi Allah, bukan dengan dahsyatnya serangan dan kekuatan kalian. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaanNYa, Maha bijaksana dalam pengaturan dan syariatNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2876-surat-al-anfal-ayat-10.html

📚 Tafsir as-Sa'di

10 “dan Allah tidak menjadikannya” yakni pengiriman malaikat tersebut “melainkan sebagai kabar gembira” agar jiwa mereka gembira dengan itu. ”dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya” namun pada hakikatnya kemenangan itu di tangan Allah, bukan dengan banyaknya tentara dan senjata, ”sesungguhnya Allah Maha perkasa" tidak ada yang bias mengalahkannya siapapun, bahkan Diam aha perkasa yang mampu mengalahkan siapapun walaupun orang itu di lengkapi oleh kekuatan jumlah dan senjata yang demikian besarnya. ”lagi maha bijaksana” dimana Dia menentukan perkara dengan sebab sebabnya. Dan meletakan segala urusan pada tempatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2876-surat-al-anfal-ayat-10.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

10 Allah tidak menjadikan kiriman bala bantuan itu, melainkan sebagai kabar gembira bagimu dan agar hatimu menjadi tenteram dari ketakutan yang menghantui. Kemenangan dan pertolongan itu hanyalah dari sisi Allah, bukan dari lain-Nya. Kehendak Allah bisa terwujud dengan adanya kejadian sebab.

Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana dalam segala perbuatannya. Yang Maha Meletakkan sesuatu sesuai tempatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2876-surat-al-anfal-ayat-10.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 9-10 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ayat yang mulia ini, yaitu: ((Ingatlah) ketika kalian memohon pertolongan kepada Tuhan kalian) tentang doa Nabi SAW. Demikian juga dikatakan oleh Yazid bin Yutsai’, As-Suddi, dan Ibnu Juraij. Imam Bukhari berkata dalam kitab Al-Maghazi, pada bab firmanNya SWT: ((Ingatlah), ketika kalian memohon pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankan-Nya bagi kalian) Sampai firmanNya: (maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya) (Surah Al-Baqarah: 211) Diriwayatkan dari Thariq bin Syihab, dia berkata,”Aku mendengar Ibnu Mas'ud berkata,”Aku menyaksikan sikap Al-Miqdad bin Al-Aswad, yaitu aku lebih menyukai menjadi temannya daripada sikap yang dilakukannya, yaitu Nabi SAW sedang berdoa untuk orang-orang musyrik, lalu dia berkata,"Kami tidak akan mengatakan seperti apa yang dikatakan kaum nabi Musa, (pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua) (Surah Al-Maidah: 24).

Tetapi kami akan berperang dari arah kanan, kiri, depan dan belakangmu" lalu aku melihat nabi SAW dan wajah beliau bersinar dan gembira. Firman Allah SWT: (dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut) yaitu sebagian dari mereka datang secara berturut-turut. Sebagaimana yang dikatakan oleh Harun bin ‘Antarah, dari Ibnu Abbas, bahwa (murdifin) adalah berturut-turut Mujahid, Ibnu Katsir Al-Qari, dan Ibnu Zaid berkata bahwa (murdifin) artinya yang terus menerus.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut) dia berkata,”Di belakang setiap malaikat ada malaikat. Berdasarkan riwayat dari sanad ini tentang (murdifin) yaitu sebagian dari mereka datang sesudah sebagian lainnya. Pendapat yang dikenal adalah yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Allah memberi bantuan kepada NabiNya SAW dan orang-orang mukmin dengan seribu malaikat.

Malaikat Jibril bersama lima ratus malaikat di sebelahnya, dan Malaikat Mikail bersama lima ratus malaikat di sebelah lainnya. Firman Allah SWT: (Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira) yaitu Allah tidaklah menjadikan pengutusan para malaikat dan pemberitahuan hal itu kepada kalian, melainkan sebagai berita gembira. (dan agar hati kalian menjadi tenteram karenanya) Allah SWT Maha kuasa untuk memenangkan kalian atas musuh-musuh kalian (dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah) yaitu tanpa itu, Oleh karena itu Allah berfirman (Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pancunglah batang leher mereka.

Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka (4) Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka (5) dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka (6)) (Surah Muhammad) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Allah Maha Perkasa), yaitu kemuliaan itu milikNya, RasulNya dan orang-orang mukmin di dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah SWT (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (51)) (Surah Ghafir) (lagi Maha bijaksana) yaitu dalam syariatNya untuk memerangi orang-orang kafir, sekalipun Dia mampu menghancurkan dan membinasakan mereka dengan kekuasaan dan kekuatanNya

Sumber: https://tafsirweb.com/2876-surat-al-anfal-ayat-10.html

Informasi Tambahan

Juz

9

Halaman

178

Ruku

146

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved