الانفال (Al-Anfal)

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barang siapa
يُّوَلِّهِمْ
berpaling dari mereka
يَوْمَىِٕذٍ
pada hari itu
دُبُرَهٗٓ
belakangnya
اِلَّا
kecuali
مُتَحَرِّفًا
berbelok
لِّقِتَالٍ
untuk perang
اَوْ
atau
مُتَحَيِّزًا
menggabungkan
اِلٰى
kepada
فِئَةٍ
golongan/pasukan
فَقَدْ
maka sesungguhnya
بَاۤءَ
dia kembali
بِغَضَبٍ
dengan kemurkaan
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
وَمَأْوٰىهُ
dan tempatnya
جَهَنَّمُ
neraka jahanam
ۗ
وَبِئْسَ
dan amat buruk
الْمَصِيْرُ
tempat kembali
﴿١٦﴾
Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali.
1176 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan barangsiapa diantara kalian membelakangi mereka dengan punggungnya saat pertempuran berkecamuk sengit, kecuali orang yang berbelok untuk memperdayai orang-orang kafir atau untuk bergabung dengan pasukan muslimin yang berada di tengah medan pertempuran di manapun mereka berada, sesunggguhnya ia telah memperoleh kemurkaan dari Allah, dan tempat tinggalnya adalah neraka jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali dan tempat berpulang.

Sumber: https://tafsirweb.com/2882-surat-al-anfal-ayat-16.html

Tafsir as-Sa'di

16. “barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya ialah neraka jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. ” Ini menunjukan baha berlari dari medan perang tanpa alasan adalah termasuk dosa besar, sebagaimana hal itu dinyatakan oleh hadits hadits shahih. dan sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam ayat ini akan ancaman yang keras atas perbuatan itu. mafhum ayat ini menunjukan bahwa orang yang berbelok untuk siasat dalam perang yaitu dia berpindah dari satu arah ke arah lainnya agar lebih leluasa untuk berperang dan lebih kuat dalam menghadapi musuh, tidaklah mengapa, karena dia tidak mundur untuk berlari. Dia hanyalah mundur untuk strategi agar dapat mengalahkan musuh, atau menyerang dari arah yang merupakan titik lengah atau lemah mereka, atau sebagai siasat siasat perang lainnya.Dan bahwa orang yang bergabung dengan pasukan lain yang membuatnya kuat dan membantunya dalam memerangi orang orang kafir juga di bolehkan, jika kelompok yang lain tersebut berada markas pasukan maka perkaranya jelas. Jika pasukan itu tidak di tempat perang seperti mundurnya kaum Muslimin yang lain maka terdapat atsar sahabat yang menunjukan bahwa hal itu dibolehkan. Mungkin ini dibatasi dengan apabila kaum muslimin mengira bahwa mundur dari medan perang lebih baik akibatnya dan lebih menjamin keberadaan mereka.Adapun jika mereka menduga bahwa kemenangan mereka atas kaum kafir adalah dengan keteguhan di depan mereka, maka sulit dikatakan bahwa ia termasuk keadaan yang di bolehkan, karena dalam keadaan tersebut sulit dibayangkan adanya berlari dari medan perang yang dilarang. Ayat ini bersifat mutlak, dan di akhir surat akan disebutkan pembatasannya dengan jumlah pasukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/2882-surat-al-anfal-ayat-16.html

Tafsir Al-Wajiz

16 Barangsiapa yang membelakangi mereka atau mundur di waktu itu maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Kecuali berbelok untuk siasat perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain untuk menyerang musuh. Adapun tempatnya di akhirat ialah neraka Jahannam.Dan amat buruklah tempat kembalinya.Dan apa yang kembali kepadanya adalah azab neraka

Sumber: https://tafsirweb.com/2882-surat-al-anfal-ayat-16.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 15-16 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberikan ancaman kepada orang yang melarikan diri karena diserang musuh dengan ancaman neraka bagi orang yang melakukan itu. (Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerang kalian) yaitu kalian berdekatan dan berhadapan dengan mereka. (maka janganlah kalian membelakangi mereka) yaitu janganlah lari dan meninggalkan sahabat-sahabat kalian (Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang) Yaitu lari dari temannya sebagai siasat perang, untuk memperlihatkan kepada musuh bahwa dia takut kepada musuh, sehingga musuh mengejarnya. Kemudian dia berbalik menyerang dan membunuh musuhnya, maka hal itu tidak apa-apa baginya tentang itu dalam pendapat yang dikatakan oleh Sa'id bin Jubair dan As-Suddi. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka sesungguhnya orang itu kembali) yaitu kembali (dengan membawa kemurkaan dari Allah dan tempat kembalinya) yaitu tempat kembalinya pada hari kiamat (ialah neraka jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya)

Sumber: https://tafsirweb.com/2882-surat-al-anfal-ayat-16.html

Informasi

Surat

الانفال (Al-Anfal)

Rampasan Perang — 75 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

16 dari 75 ayat

Juz

Juz 9

Halaman

Halaman 178

Ruku

Ruku 147

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 36 (71/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1176 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-8