الانفال (Al-Anfal)
Surat ke-8, Ayat ke-30
وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗوَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah olehmu (wahai rasul), ketika kaum musyrikin dari kaummu di Mekah melancarkan tipu daya terhadp dirimu, untuk menahan kamu, menghabisi kamu atau mengasingkan dirimu dari negerimu, dan menyusun rencana jahat terhadapmu, dan Allah menggagalkan makar mereka sebagai balasan bagi mereka, dan Allah menyusun (pembalasan) makar dan Allah adalah sebaik-baik yang menyusun (pembalasan) makar. Maka Dia membalas makar mereka tanpa mereka sadari.
Sumber: https://tafsirweb.com/2896-surat-al-anfal-ayat-30.html
📚 Tafsir as-Sa'di
30 dan ingatlah wahai Rasulullah apa yang Allah limpahkan sebagai nikmat kepadamu “ketika orang orang kafir (quraisy) memikirkan tipudaya terhadapmu” ketika orang orang musyrikin berunding di Dar an-nadwah tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap Nabi, apakah mereka hendak memenjarakan dan memasung beliau, atau mereka akan membunuh beliau sehingga mereka bisa terbebas -kata mereka- dari keburukan beliau, atau mereka akan mengusir dan mengeluarkan beliau dari negeri mereka. Setiap orang menyodorkan pendapatnya dari pendapat pendapat tersebut, dan akhirnya mereka bersepakat diatas pendapat orang terburuk dari mereka, abu jahal -semoga Allah melaknatnya-, yakni hendaknya masing masing suku di quraisy memilih seorang pemuda, lalu dia dibekali pedang yang tajam, lalu semuanya serempak membunuh beliau agar darah beliau terbagi pada suku suku yang berpartisipasi sehingga mau tidak mau bani hasyim akan menerima diyatnya, karena mereka tidak akan kuasa mengahadapi seluruh suku quraisy. Dimalam hari mereka mengincar nabi untuk membunuh beliau jika terbangun dari tidurnya.
Akan tetapi datang wahyu dari langit kepada beliau. nabi keluar melewati mereka dengan menaburkan pasir ke kepala mereka, maka Allah menutup pandangan mereka, sehingga tatkala merasa telah menunggu sangat lama, ada seseorang menghampiri mereka dan berkata ”Allah telah menggagalkan kalian, Muhammad telah pergi dan menaburkan pasir ke kepala kalian” maka masing masing dari mereka ingin mengibaskan pasir dari kepalanya. Allah melindungi RasulNya dari mereka dan mengijinkan hijrah ke madinah, maka nabipun berhijrah ke sana. Selain itu Allah mendukungnya dengan sahabat sahabatnya dari kalangan muhajirin dan anshar, seterusnya dakah beliau berkembang pesat sehingga beliau kembali masuk ke Makkah dengan kekuatan dan dapat menundukan penduduknya.
Merekapun takluk kepada nabi berlutut dibawah hukumnya. Padahal sebelum itu nabi keluar dari sana secara sembunyi sembunyi dengan rasa takut. maha suci Allah yang maha kasih kepada hambaNya tidak ada seorang makhluk pun yang dapat mengalahkanNYa
Sumber: https://tafsirweb.com/2896-surat-al-anfal-ayat-30.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
30 Dan ingatlah wahai Nabi, ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu dari Makkah dengan kekalahan kalian. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya mereka itu. Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya/makar.
Ayat ini turun ketika orang musyrik merencankan tipu daya di Makkah pada perkumpulan dengan melibatkan berbagai kabilah untuk membunuh Nabi.
Sumber: https://tafsirweb.com/2896-surat-al-anfal-ayat-30.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (untuk menangkapmu) yaitu untuk membelenggumu. Ibnu Zaid berkata, yaitu untuk menangkapmu. As-Suddi berkata bahwa “Al-itsbat” adalah memenjarakan dan mengikat.
Hal ini mencakup pendapat yang dikatakan oleh mereka. Dan pendapat mereka itu disimpulkan, dan ini kebanyakan dilakukan oleh seseorang yang hendak berbuat jahat terhadap orang lain. Miqsam maula Ibnu Abbas yang diberitahu oleh Ibnu Abbas tentang firman Allah: (Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan tipu muslihat terhadapmu), dia berkata,”Orang-orang Quraisy melakukan musyawarah pada malam hari di Makkah.
Sebagian mereka berkata,”Ketika pagi hari tangkaplah dia dengan mengikatnya” dan yang mereka maksud adalah Nabi SAW. Sebagian lain berkata,"Tidak, melainkan bunuhlah dia" dan sebagian lagi berkata,"Tidak, tetapi kita usirlah dia" Lalu Allah SWT memperlihatkan hal itu kepada nabiNya SAW. Lalu Ali tidur di tempat tidur Rasulullah SAW, dan Nabi SAW berangkat menuju gua, dan orang-orang musyrik selama malam menjaga Ali yang mereka kira adalah Nabi SAW.
Lalu ketika pagi hari mereka menyerangnya secara bersamaan, tetapi ketika mereka melihat Ali. Allah membalas tipu daya mereka. Lalu mereka bertanya,"Dimana temanmu ini?” Ali menjawab,”Aku tidak tahu” Lalu mereka menelusuri jejaknya.
Ketika mereka sampai di bukit, mereka kehilangan jejak, kemudian mereka mendaki bukit itu dan melewati gua itu, dan mereka melihat di mulut gua itu ada sarang laba-laba. Lalu mereka berkata,"Seandainya dia memasuki gua ini, maka sarang laba-laba itu tidak ada di mulut guanya. Lalu Nabi SAW tinggal dalam gua itu selama tiga malam.
Sumber: https://tafsirweb.com/2896-surat-al-anfal-ayat-30.html
Informasi Tambahan
Juz
9
Halaman
180
Ruku
149