الانفال (Al-Anfal)
Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
قَالُوا
mereka berkata
اللهم
ya Allah
اِنْ
jika
كَانَ
adalah
هٰذَا
ini
هُوَ
dia
الْحَقَّ
benar
مِنْ
dari
عِنْدِكَ
sisi Engkau
فَاَمْطِرْ
maka hujanilah
عَلَيْنَا
atas kami
حِجَارَةً
batu
مِّنَ
dari
السَّمَاۤءِ
langit
اَوِ
atau
ائْتِنَا
datangkan kepada kami
بِعَذَابٍ
dengan azab
اَلِيْمٍ
sangat pedih
﴿٣٢﴾
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”
1192 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah olehmu (wahai rasul), pernyataan orang-orang musyrik dari kaummu yang berdoa kepada Allah, ”bila ajaran yang dibawa oleh Muhammad adalah benar dariMu, maka turunkanlah kepada kami hujan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksaan yang berat lagi pedih.”
Sumber: https://tafsirweb.com/2898-surat-al-anfal-ayat-32.html
Tafsir as-Sa'di
32 “dan ingatlah ketika mereka (orang orang musrik) berkata 'ya Allah jika betul (al qur’an) ini yang mana Muhammad berdakwah kepadanya adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih” mereka mengucapkan itu dengan penuh keyakinan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. seandainya mereka apabila mereka tetap memegang syubhat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya, mereka berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, ”jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukan kami kepadanya” niscaya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka sejak mereka berkata ”ya Allah jika betul al quran ini ialah yang benar dari sisiMu” dengan hanya perkataan ini saja telah diketahui bahwa mereka adalah orang orang bodoh, dungu, pander, dan zhalim.
Sumber: https://tafsirweb.com/2898-surat-al-anfal-ayat-32.html
Tafsir Al-Wajiz
32 Ingatlah, ketika mereka orang-orang musyrik berkata: “Ya Allah, jika betul Al Quran yang dibaca Muhammad ini, memang benar dan diturunkan dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit sehingga kami binasa sebagaimana apa yang sudah terjadi pada kaum Nabi Luth, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. Ayat ini turun untuk An Nadhr bin Harits ketika dia berkata: Alquran ini tidak lain hanyalah dongeng purbakala, kemudia dia menyeru sebagaimana yang telah disebutkan dengan penuh kesombongan, pembangkangan dan pengolokan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2898-surat-al-anfal-ayat-32.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 31-33 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kekufuran, kesombongan, pembangkangan, keingkaran, dan seruan orang-orang Quraisy yang bathil ketika mendengar ayat-ayatNya dibacakan kepada mereka, sehingga mereka berkata: (Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini) Demikianlah perkataan mereka yang hanya perkataan saja tanpa perbuatan. Jika tidak demikian maka mereka menentangnya bukan sekali untuk mendatangkan surah seperti Al-Qur'an, dan mereka tidak menemukan jalan untuk melakukan itu. Sesungguhnya ucapan mereka ini untuk menipu diri mereka sendiri dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebathilan itu.Makna firman Allah: (dongengan-dongengan orang-orang purbakala) itu adalah bentuk jamak dari kata “Ushtuurah” yaitu kitab-kitab mereka, lalu dia mengutipnya, mempelajarinya, lalu membacakannya kepada orang-orang. Ini adalah dusta yang murni. Sebagaimana yang diberitahukan Allah tentang mereka dalam ayat lain: (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (5) Katakanlah, "Al-Qur’an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi.Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (6)) (Surah Al-Furqan) yaitu bagi orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya, maka sesungguhnya Dia menerima taubatnya dan memaafkannya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih" (32)) Hal ini karena dahsyatnya kebodohan mereka dan kerasnya pendustaan, pembangkangan, dan keingkaran mereka. Ini adalah sesuatu untuk menghinakan mereka. dan yang lebih utama bagi mereka adalah berkata,"Ya Allah, jika Al-Qur'an ini adalah kebenaran dari sisiMu, maka berilah kami petunjuk kepadanya dan berilah kami taufik untuk mengikutinya" Akan tetapi, mereka meminta keputusan dan meminta agar siksaan itu dipercepat dan didahulukan untuk mereka, sebagaimana firmanNya: (Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya (53)) (Surah Al-Ankabut) dan (Dan mereka berkata.”Ya Tuhan kami. cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan pada kami sebelum hari berhisab" (16)) (Surah Shad) Demikian juga dikatakan oleh orang-orang bodoh dari umat-umat terdahulu, sebagaimana yang dikatakan oleh kaum nabi Syu'aib: (Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar (187) (Surah Asy-Syu'ara’) Dia berkata kepada mereka: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih) Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa dia adalah Abu Jahal bin Hisyam, dia berkata: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih) Lalu turunlah ayat: (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (33)).Firman Allah (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (33)) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa orang-orang musyrik melakukan thawaf di Baitullah dan berkata,"Ya Allah, Kami penuhi panggilanMu. Kami penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu" Lalu Nabi ﷺ bersabda,"Ya, ya." Mereka juga berkata,"Ya Allah, Kami penuhi panggilanMu. Kami penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu, kecuali sekutu yang menjadi milikMu.Engkau memilikinya, dan dia tidak memiliki" Lalu mereka berkata"AmpunanMu, ampunanMu" Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau berada di antara mereka) Ibnu Abbas berkata bahwa di antara mereka terdapat dua keamanan, yaitu Nabi ﷺ dan permohonan ampun. Setelah Nabi ﷺ pergi, maka yang tersisa adalah permohonan ampun. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka) dia berkata,”Allah tidak mengazab suatu kaum, sedangkan nabi-nabi mereka berada di antara mereka, sehingga Allah mengeluarkan nabi-nabi itu dari mereka.Kemudian dia berkata tentang firmanNya: (Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun) dia berkata bahwa di antara mereka terdapat orang yang telah ditetapkan Allah masuk dalam keimanan, dan dia memohon ampunan, yaitu melakukan shalat, yaitu penduduk Makkah. Pendapat semacam itu diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, ‘Athiyyah Al-Aufi, Sa'id bin Jubair, dan As-Suddi.
Sumber: https://tafsirweb.com/2898-surat-al-anfal-ayat-32.html
Informasi
Surat
الانفال (Al-Anfal)
Rampasan Perang — 75 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
32 dari 75 ayat
Juz
Juz 9
Halaman
Halaman 180
Ruku
Ruku 149
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 36 (72/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1192 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-8