الانفال (Al-Anfal)
Surat ke-8, Ayat ke-47
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَاۤءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ بِمَايَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah keluar meninggalkan negeri mereka dalam keadaan sombong dan riya, untuk menghalang-halangi manusia dari masuk ke dalam agama Allah. Dan Allah meliputi segala yang mereka perbuat, tidak ada yang terlewatkan olehNya sesuatupun.
Sumber: https://tafsirweb.com/2913-surat-al-anfal-ayat-47.html
📚 Tafsir as-Sa'di
47. Khusyulah dan tunduklah kepada Rabbmu. “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.” Yakni, inilah tujuan mereka keluar berperang, dan inilah yang memicu mereka keluar dari negeri mereka, yaitu demi keangkuhan dan kesombongan di bumi, agar orang-orang melihat dan membanggakan mereka, dan tujuan terbesar adalah bahwa mereka hendak menghalangi dari jalan Allah bagi orang yang menitinya. “Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” Oleh karena itu Allah memberitahumu tentang tujuan mereka dan memperingatkan agar kamu tidak seperti mereka, karena Allah akan mengazab mereka dengan azab yang sangat berat. Hendaknya tujuanmu dalam peperangan adalah demi mengharap Wajah Allah, meninggikan agama Allah, membendung jalan yang menuju murka dan azab Allah, dan menarik manusia kepada jalan Allah yang lurus yang mengantarkan kepada Surga kenikmatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2913-surat-al-anfal-ayat-47.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
47 Wahai orang-orang muslim janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang keluar dari kampungnya pada hari Badr tuduhan Abu Jahal dengan rasa angkuh dan sombong atas kekuatan mereka dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah. Dan ilmu Allah meliputi apa yang mereka kerjakan sehingga tidak ada yang dapat mereka sembunyikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2913-surat-al-anfal-ayat-47.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 47-49 Setelah A!lah memerintahkan orang-orang mukmin untuk ikhlas dalam berjihad di jalanNya dan memperbanyak menyebut namaNya, Dia berfirman seraya melarang mereka menyerupai orang-orang musyrik yang keluar dari negeri mereka (dengan rasa angkuh) yaitu menolak perkara kebenaran (dan dengan maksud riya') yaitu bersikap sombong terhadap mereka. Sebagaimana Abu Jahal ketika dikatakan kepadanya,"Sesungguhnya kafilah Quraisy telah selamat maka kembalilah" lalu Abu Jahal berkata “Tidak, demi Allah, kami tidak akan kembali sehingga kami sampai di mata air Badar, lalu menyembelih unta dan minum khamr serta mendengarkan nyanyian biduan yang bernyanyi untuk kami, dan orang-orang Arab akan membicarakan tentang kedudukan kami pada hari itu selamanya" Tetapi kenyataannya adalah sebaliknya, karena ketika mereka sampai di mata air Badar, ternyata mereka mendatangi air yang mendidih dan mereka dimasukkan ke dalam sumur Badar dalam keadaan terhina, rendah, kecil dan celaka dalam azab yang kekal, Oleh karena itu Allah SWT berfirman : (Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan) yaitu Dzat yang mengetahui apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu, Allah membalas mereka dengan balasan yang buruk.
Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia) Mereka berkata bahwa mereka adalah orang-orang musyrik yang memerangi Rasulullah SAW pada perang Badar. Firman Allah SWT: (Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan.”Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindung kalian”), Setan (semoga dilaknat oleh Allah) menjadikan indah bagi mereka apa yang mereka datangi dan mereka inginkan itu, dan memberi semangat kepada mereka bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan mereka pada hari itu. Setan melenyapkan rasa takut dari kekhawatiran jika kampung halaman mereka didatangi oleh musuh mereka, Bani Bakar.
Lalu setan berkata "Sesungguhnya aku ini adalah pelindung kalian" Demikian itu tampak bagi mereka ketika setan menyerupai Suraqah bin Malik bin Ju'syum, pemimpin Bani Mudlij, pembesar di daerah itu. Semuanya itu sebagaimana Allah SWT berfirman tentangnya: (Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka (120) (Surah An-Nisa) Ketika musuh Alla melihat para malaikat (setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat) Qatadah berkata,”Demikianlah kebiasaan musuh Allah kepada orang yang taat dan menurutinya.
Sehingga ketika kebenaran bertemu dengan kebathilan, maka iblis menyerahkan keburukan dan dia berlepas diri dari mereka saat itu. Saya berkata kebiasaan bagi orang yang menaatinya, sebagaimana firman Allah SWT: ((Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu.” Maka tatkala manusia itu lelah kafir, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam” (16)) (Surah Al-Hasyr) dan: (Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih (22)) (Surah Ibrahim) Firman Allah: ((Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata.”Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, sebagian kelompok berdekatan dengan sebagian lain, maka Allah menjadikan sedikit jumlah orang-orang muslim berjumlah di mata orang-orang musyrik, dan juga jumlah orang-orang musyrik di mata orang-orang muslim.
Lalu orang-orang musyrik berkata,"Mereka itu ditipu oleh agamanya" Sesungguhnya merea mengatakan demikian karena melihat sedikitnya jumlah oang-orang muslim, sehingga mereka menyangka bahwa mereka pasti dapat mengalahkan orang-orang muslim, tanpa diragukan lagi dalam hal itu. lalu Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana) Firman Allah (Barang siapa yang tawakal kepada Allah) yaitu menyandarkan diri kepadaNya (maka sesungguhnya Allah Maha perkasa) yaitu orang yang memohon perlindungan kepadaNya tidak akan dirugikan, sesungguhya Allah Maha Perkasa lagi Maha Mencegah segala sesuatu dari segala sisi lagi Maha Agung kekuasaanNya (lagi Maha bijaksana) dalam perbuatanNya sehingga Dia tidak menempatkan sesuatu kecuali pada tempatnya, sehingga Dia menolong orang yang layak mendapatkan pertolongan, dan menelantarkan orang yang pantas atas hal itu
Sumber: https://tafsirweb.com/2913-surat-al-anfal-ayat-47.html
Informasi Tambahan
Juz
10
Halaman
183
Ruku
151