الانفال (Al-Anfal)

Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
زَيَّنَ
menjadikan memandang baik
لَهُمُ
bagi/kepada mereka
الشَّيْطٰنُ
syaitan
اَعْمَالَهُمْ
pekerjaan mereka
وَقَالَ
dan ia berkata
لَا
tidak ada
غَالِبَ
menang
لَكُمُ
bagi kalian
الْيَوْمَ
pada hari
مِنَ
dari
النَّاسِ
manusia
وَاِنِّيْ
dan sesungguhnya saya
جَارٌ
pelindung
لَّكُمْۚ
bagi kalian
فَلَمَّا
maka tatkala
تَرَاۤءَتِ
saling melihat
الْفِئَتٰنِ
kedua pasukan
نَكَصَ
ia berbalik
عَلٰى
atas
عَقِبَيْهِ
tumitnya/kebelakang
وَقَالَ
dan ia berkata
اِنِّيْ
sesungguhnya saya
بَرِيْۤءٌ
berlepas diri
مِّنْكُمْ
daripada kamu
اِنِّيْٓ
sesungguhnya saya
اَرٰى
saya melihat
مَا
apa
لَا
tidak ada
تَرَوْنَ
kamu lihat
اِنِّيْٓ
sesungguhnya saya
اَخَافُ
saya takut
اللّٰهَ
Allah
ۗوَاللّٰهُ
dan Allah
شَدِيْدُ
sangat keras
الْعِقَابِ
siksaan
ࣖ
﴿٤٨﴾
Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu.” Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras siksa-Nya.
1208 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ingatlah oleh kalian ketika setan memperindah pandangan kaum musyrikin terhadap motivasi mereka datang dan apa yang hendak mereka perbuat. Ia berkata kepada mereka, ” tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan kalian hari ini. Dan sesungguhnya aku akan menjadi penolong bagi kalian.” maka ketika dua pasukan telah saling berhadapan; yaitu kaum musyrikin beserta setan mereka dan kaum muslimin bersama para malaikat, setan mundur kabur kebelakang, sambil berkata kepada kaum musyrikin, ”sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian dan sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak lihat, yatu para malaikat yang datang sebagai bala bantuan bagi kaum muslimin.Dan sesungguhnya aku takut kepada Allah.” maka setan membiarkan mereka dan berlepas diri dari mereka. Dan Allah maha dahsyat siksaanNya bagi orang-orang yang durhaka kepadaNya dan tidak bertaubat dengan taubat nasuha.

Sumber: https://tafsirweb.com/2914-surat-al-anfal-ayat-48.html

Tafsir as-Sa'di

48. “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka,” menjadikannya indah dalam hati mereka dan menipunya, “dan mengatakan, ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkanmu pada hari ini,” karena kamu dengan jumlah, senjata dan kondisi yang mana Muhammad dan teman-temannya tidak mampu melawanmu. “Dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.” Dari siapa pun yang kamu takutkan keburukannya, karena iblis menampakkan diri dalam wujud Suraqah bin Malik bin Ju’syum al-Mudliji, dan mereka takut kepada Bani Mudlij karena adanya permusuhan di antara mereka. Setan berkata kepada mereka, “Aku lah pelindungmu.” Maka tenanglah mereka dan hadir dengan kesombongan dan keyakinan menang. “Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling melihat (berhadapan)”, pasukan Muslimin dan pasukan kafirin, lalu tiba-tiba setan melihat Jibril memimpin pasukan malaikat, maka ia sangat ketakutan. “setan itu balik ke belakang”, yakni lari terbirit-birit “seraya berkata”, kepada orang yang ia tipu dan perdayai. “Sesungguhnya saya berlepas diri darimu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat.” Yakni aku melihat malaikat yang tak seorang pun sanggup melawannya. “Sesungguhnya saya takut kepada Allah.” Yakni takut akan menyegerakan azab kepadaku di dunia. “Dan Allah sangat keras siksaNya.” Ada kemungkinan setan telah menipu mereka dan membisikkan di dalam dada mereka bahwa mereka tidak akan dikalahkan oleh manusia siapa pun, dan bahwa ia melindungi mereka. Ketika ia berhasil menggiring ke medan perang, maka ia berlepas diri dari mereka dan meninggalkan mereka, sebagaimana Allah berfirman, (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam".Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. (Al-Hasyr:16-17).

Sumber: https://tafsirweb.com/2914-surat-al-anfal-ayat-48.html

Tafsir Al-Wajiz

48 Ingatlah ketika syaitan menjadikan orang musyrik memandang baik atas pekerjaan mereka berupa keluar rumah untuk memerangi orang muslim dan berkata dalam hati mereka: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang atas kalian pada hari ini sebab kekuatan dan jumlah pasukan serta senjata kalian, sesungguhnya aku ini adalah pelindung dan penolongmu dari setiap musuh”. Maka tatkala kedua pasukan mukmin dan kafir itu saling berhadapan di medan pertempuran, syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri dari kalian, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat. Yaitu para malaikat yang datang untuk menolong orang-orang mukmin; sesungguhnya aku takut kepada Allah bahwa Dia akan membinasakanku”.Allah sangat keras siksa-Nya kepada mereka yang membangkang dan durhaka atas perintah-Nya. Syaitan telah datang kepada kaum Qurays dengan perwujudan Saraqah bin Malik dari Bani Bakr bin Kinanah. Sesungguhnya kaum Qurays takut jika Bani Bakr menghalangi mereka dari belakang

Sumber: https://tafsirweb.com/2914-surat-al-anfal-ayat-48.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 47-49 Setelah A!lah memerintahkan orang-orang mukmin untuk ikhlas dalam berjihad di jalanNya dan memperbanyak menyebut namaNya, Dia berfirman seraya melarang mereka menyerupai orang-orang musyrik yang keluar dari negeri mereka (dengan rasa angkuh) yaitu menolak perkara kebenaran (dan dengan maksud riya') yaitu bersikap sombong terhadap mereka. Sebagaimana Abu Jahal ketika dikatakan kepadanya,"Sesungguhnya kafilah Quraisy telah selamat maka kembalilah" lalu Abu Jahal berkata “Tidak, demi Allah, kami tidak akan kembali sehingga kami sampai di mata air Badar, lalu menyembelih unta dan minum khamr serta mendengarkan nyanyian biduan yang bernyanyi untuk kami, dan orang-orang Arab akan membicarakan tentang kedudukan kami pada hari itu selamanya" Tetapi kenyataannya adalah sebaliknya, karena ketika mereka sampai di mata air Badar, ternyata mereka mendatangi air yang mendidih dan mereka dimasukkan ke dalam sumur Badar dalam keadaan terhina, rendah, kecil dan celaka dalam azab yang kekal, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman : (Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan) yaitu Dzat yang mengetahui apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu, Allah membalas mereka dengan balasan yang buruk.Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia) Mereka berkata bahwa mereka adalah orang-orang musyrik yang memerangi Rasulullah ﷺ pada perang Badar. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan.”Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindung kalian”), Setan (semoga dilaknat oleh Allah) menjadikan indah bagi mereka apa yang mereka datangi dan mereka inginkan itu, dan memberi semangat kepada mereka bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan mereka pada hari itu. Setan melenyapkan rasa takut dari kekhawatiran jika kampung halaman mereka didatangi oleh musuh mereka, Bani Bakar.Lalu setan berkata "Sesungguhnya aku ini adalah pelindung kalian" Demikian itu tampak bagi mereka ketika setan menyerupai Suraqah bin Malik bin Ju'syum, pemimpin Bani Mudlij, pembesar di daerah itu. Semuanya itu sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentangnya: (Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka (120) (Surah An-Nisa) Ketika musuh Alla melihat para malaikat (setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat) Qatadah berkata,”Demikianlah kebiasaan musuh Allah kepada orang yang taat dan menurutinya.Sehingga ketika kebenaran bertemu dengan kebathilan, maka iblis menyerahkan keburukan dan dia berlepas diri dari mereka saat itu. Saya berkata kebiasaan bagi orang yang menaatinya, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: ((Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu.” Maka tatkala manusia itu lelah kafir, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam” (16)) (Surah Al-Hasyr) dan: (Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih (22)) (Surah Ibrahim) Firman Allah: ((Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata.”Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, sebagian kelompok berdekatan dengan sebagian lain, maka Allah menjadikan sedikit jumlah orang-orang muslim berjumlah di mata orang-orang musyrik, dan juga jumlah orang-orang musyrik di mata orang-orang muslim.Lalu orang-orang musyrik berkata,"Mereka itu ditipu oleh agamanya" Sesungguhnya merea mengatakan demikian karena melihat sedikitnya jumlah oang-orang muslim, sehingga mereka menyangka bahwa mereka pasti dapat mengalahkan orang-orang muslim, tanpa diragukan lagi dalam hal itu. lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana) Firman Allah (Barang siapa yang tawakal kepada Allah) yaitu menyandarkan diri kepadaNya (maka sesungguhnya Allah Maha perkasa) yaitu orang yang memohon perlindungan kepadaNya tidak akan dirugikan, sesungguhya Allah Maha Perkasa lagi Maha Mencegah segala sesuatu dari segala sisi lagi Maha Agung kekuasaanNya (lagi Maha bijaksana) dalam perbuatanNya sehingga Dia tidak menempatkan sesuatu kecuali pada tempatnya, sehingga Dia menolong orang yang layak mendapatkan pertolongan, dan menelantarkan orang yang pantas atas hal itu

Sumber: https://tafsirweb.com/2914-surat-al-anfal-ayat-48.html

Informasi

Surat

الانفال (Al-Anfal)

Rampasan Perang — 75 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

48 dari 75 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 183

Ruku

Ruku 151

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 37 (73/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1208 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-8