التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
فَسِيْحُوْا
maka berjalanlah kamu
فِى
di
الْاَرْضِ
(muka) bumi
اَرْبَعَةَ
empat
اَشْهُرٍ
bulan
وَّاعْلَمُوْٓا
dan ketahuilah
اَنَّكُمْ
bahwa kamu
غَيْرُ
tidak/bukan
مُعْجِزِى
melemahkan
اللّٰهِ
Allah
ۙوَاَنَّ
dan sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
مُخْزِى
menghinakan
الْكٰفِرِيْنَ
orang-orang kafir
﴿٢﴾
Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
1237 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka berjalanlah kalian (wahai kaum musyrikin), di muka bumi selama empat bulan, kalian bisa pergi kemana saja kalian suka dalam keadaan aman dari kaum mukminin. Dan ingatlah bahwa sesungguhnya kalian tidak akan lolos dari siksaan. Dan sesungguhnya Allah akan menghinakan orang-orang kafir dan membebaskan pada mereka kenistaan di dunia dan neraka di akhirat.Ayat ini berlaku pada kalangan yang menjalin perjanjian yang bersifat mutlak, bukan perjanjian yang berdurasi hingga waktu tertentu, atau golongan yang terikat dengan perjanjian selama kurang dari empat bulan sehingga dilengkapi masanya hingga empat bulan, atau pihak yang menjalin perjanjian kemudia dia melanggarnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3018-surat-at-taubah-ayat-2.html

Tafsir as-Sa'di

1-2. “Inilah pernyataan pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya yang di hadapkan”, kepada seluruh orang-orang musyrik yang berada dalam perjanjian damai, bahwa mereka memiliki empat bulan untuk berkeliling dunia sesuka mereka dalam keadaan aman dari orang-orang Mukmin, dan setelah empat bulan tersebut tidak ada lagi perjanjian dan jaminan. Ini berlaku bagi mereka yang dalam perjanjian mutlak, tidak terbatas atau terbatas, dengan empat bulan atau kurang, adapun yang mempunyi perjanjian lebih dari empat bulan, maka wajib disempurnakan sampai akhir, jika tidak dikhawatirkan pengkhianatannya, dan mereka tidak memulai membatalkan penjanjian. Kemudian Allah memperingatkan orang-orang musyrik yang berada di dalam perjanjian, bahwa meskipun mereka aman, mereka tidak dapat melemahkan Allah dan mengelahanNya, barangsiapa diantara mereka yang terus berpegang dengan kesyirikan, maka Allah pasti akan menghinakannya.Hal ini termasuk pendorong bagi mereka untuk masuk Islam, kecuali orang-orang yang menyombongkan diri, dan menetang dan mengabaikan ancaman Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3018-surat-at-taubah-ayat-2.html

Tafsir Al-Wajiz

2 Katakanlah kepada kaum musyrikin: Maka berjalanlah kamu kaum musyrikin di muka bumi selama empat bulan, dimulai dari hari Haji akbar pada hari kesepuluh bulah Dzulhijjah tahun kesembilan hari penyampaian surat ini. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah dengan lari darinya ketika Dia hendak menghukum kesyirikan kalian, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir dan mengazab mereka di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3018-surat-at-taubah-ayat-2.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-2 Surat yang mulia ini termasuk salah satu yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Bukhari, dia berkata,”Telah bercerita kepada kami Abu Al-Walid, telah bercerita kepada kami Syu'bah, dari Abu Ishaq, dia berkata,”Aku mendengar Al-Barra berkata bahwa akhir ayat yang diturunkan adalah (Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepada kalian tentang kalalah”) (Surah An-Nisa: 176) dan surat yang terkhir diturunkan adalah surah Bara’ah Permulaan surah ini diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau kembali dari perang Tabuk dan mereka menunaikan haji.Disebutkan bahwa orang-orang musyrik di musim haji tahun itu datang sebagaimana kebiasaan mereka. Mereka melakukan thawaf di Ka’bah dengan telanjang. Dan Nabi ﷺ tidak suka berbaur dengan mereka, lalu beliau mengirimkan Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebagai pemimpin haji pada tahun itu, untuk memimpin manasik mereka, dan untuk memberitahukan orang-orang musyrik bahwa sesudah tahun itu mereka tidak boleh menunaikan haji lagi.Serta agar menyerukan kepada manusia ((Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan dari Allah dan Rasul-Nya); Setelah dia kembali, beliau menjadikan Ali bin Abi Thalib untuk mengiringinya sebagai utusan dari Rasulullah ﷺ karena dia adalah 'ashabah bagi beliau sebagaimana penjelasannya akan nanti. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Ini adalah pemutusan perhubungan dari Allah dan Rasul-Nya) Ini adalah pemutusan hubungan dari Allah dan Rasulallah (kepada orang-orang musyrik yang kalian (kaum muslim) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) (1) Maka berjalanlah kalian (kaum musyrik) di muka bumi selama empat bulan) Para mufasir berbeda pendapal sangat banyak di sini. Sebagian berkayta bahwa ayat ini bagi orang yang telah mengadakan perjanjian perdamaian secara mutlak tanpa ikatan waktu. atau orang yang terikat perjanjian kurang dari empat bulan, lalu disempurnakan menjadi empat bulan.Adapun orang yang mempunyai perjanjian perdamaian yang memiliki ikatan waktu, maka batas waktunya adalah sampai habis masanya berapapun lamanya, berdasarkan firman Allah سبحانه وتعالى (maka terhadap mereka itu patuhilah janjinya sampai habis waktunya) (Surah At-Taubah: 4) dan berdasarkan hadits yang akan dijelaskan nanti.Siapa saja antara dia dan Rasulullah ﷺ terdapat perjanjian perdamaian, maka batas perjanjiannya sampai habis masanya" Pendapat ini adalah yang paling baik dan paling kuat. Ibnu Jarir memilih pendapat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/3018-surat-at-taubah-ayat-2.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

2 dari 129 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 187

Ruku

Ruku 156

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 38 (75/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1237 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9