التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
يُرِيْدُوْنَ
mereka berkehendak
اَنْ
bahwa/untuk
يُّطْفِـُٔوْا
memadamkan
نُوْرَ
cahaya
اللّٰهِ
Allah
بِاَفْوَاهِهِمْ
dengan mulut mereka
وَيَأْبَى
dan enggan/tidak menghendaki
اللّٰهُ
Allah
اِلَّآ
selain
اَنْ
bahwa/untuk
يُّتِمَّ
menyempurnakan
نُوْرَهٗ
cahayaNya
وَلَوْ
walaupun
كَرِهَ
tidak menyukai
الْكٰفِرُوْنَ
orang-orang kafir
﴿٣٢﴾
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.
1267 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir menghendaki dengan pendustaan mereka untuk menghilangkan agama islam dan membatalkan hujjah-hujjah Allah dan bukti-bukti nyata tentang keesaanNya yang dibawa oleh Muhammad . Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan agamaNYa dan menampakkannya serta meninggikan kalimatNya, meskipun orang-orang yang ingkar tidak menyukainya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3048-surat-at-taubah-ayat-32.html
Tafsir as-Sa'di
32. Maka ketika terbukti bahwa tidak ada hujjah atas apa yang mereka katakan, dan tidak ada bukti atas apa yang mereka letakkan, akan tetapi hanyalah ucapan dan kedustaan yang mereka ada-adakan, maka Allah mengabarkan bahwa, “mereka berkehendak,” dengan ini “memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.” Cahaya Allah adalah agamaNya yang dengannya Dia mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab. Allah menamakannya cahaya karena ia dijadikan sebagai cahaya penerang dalam kegelapan kebodohan dan agama-agama yang batil.Ia adalah ilmu dana mal dengan kebenaran, sedangkan selainnya adalah kebalikannya. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrikin lain yang menyerupai mereka ingin memadamkan cahaya Allah hanya dengan ucapan mereka yang sama sekali tak berdalil. “Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya”, karena itu adalah cahaya yang terang kuat, yang tidak mungkin bagi seluruh makhluk untuk memadamkannya meski mereka bersatu, sementara yang menurunkannya adalah pemegang ubun-ubun segenap hamba. Dan Dia menjamin menjaganya dari siapa pun yang ingin berbuat jahat kepadanya.Oleh karena itu, Dia berfirman, “Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai,” dan berusaha dengan keras dalam menolak dan membatalkannya, sesungguhnya usaha mereka tidak akan memudaratkan kebenaran sedikit pun.
Sumber: https://tafsirweb.com/3048-surat-at-taubah-ayat-32.html
Tafsir Al-Wajiz
32. Dengan perkataan dan argumentasi palsu serta fitnah, para ahli kitab bermaksud memadamkan Al-Qur’an dan hidayahnya, serta Islam dan syariatnya. Dan Allah tidak berkehendak kecuali menampakkan dan meninggikan agamaNya yang lurus dan menyelamatkan rasulNya walaupun orang-orang kafir membenci hal tersebut
Sumber: https://tafsirweb.com/3048-surat-at-taubah-ayat-32.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 32-33 Allah سبحانه وتعالى berfirman,”Orang-orang kafir dari kalangan orang-orang musyrik dan Ahli Kitab: (Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah) yaitu petunjuk dan agama yang benar yang Dia kirimkan melalui Rasulullah ﷺ, yang mereka bantah dan buat-buat. Perumpamaan mereka dalam hal itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya bulan dengan tiupan. Tidak ada jalan untuk itu.Demikian juga apa yang dikirimkan melalui Rasulallah ﷺ itu pasti sempurna dan tampak. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى seraya menjawab apa yang mereka inginkan dan kehendaki: (dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.) dan kafir adalah orang yang menutupi sesuatu. Berdasarkan hal itu, malam disebut dengan kata “kafir” (penutup), sebab malam menutupi segala sesuatu, dan seorang petani disebut dengan kafir, karena dia menutup benih tanaman didalam tanah, sebagaimana Allah berfirman: (Menyenangkan hati penanam-penanamnya) (Surah Al-Hadid: 20).Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar) Petunjuk adalah sesuatu yang dibawa beliau. berupa berita-berita yang benar, keiimanan yang benar, dan ilmu yang bermanfaat. Agama yang benar adalah amal shalih yang benar dan bermanfaat di dunia dan akhirat. (untuk dimenangkan-Nya atas segala agama) yaitu di atas semua agama, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah melipatkan bumi untukku bagian barat dan timurnya, dan kelak kerajaan umatku akan mencapai semua bagian yang dilipatkan bagiku darinya"
Sumber: https://tafsirweb.com/3048-surat-at-taubah-ayat-32.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
32 dari 129 ayat
Juz
Juz 10
Halaman
Halaman 192
Ruku
Ruku 160
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 38 (76/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1267 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9