التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
يَّوْمَ
pada hari
يُحْمٰى
dipanaskan
عَلَيْهَا
atasnya
فِيْ
didalam
نَارِ
neraka
جَهَنَّمَ
jahanam
فَتُكْوٰى
maka/lalu dibakarlah
بِهَا
dengannya
جِبَاهُهُمْ
dahi mereka
وَجُنُوْبُهُمْ
dan lambung mereka
وَظُهُوْرُهُمْۗ
dan punggung mereka
هٰذَا
inilah
مَا
apa
كَنَزْتُمْ
kamu simpan
لِاَنْفُسِكُمْ
untuk dirimu
فَذُوْقُوْا
maka rasakanlah
مَا
apa
كُنْتُمْ
kalian adalah
تَكْنِزُوْنَ
kamu simpan
﴿٣٥﴾
(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
1270 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari kiamat akan diletakkan lempengen-lempengan emas dan perak di dalam neraka. Apabila panasnya sudah membara, maka dibakarlah dengannya dahi-dahi, lambung-lambung, dan punggung-punggung mereka, dan dikatakan kepada mereka sebagai celaan bagi mereka, ”ini adalah harta yang dulu kalian tahan dan kalian menolak mengeluarkan hak-hak Allah darinya, maka rasakanlah siksaan pedih ini dikarenakan kalian menimbun dan menahannya,

Sumber: https://tafsirweb.com/3051-surat-at-taubah-ayat-35.html

Tafsir as-Sa'di

35. Kemudian Allah menafsirkannya dengan FirmanNya, “Pada hari dipanaskan” yaitu pada harta mereka “dalam Neraka Jahanam”, setiap dinar dan emas dipanaskan sedemikian rupa, “lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka,” pada Hari Kiamat. Setiap kali ia dingin, siksa itu dilakukan kembali pada hari yang lamanya seperti lima puluh ribu tahun (di dunia), maka dikatakan kepada mereka dengan celaan dan hinaan. “INilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” Allah tidak menzhalimimu, akan tetapi kamulah yang menzhalimi dirimu sendiri dan disiksa dengan kekayaan ini.Dalam dua ayat ini Allah menyebutkan penyimpangan manusia pada hartanya, yaitu dengan satu dari dua hal: bisa dengan membelanjakannya dalam kebatilan yang tidak bermanfaat apa pun, justru yang didapatkan hanyalah mudarat semata, seperti dengan membelanjakan harta dalam memuaskan nafsu dan kemaksiatan yang tidak mendukung ketaatan kepada Allah, dan mengeluarkannya untuk menghalang-halangi dari jalan Allah, bisa pula dengan tidak menafkahkannya pada hal yang bersifat wajib, dan larangan terhadap sesuatu merupakan perintah kepada kebalikannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3051-surat-at-taubah-ayat-35.html

Tafsir Al-Wajiz

35. Pada hari dimana harta yang mereka kumpulkan dalam neraka Jahanam yang sangat panas, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya (harta yang dipanaskan). Dan dikatakan kepada mereka dengan ejekan dan hinaan: “Inilah yang kalian timbun, silahkan kalian nikmati, lalu rasakanlah azab dan akibat dari harta yang kalian kumpulkan tanpa menunaikan zakatnya, karena setiap harta itu harus ditunaikan zakatnya, bukan ditimbun”

Sumber: https://tafsirweb.com/3051-surat-at-taubah-ayat-35.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

As-Suddi berkata bahwa kata “Ahbar” itu menurut orang-orang Yahudi, dan “Ar-Ruhban” itu menurut orang-orang Nasrani. hal itu sebagaimana Allah berfirman bahwa “Al-Ahbar” adalah orang-orang alim Yahudi, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendata mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?) (Surah Al-Maidah: 63) dan “Ar-Ruhban” adalah orang-orang yang ahli ibadah dari orang-orang Nasrani, dan orang-orang alim mereka adalah pendeta, sebagaimana Allah berfirman: (Yang demikian itu disebabkan di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib) (Surah Al-Maidah: 82) Yang dimaksud adalah waspada terhadap ulama yang jahat dan ahli ibadah yang sesat Disebutkan dalam hadits shahih,”Sesungguhnya kalian benar-benar akan meniru perbuatan orang-orang sebelum kalian, satu langkah demi satu langkah.Para sahabat bertanya, "Apakah yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani?" Nabi ﷺ menjawab, "Lalu siapa lagi?" Menurut riwayat lain, mereka mengatakan Persia dan Romawi, maka Nabi ﷺ menjawab, "Lalu siapa lagi kalau bukan mereka?" Yang dimaksud adalah peringatan dari menyerupai mereka dalam ucapan dan keadaan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah) Demikian itu karena mereka memakan hal dunia dengan agama.Mereka juga memakan harta orang lain dengan kedudukan dan kepemimpinan mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh para rahib Yahudi di masa Jahiliah, mereka mempunyai kehormatan, dan mereka mendapatkan hadiah dan pajak untuk diri mereka sendiri. Ketika Allah mengutus Rasulallah ﷺ, mereka terus berada pada kesesatan, kekufuran, dan keingkaran mereka karena ketamakan mereka untuk mempertahankan kepemimpinan itu. Lalu Allah memadamkannya dengan cahaya kenabian, dan mencabutnya dari mereka, serta menggantinya dengan kehinaan dan kerendahan, dan mereka kembali dengan murka dari Allah سبحانه وتعالى Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah) yaitu di samping mereka memakan sesuatu yang haram, mereka menghalangi manusia supaydari mengikuti kebenaran; dan mencampurkan kebenaran dengan kebathilan, dan menampakkan kepada para pengikutnya yang tidak tahu bahwa mereka mengajak kepada kebaikan, dan mereka tidak seperti yang mereka duga. bahkan mereka adalah orang-orang yang mengajak kepada neraka, dan pada hari kiamat mereka tidak ditolong.Firman Allah: (Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah) Mereka adalah golongan ketiga dari pemimpin manusia, karena sesungguhnya manusia itu adalah beban para ulama, para hamba, dan orang-orang yang memiliki harta. Jika keadaan mereka rusak, maka keadaan manusia juga rusak, sebagaimana sebagian mereka berkata: Tiada yang merusak agama kecuali para raja, orang-orang alim. dan rahib-rahib yang jahat. Adapun kata “Al-kanzu”, Malik meriwayatkan dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar bahwa itu adalah harta yang tidak ditunaikan zakatnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka, "Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu” (35) yaitu firman ini dikatakan kepada mereka sebagai kecaman, hinaan, dan ejekan, sebagaimana firmanNya: (Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang panas (48) Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia (49)) (Surah Ad-Dukhan) yaitu halini karena tindakan itu, dan ini adalah sesuatu yang dahulu kalian simpan.Oleh karena itu,"Siapa saja yang mencintai sesuatu dan mendahulukannya di atas ketaatan kepada Allah, maka dia akan diazab dengan hal itu, dan mereka itu ketika mengumpulkan harta ini, dan lebih mereka sukai daripada ridha Allah kepada mereka, maka mereka akan diazab dengan hal itu"

Sumber: https://tafsirweb.com/3051-surat-at-taubah-ayat-35.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

35 dari 129 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 192

Ruku

Ruku 160

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 39 (77/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1270 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9