Kembali ke Surat At-Taubah

التوبة (At-Taubah)

Surat ke-9, Ayat ke-49

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْۗ اَلَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْاۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ

Dan di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh, Jahanam meliputi orang-orang yang kafir.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan diantara orang-orang munafik ada orang yang meminta izin untuk tidak pergi berjihad, dan mengatakan, ”janganlah kamu menjerumuskanku dalam cobaan dengan apa yang nanti muncul saat aku ikut keluar berupa fitnah wanita.” Sesungguhnya mereka telah terjerumus dalam fitnah kemunafikan yang besar, maka sesungguhnya neraka jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir kepada Allah dan hari akhir, tidak ada seorangpun dari mereka yang dapat lolos.

Sumber: https://tafsirweb.com/3065-surat-at-taubah-ayat-49.html

📚 Tafsir as-Sa'di

49. Yakni, dari kalangan orang-orang yang munafik itu yang meminta izin untuk berangkat dengan memberi alasan yang aneh, dia berkata, “Berilah saya izin”, tidak pergi berperang, “dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus kedalam firnah”, dengan keluar jihad, karena jika aku keluar untuk jihad dan melihat wanita Bani al-Ashfar maka aku tidak bisa menahan diri, sebagaimana hal itu di ucapkan oleh al-Jad bin Qais, padahal maksud mereka adalah semoga Allah menimpakan keburukan kepadanya adalah nifak dan riya, dengan mengatakan bahwa tujuanku baik karena kalau aku keluar berperang berarti fitnah yang menjebloskan diri kepada keburukan, sedangkan kalau aku tidak keluar maka itu berarti keselamatan dan keterjagaan dari keburukan. Allah berfirman menjelaskan kedustaan perkataan ini, “Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah.” Seandaianya maksud ucapan itu adalah benar, maka penolakan berangkat jihad tetap saja saja mengakibatkan kerugian besar dan fitnah yang besar yang pasti terjadi, yaitu kemaksiatan kepada Allah dan kepada Rasulnya serta keberanian kepada dosa yang besar lagi berat.

Adapun kerugian berangkat jihad maka ia lebih kecil di bandingkan dengan keberangkatan, padahal ia belum terjadi. Namun maksud orang tersebut hanyalah penolakan terhadap jihad, tidak lain. Oleh karena itu Allah mengancamnya dengan firmanNya. “dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.” Mereka tidak mungkin selamat, berlari, dan menghindar darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3065-surat-at-taubah-ayat-49.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

49. Wahai Rasul, di antara orang-orang munafik itu ada yang berkata kepadamu: “Ijinkanlah aku untuk mengundurkan diri dari jihad dan janganlah menempatkanku dalam fitnah, yaitu dosa dengan tidak memberiku ijin, karena aku akan terjerumus dalam dosa jika aku mengundurkan diri tanpa seijinmu” Ingatlah, sesungguhnya mereka itu terjerumus dalam fitnah dengan mengundurkan diri dari jihad, munafik dan mengajukan uzur palsu. Sesungguhnya neraka Jahanam itu mengelilingi seluruh orang-orang kafir, sehingga mereka tidak bisa lari darinya.

Ibnu Abbas berkata: “Ketika Nabi SAW hendak pergi untuk perang Tabuk, beliau berbicara kepada Jaddun bin Qays: ”Apa pendapatmu terkait berperang melawan Bani Ashfar yaitu Romawi?” Lalu dia menjawab: “Wahai Rasulallah, sesungguhnya aku adalah seseorang yang memiliki banyak wanita, dan ketika aku melihat wanita-wanita Bani Ashfar maka sungguh aku akan terpikat, maka berilah aku ijin dan janganlah engkau menempatkanku dalam fitnah” lalu turunlah ayat ini”

Sumber: https://tafsirweb.com/3065-surat-at-taubah-ayat-49.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT berfirman,”Wahai Muhammad, di antara orang-orang munafik itu ada orang yang bekata kepadamu: (Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang)) tetap tinggal (dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah) untuk berangkat bersamamu karena wanita-wanita Romawi. Lalu Allah SWT berfirman: (Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah) jatuh ke dalam fitnah dengan ucapan ini Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir) yaitu tidak ada jalan keluar dan jalan untuk melarikan diri bagi mereka dari neraka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3065-surat-at-taubah-ayat-49.html

Informasi Tambahan

Juz

10

Halaman

195

Ruku

162

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved