التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
يَحْلِفُوْنَ
mereka bersumpah
بِاللّٰهِ
dengan Allah
مَا
tidak
قَالُوْا
mereka mengatakan
ۗوَلَقَدْ
dan/padahal sesungguhnya
قَالُوْا
mereka mengatakan
كَلِمَةَ
perkataan
الْكُفْرِ
kekafiran
وَكَفَرُوْا
dan mereka kafir
بَعْدَ
sesudah
اِسْلَامِهِمْ
Islam mereka
وَهَمُّوْا
dan mereka mengingini
بِمَا
kepada apa
لَمْ
yang tidak
يَنَالُوْاۚ
mereka capai
وَمَا
dan tidak
نَقَمُوْٓا
mereka mencela
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
telah
اَغْنٰىهُمُ
mencukupkan mereka
اللّٰهُ
Allah
وَرَسُوْلُهٗ
dan RAsulNya
مِنْ
dari
فَضْلِهٖ
karuniaNya
ۚفَاِنْ
maka jika
يَّتُوْبُوْا
mereka bertaubat
يَكُ
adalah itu
خَيْرًا
lebih baik
لَّهُمْ
bagi mereka
ۚوَاِنْ
dan jika
يَّتَوَلَّوْا
mereka berpaling
يُعَذِّبْهُمُ
niscaya mengazab mereka
اللّٰهُ
Allah
عَذَابًا
azab
اَلِيْمًا
pedih
فِى
di
الدُّنْيَا
dunia
وَالْاٰخِرَةِ
dan akhirat
ۚوَمَا
dan tidak
لَهُمْ
bagi mereka
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
مِنْ
dari
وَّلِيٍّ
pelindung
وَّلَا
dan tidak
نَصِيْرٍ
penolong
﴿٧٤﴾
Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.
1309 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang munafik bersumpah dengan nama Allah bahwa sesungguhnya mereka tidak mengatakan apapun yang menyakiti rasulullah dan kaum muslimin,sesungguhnya mereka itu benar-benar dusta. sesungguhnya mereka telah mengatakan kalimat kekafiran dan dengan itu mereka murtad keluar dari islam, dan berusha melancarkan mudarat terhadap rasulullah Muhammad, namun Allah tidak memberi kesempatan mereka untuk itu. Orang-orang munafik tidak mendapati sesuatu yang dapat mereka cela dan kritik, hanya saja Allah memberikan karunia kepada mereka, dan Dia mencukupi mereka dengan apa yang dibukakan Allah bagi nabiNya berupa kebaikan dan keberkahan. Apabila orang-orang kafir itu kembali menuju keimanan dan taubat, maka itu lebih baik bagi mereka.Dan apabila mereka berpaling dan bertahan dalam keadaan mereka itu, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih di dunia melalui tangan-tangan kaum mukminin, dan di akhirat dengan nereka jahanam. Dan mereka tidak memiliki penyelamat yang menyelamatkan mereka dan penolong yang menghalangi siksaan buruk dari mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3090-surat-at-taubah-ayat-74.html
Tafsir as-Sa'di
74. “Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran.” Yakni jika mereka mengucapkan ucapan seperti ucapan sebagian mereka, "benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya"(Al-Munafiqun:8). Dan perkataan yang mereka katakan satu demi satu yang menghina Rasulullah dan agamanya, jika dia mengetahui bahwa Nabi telah mendengar apa yang diucapkannya, maka dia datang kepada beliau bersumpah bahwa dia tidak mengatakannya, maka Allah membantah ucapan mereka, “Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran dan telah menjadi kafir sesudah Islam.” Islam mereka yang lalu secara lahir memang mengentaskan mereka dari lingkaran kekufuran, akan tetapi ucapan mereka yang akhir membatalkan Islam mereka dan memasukkan mereka ke dalam kekufuran. “Dan mereka menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya.” Hal itu ketika mereka ingin mencelakai Nabi di perang Tabuk, Allah menceritakan perihal mereka kepada Nabi, maka beliau pun memerintahkan sebagian sahabat untuk menghalang-halangi maksud mereka. “Dan” keadaan mereka sesungguhnya adalah “mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya)”, dan menjelek-jelekkan Rasulullah, “kecuali karena Allah dan RasulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka.” Setelah sebelumnya mereka adalah orang-orang miskin dan papa, ini termasuk perkara yang mengherankan, di mana mereka melecehkan orang yang menjadi penyebab keluarnya mereka dari kegelapan menuju cahaya dan penyebab kekayaan mereka setelah sebelumnya miskin.Padahal yang seharusnya mereka lakukan adalah menghormatinya, memuliakannya, dan beriman kepadanya, sehingga terkumpul faktor pendorong kekuatan (beragama) dan keluhuran kemanusiaan. Kemudian Allah menawarkan taubat kepada mereka, Dia berfirman, “Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka”, karena taubat adalah dasar kebahagiaan dunia dan akhirat. “Dan jika mereka berpaling”, dari taubat dan dari kembali kepada Allah “niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat.” Di dunia dengan kesedihan, kecemasan, dan kemarahan atas pertolongan Allah terhadap agamaNya dan dukunganNya kepada NabiNya serta kegagalan mereka meraih apa yang mereka inginkan, dan di akhirat adalah dengan azab yang membakar. “Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung di muka bumi”, yang mengurusi perkara-perkara mereka dan mewujudkan keinginan mereka, “dan tidak (pula) penolong”, yang menolak perkara yang tidak diinginkan. Apabila mereka telah terputus dari pertolongan Allah, maka yang ada adalah kesengsaraan, kerugian, keburukan, dan kemelaratan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3090-surat-at-taubah-ayat-74.html
Tafsir Al-Wajiz
74. Orang-orang munafik itu bersumpah palsu demi Allah, yaitu bahwa mereka tidak mengatakan sesuatu yang telah sampai kepadamu berupa kutukan dan kata-kata sia-sia. Sungguh mereka telah mengucapkan kata-kata kufur, yaitu mengutuk Nabi ﷺ, dan mengatakan hal sia-sia tentang agama.Mereka menampakkan kekufuran setelah menampakkan keislamannya. Dan mereka menginginkan sesuatu yang tidak bisa dicapai, yaitu membunuh nabi ﷺ di malam ‘Aqabah di tengah perang Tabuk, mereka berjumlah sekitar puluhan laki-laki. Mereka bermaksud mengusir orang-orang mukmin dari Madinah.Mereka tidak mencela, membenci, dan ingkar kecuali mendapatkan sesuatu yang harus disyukuri dan dipuji, yaitu mereka diberi kekayaan Allah dari keutamaanNya berupa rampasan perang, setelah mereka berada dalam kesempitan hidup. Maka jika mereka mau bertaubat dan beriman, maka iman tersebut baik bagi mereka, namun jika mereka menolak beriman, maka Allah akan menghukum mereka dengan azab yang pedih di dunia, dengan dibunuh dan ditawan, dan diazab dengan azab neraka di akhirat. Dan tidaklah mereka memiliki penolong yang menyelamatkan mereka di dunia.Tidak ada pula penyelamat yang menyelamatkan dan melindungi mereka dari azab. Ayat ini turun terkait orang-orang munafik di tengah perjalanan menuju perang Tabuk, yaitu ketika mereka mengutuk rasulullah ﷺ dan para sahabatnya dan berkata sia-sia tentang agama. Lalu Hudzaifah menyampaikan apa yang mereka katakan kepada rasulullah, lalu beliau bertanya kepada mereka: “Wahai orang munafik, apakah maksud ucapan kalian yang sampai kepadaku ini?”, kemudian mereka bersumpah tidak mengatakan hal itu, lalu turunlah ayat ini untuk menampik sumpah mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3090-surat-at-taubah-ayat-74.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 73-74 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Rasulallah سبحانه وتعالى untuk berjihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keras kepada mereka, sebagaimana Dia memerintahkan agar bersikap lemah lembut orang yang mengikuti beliau yaitu orang-orang mukmin. Dia memberitahukan bahwa tempat kembali orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu adalah di neraka di akhirat nanti. Ibnu Abbas berkata,”Allah سبحانه وتعالى memerintahkan beliau untuk berjihad melawan orang-orang kafir dengan senjata dan orang-orang munafik dengan lisan, serta menafikan sikap lemah lembut terhadap mereka.Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa jihad melawan mereka adalah dengan menegakkan hukum-hukum atas mereka. Terkadang dikatakan bahwa tidak ada pertentangan di antara pendapat-pendapat ini, karena terkadang mereka disiksa dengan ini, dan terkadang dengan itu, sesuai dengan keadaannya. Hanya Allah yang lebih mengetahui.Firman Allah: (Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam) Anas bin Malik berkata,”Aku pernah bersedih hati apa yang menimpa kaumku di Al-Harrah. Lalu Zaid bin Arqam menulis surat kepadaku, dan telah sampai kepadanya kesedihanku, Dia menyebutkan bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,”Ya Allah, berilah ampunan bagi orang-orang Anshar, dan anak-anak mereka” Ibnu Al-Fadhl ragu tentang kata "Anak-anak orang Anshar." Ibnu Al-Fadhl berkata,"Lalu Anas bertanya kepada sebagian orang yang ada di dekatnya tentang Zaid bin Arqam.Lalu ada seseorang yang berkata bahwa Zaid bin Arqam adalah orang yang pernah disebutkan Rasulullah ﷺ,”'Allah telah memperkenankan baginya dengan telinganya" dia berkata,”Demikian itu ketika Zaid mendengar laki-laki dari orang-orang munafik yang berkata sedangkan Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah,”Jika dia benar, berarti kita ini lebih buruk daripada keledai” Lalu Zaid bin Arqam berkata, “Dia, demi Allah, benar, dan sesungguhnya kamu lebih buruk daripada keledai” Kemudian hal tersebut disampaikan kepada Rasulullah ﷺ lalu orang yang mengatakan hal itu mengingkarinya, lalu Allah menurunkan ayat ini membenarkan Zaid, yakni firmanNya: (Mereka bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakannya) Firman Allah (dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya) Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Ath-Thufail, dia berkata,”Ketika Rasulullah ﷺ kembali dari perang Tabuk, beliau memerintahkan kepada orang yang menyeru untuk menyerukan,"Sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengambil jalan 'Aqabah, maka jangan ada seseorang pun yang menempuhnya" Ketika unta Rasulullah ﷺ dituntun oleh Hudzaifah dan digiring oleh Ammar, tiba-tiba datanglah segolongan orang yang mengendarai unta. Mereka menutupi Ammar yang sedang menggiring unta Rasulullah ﷺ lalu Ammar memukuli bagian depan unta mereka, dan Rasulullah ﷺ bersabda kepada Hudzaifah,"Hentikanlah, hentikanlah" sehingga unta Rasulullah ﷺ menunduk, lalu Rasulullah ﷺ turun dari unta beliau, dan Ammar telah kembali. beliau bersabda,"Wahai Ammar, apakah kamu tahu siapakah kaum itu?" Ammar menjawab,"Sungguh aku mengenali pelana mereka, dan kaum itu memakai cadar" Rasulullah ﷺ bertanya.”Apakah kamu tahu apa yang mereka maksud?" Ammar menjawab,"Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui." Rasulullah ﷺ menjawab,"Mereka bermaksud menjadikan unta Rasulullah lari, lalu menjatuhkannya dari untanya" Lalu Ammar bertanya kepada salah satu sahabat Rasulullah ﷺ, lalu dia berkata,"Aku memohon kepadamu dengan nama Allah. berapakah jumlah orang yang di 'Aqabah itu?" Orang itu menjawab,"Empat belas lelaki" Ammar berkata, "Jika kamu termasuk seseorang dari mereka, maka jumlah mereka lima belas orang" Rasulullah ﷺ mengecualikan tiga orang di antara mereka, dan mereka berkata, "Demi Allah, kami tidak mendengar penyeru dari Rasulullah ﷺ, dan kami tidak mengetahui apa yang dikehendaki kaum itu" Lalu Ammar berkata,"Saya bersaksi bahwa kedua belas orang yang tersisa itu mengobarkan peperangan terhadap Allah dan Rasulallah di kehidupan dunia dan pada hari kiamat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka) yaitu Rasulullah ﷺ tidak mempunyai kesalahan apa pun kepada mereka, kecuali karena Allah telah memberikan kecukupan kepada mereka dengan kemurahan dan karuniaNya.Seandainya nikmat Allah telah disempurnakan kepada beliau, maka Allah memberi mereka petunjuk terhadap apa yang dibawa oleh beliau, sebagaimana yang disabdakan Nabi ﷺ kepada orang-orang Anshar,”Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi pertunjuk kepada kalian melalui aku, dan kalian dalam keadaan terpecah belah, lalu Allah menyatukan kalian melalui aku, dan dalam keadaan miskin, lalu Allah memberikan kecukupan kepada kalian melalui aku” Setiap perkataan yang disabdakan Nabi ﷺ, mereka berkata,"Hanya kepada Allah dan Rasulallah kami beriman" Ungkapan ini dikatakan dalam keadaan tidak ada dosa, sebagaimana firmanNya: (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah (8)) (Surah Al-Buruj) dan sabda Rasulallah ﷺ,”Tidak sekali-kali Ibnu Jamil mencela kecuali karena pada asal mulanya dia fakir, lalu Allah memberinya kecukupan” Kemudian Allah ﷺ menyeru mereka untuk bertaubat.Lalu Allah berfirman: (Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka; dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat) yaitu jika mereka terus dalam jalan mereka, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia, yaitu dengan dibunuh, mendapat kesusahan, dan kesengsaraan, dan di akhirat yaitu azab, siksaan, kehinaan dan dikucilkan (dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi) yaitu tidak ada seorang pun yang dapat membahagiakan, menyelamatkan, dan mendapat suatu kebaikan, serta tidak ada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari keburukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3090-surat-at-taubah-ayat-74.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
74 dari 129 ayat
Juz
Juz 10
Halaman
Halaman 199
Ruku
Ruku 165
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 40 (79/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1309 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9