التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
فَاَعْقَبَهُمْ
maka (Allah) menimbulkan mereka
نِفَاقًا
kemunafikan
فِيْ
dalam
قُلُوْبِهِمْ
hati mereka
اِلٰى
sampai/kepada
يَوْمِ
hari/waktu
يَلْقَوْنَهٗ
mereka menemuiNya
بِمَآ
dengan apa/sebab
اَخْلَفُوا
mereka memungkiri
اللّٰهَ
Allah
مَا
apa
وَعَدُوْهُ
mereka janjikan kepadaNya
وَبِمَا
dan dengan apa /sebab
كَانُوْا
adalah mereka
يَكْذِبُوْنَ
mereka berdusta
﴿٧٧﴾
Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
1312 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka balasan perbuatan mereka dan kesudahan nasib mereka, adalah Dia menambahkan kemunafikan di atas kemunafikan mereka, sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya hingga Hari perhitungan amal tiba. Hal itu disebabkan oleh pengingkaran mereka terhadap janji yang sudah mereka ikrarkan dengan kuat pada diri mereka, dan disebabkan kemunafikan dan kedustaan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3093-surat-at-taubah-ayat-77.html

Tafsir as-Sa'di

77. Karena mereka tidak menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah, Allah menghukum mereka dan “Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadaNya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.” Maka hendaknya seorang Mukmin mewaspadai sifat buruk ini, yaitu berjanji kepada Allah jika maksudnya yang begini dan begini tercapai, maka dia tidak akan melakukan ini dan itu, kemudian dia tidak menepati, karena bisa jadi Allah menghukumnya dengan kemunafikan seperti mereka. Dan sungguh Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam telah bersabda dalam hadits yang shohih : "tanda munafiq itu ada tiga : jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika diberi amanat dia khianat" Munafik ini berjanji kepada Allah jika Dia memberikan karuniaNya kepadanya niscaya dia akan bersedekah dan menjadi orang yang shalih, dia berbicara lalu berdusta, dia melakukan suatu perjanjian lalu mengkhianati, dan dia berjanji lalau tidak menepati.

Sumber: https://tafsirweb.com/3093-surat-at-taubah-ayat-77.html

Tafsir Al-Wajiz

77. Kebakhilan tersebut menumbuhkan yang sangat kokoh dalam hati mereka, sampai mati karena mengingkari apa yang mereka janjikan kepada Allah berupa sedekah dan perbuatan baik, atau Dia menambahi kemunafikan mereka sampai hari kiamat, yaitu hari dimana mereka bertemu Tuhan akibat mengingkari janji dan berdusta, yaitu ingkar janji dan tidak mau menepatinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3093-surat-at-taubah-ayat-77.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 75-78 Allah سبحانه وتعالى berfirman,”Di antara orang-orang munafik itu terdapat seseorang yang memberikan janji kepada Allah,"Jika Allah memberinya kecukupan dari keutamaanNya, maka dia benar-benar akan menyedekahkan sebagian dari hartanya, dan dia benar-benar termasuk orang-orang yang shalih" Lalu dia tidak memenuhi apa yang telah dia ucapkan, tidak pula membenarkan apa yang dia klaim. Lalu Allah menghukum mereka akibat perbuatan itu karena kemunafikan yang menetap dalam hatinya sampai hari mereka bertemu dengan Allah سبحانه وتعالى pada hari kiamat nanti, Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya) yaitu Allah menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka karena mereka mengingkari sumpah mereka dan berdusta.Sebagaimana dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda,”Tanda orang munafik itu ada tiga, jika berbicara, dia berdusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya dia berkhianat” Hadits ini memiliki banyak bukti yang menguatkannya. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia mengetahui rahasia dan yang tersembunyi. Dia mengetahui isi hati mereka, sekalipun mereka menampakkan bahwa jika mereka mendapatkan harta, mereka akan menyedekahkan sebagian dari harta itu dan bersyukur atas harta itu.Sesungguhnya Allah lebih mengetahui tentang mereka daripada diri mereka sendiri. Allah Maha Mengetahui semua yang ghaib, yakni mengetahui semua yang ghaib dan tampak, semua rahasia dan bisikan hati. Dia mengetahui semua yang tampak dan yang tersembunyi.

Sumber: https://tafsirweb.com/3093-surat-at-taubah-ayat-77.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

77 dari 129 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 199

Ruku

Ruku 165

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 40 (80/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1312 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9