التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
فَاِنْ
maka jika
رَّجَعَكَ
mengembalikan kamu
اللّٰهُ
Allah
اِلٰى
kepada
طَاۤىِٕفَةٍ
suatu golongan
مِّنْهُمْ
dari mereka
فَاسْتَأْذَنُوْكَ
maka mereka minta izin kepadamu
لِلْخُرُوْجِ
untuk keluar
فَقُلْ
maka katakanlah
لَّنْ
tidak
تَخْرُجُوْا
kamu keluar
مَعِيَ
bersamaku
اَبَدًا
selamanya
وَّلَنْ
dan tidak akan/boleh
تُقَاتِلُوْا
kamu memerangi
مَعِيَ
bersamaku
عَدُوًّاۗ
musuh
اِنَّكُمْ
sesungguhnya kalian
رَضِيْتُمْ
kamu rela/senang hati
بِالْقُعُوْدِ
dengan duduk/tinggal
اَوَّلَ
pertama
مَرَّةٍۗ
kali
فَاقْعُدُوْا
maka duduklah kamu
مَعَ
bersama
الْخَالِفِيْنَ
orang-orang yang tidak ikut perang
﴿٨٣﴾
Maka jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”
1318 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Jika Allah mengembalikanmu (wahai rasul), dari peperanganmu untuk berjumpa dengan segolongan dari orang-orang munafik yang tetap bertahan diatas kemunafikan, lalu mereka meminta izin kepadamu untuk ikut berangkat perang menuju peperangan yang lain pasca perang tabuk, maka katakanlah kepada mereka, ”kalian tidak akan pernah keluar bersamaku selamanya dalam suatu peperanganpun, dan kalian tidak akan pernah berperang bersamaku untuk melawan musuh dari semua musuh; karena sesungguhnya kalian lebih rido untuk tidak berangkat perang sejak pertama kali. Maka tinggalah kalian bersama orang-orang yang tidak ikut serta dalam berjihad bersama rasulullah .

Sumber: https://tafsirweb.com/3099-surat-at-taubah-ayat-83.html

Tafsir as-Sa'di

83. “Maka jika Allah mengembalikan kepada satu golongan dari mereka”, yaitu orang-orang yang tidak berjihad tanpa alasan dan tidak menyesalinya, “kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang)”, untuk perang yang lain yang mungkin lebih mudah, “maka katakanlah”, kepada mereka sebagai hukuman, “kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku,” karena Alllah akan mencukupkanku darimu. “Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” Ini seperti yang difirmankan Allah, "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al-An’am:110). Orang yang merasa keberatan yang tidak melakukan apa yang diperintahkan, pada saat kesempatan itu terbuka, dia tidak akan diberi taufik kepadanya dan pada kesempatan berikutnya dia akan dihalangi darinya, ini sekaligus sebagai hukuman ta’zir bagi mereka, karena jika terbukti di kalangan kaum Muslimin bahwa mereka itu termasuk orang-orang yang dicekal untuk berangkat berjihad karena kedurhakaan mereka, maka hal itu merupakan tamparan, aib dan celaan bagi mereka, dan agar tidak ada seorang pun yang melakukan seperti yang mereka lakukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/3099-surat-at-taubah-ayat-83.html

Tafsir Al-Wajiz

83. Maka jika Allah mengembalikanmu dari perang Tabuk kepada suatu golongan dari orang-orang munafik itu, wahai Nabi dan mereka belum bertaubat dari kemunafikannya, dan masih enggan berjihad dengan tinggal di Madinah, lalu meminta ijin kepadamu untuk ikut perang lainnya, maka katakanlah kepada mereka: “Kalian tidak akan pergi berjihad dan berperang bersamaku melawan musuh di setiap tempat selamanya” Itu sebagai hukuman bagi mereka dan berlepas diri dari kerusakan mereka. “Sesungguhnya awalnya kalian rela untuk diam di saat perang Tabuk. Maka diamlah bersama orang-orang yang mengundurkan diri dari perang, yaitu orang-orang yang lemah, para perempuan dan anak-anak”

Sumber: https://tafsirweb.com/3099-surat-at-taubah-ayat-83.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Rasulallah ﷺ: (Maka jika Allah mengembalikanmu) yaitu Allah mengembalikanmu dari peperanganmu ini (kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang)) bersamamu ke peperangan lainnya. (maka katakanlah, "Kalian tidak boleh keluar dengan aku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku) yaitu sebagai sanksi dan hukuman bagi mereka. Kemudian alasan ini disebutkan dengan firmanNya: (Sesungguhnya kalian telah rela tidak pergi berperang yang pertama) Ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya) (Surah Al An’am : 110) Sesungguhnya balasan perbuatan buruk adalah keburukan setelahnya, sebagaimana balasan perbuatan baik adalah kebaikan setelahnya. sebagaimana Allah berfirman tentang umrah Hudaibiyyah: (Orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata apabila kalian berangkat untuk mengambil barang rampasan) (Surah Al-Fath: 15).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Karena itu. duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang) Ibnu Abbas berkata, yaitu para laki-laki yang tidak ikut berperang.

Sumber: https://tafsirweb.com/3099-surat-at-taubah-ayat-83.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

83 dari 129 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 200

Ruku

Ruku 166

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 40 (80/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1318 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9