التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
وَلَا
dan jangan
تُصَلِّ
kamu menyembahyangkan
عَلٰٓى
atas
اَحَدٍ
seseorang
مِّنْهُمْ
diantara mereka
مَّاتَ
yang mati
اَبَدًا
selamanya
وَّلَا
dan jangan
تَقُمْ
kamu berdiri
عَلٰى
atas
قَبْرِهٖۗ
kuburnya
اِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِاللّٰهِ
dengan Allah
وَرَسُوْلِهٖ
dan RasulNya
وَمَاتُوْا
dan mereka mati
وَهُمْ
dan/sedang mereka
فٰسِقُوْنَ
orang-orang fasik
﴿٨٤﴾
Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
1319 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (wahai rasul) salah seorang yang telah mati dari kalangan orang-orang munafik untuk selamanya, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya untuk mendoakan kebaikan baginya. Sebab, sesungguhnya mereka itu telah kafir kepada Allah dan kepada rasulNya, dan mereka mati dalam keadaan fasik. Inilah hukum secara umum pada orang yang sudah diketahui kemunafikannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3100-surat-at-taubah-ayat-84.html

Tafsir as-Sa'di

84. Allah berfirman, “Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka,” orang-orang munafik. “Dan janganlah kamu berdiri (mendo'akan) di kuburnya,” setelah dikubur untuk mendo'akannya, karena do'a dan berdiri di atas kubur mereka adalah syafaat darinya kepada mereka, sementara tak berguna lagi syafaat bagi mereka.Begitulah, siapa pun yang diketahui bahwa dia adalah kafir dan munafik, maka dia tidak dishalatkan (ketika mati). Di dalam ayat ini terdapat dalil disyariatkannya shalat jenazah atas orang-orang yang beriman dan berdiri di atas kubur mereka untuk mendoakan mereka, sebagaimana Nabi melakukan hal itu kepada orang-orang yang beriman, karena pembatasan larangan pada orang-orang munafik menunjukkan bahwa hal itu dibolehkan untuk orang-orang yang beriman.

Sumber: https://tafsirweb.com/3100-surat-at-taubah-ayat-84.html

Tafsir Al-Wajiz

84. Dan jangan sampai kamu menyalati salah seorang munafik yang mati, wahai Nabi, yaitu shalat jenazah, dan janganlah kamu berhendi di kuburannya untuk mendoakannya. Sesungguhnya mereka itu kufur kepada Allah dan rasulNya.Mereka keluar jalan keadilan dan jalan yang lurus. Dan mereka mati dalam keadaan tersebut. Ayat ini turun karena Nabi ﷺ menyalati pemimpin orang-orang munafik, yaitu Abdullah bin Ubay.Lalu setelah itu beliau tidak menyalati orang-orang munafik.

Sumber: https://tafsirweb.com/3100-surat-at-taubah-ayat-84.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Rasulullah ﷺ agar berlepas diri dari orang-orang munafik, tidak menyalatkan seorang pun dari mereka yang mati, dan tidak berdiri di kuburnya untuk memohonkan ampun baginya atau berdoa untuknya; karena sesungguhnya mereka mengingkari Allah dan Rasulullah, dan mereka mati dalam kekafirannya. Hal ini merupakan hukum yang mencakup setiap orang yang telah dikenal kemunafikannya, sekalipun penyebab turunnya ayat ini tentang Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin orang-orang munafik. Sebagaimana Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata,”Ketika Abdulah bin Ubay mati, anaknya Abdullah datang menghadap Rasulullah ﷺ dan meminta baju beliau untuk digunakan sebagai kafan ayahnya.Lalu Rasulullah ﷺ memberinya baju beliau. Kemudian dia meminta Rasulullah ﷺ untuk menyalatkan ayahnya. lalu Rasulullah ﷺ berdiri untuk menyalatkannya. Lalu Umar berdiri dan menarik baju beliau dan berkata,"Wahai Rasulullah, engkau akan menyalatkan jenazahnya, dan sungguh Tuhanmu telah melarangmu menya­latkannya?" lalu Rasulullah ﷺ bersabda,”Sesungguhnya Allah hanya memberiku pilihan.Dia telah berfirman (Kamu mohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka”, maka Allah tidak akan mengampuni mereka) (Surah At-Taubah: 80) Dan aku akan menambahkannya lebih dari tujuh puluh kali.Umar berkata,"Dia adalah orang munafik" lalu Rasulullah ﷺ menyalatkannya. Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat ini (Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang pun yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya)

Sumber: https://tafsirweb.com/3100-surat-at-taubah-ayat-84.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

84 dari 129 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 200

Ruku

Ruku 166

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 40 (80/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1319 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9