التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
لَيْسَ
tidak
عَلَى
atas
الضُّعَفَاۤءِ
orang-orang yang lemah
وَلَا
dan tidak
عَلَى
atas
الْمَرْضٰى
orang-orang yang sakit
وَلَا
dan tidak
عَلَى
atas
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
لَا
tidak
يَجِدُوْنَ
mereka memperoleh
مَا
apa
يُنْفِقُوْنَ
mereka nafkahkan
حَرَجٌ
berdosa/bersalah
اِذَا
apabila
نَصَحُوْا
mereka jujur/ikhlas
لِلّٰهِ
kepada Allah
وَرَسُوْلِهٖۗ
dan RasulNya
مَا
apa
عَلَى
atas
الْمُحْسِنِيْنَ
orang-orang yang berbuat kebaikan
مِنْ
dari
سَبِيْلٍ
jalan
ۗوَاللّٰهُ
dan Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
رَّحِيْمٌۙ
Maha Penyayang
﴿٩١﴾
Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
1326 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Tidak ada dosa atas orang-orang yang mempunyai alasan benar, seperti orang-orang yang lemaah fisik, orang-orang yang sakit, orang-orang fakir yang tidak memiliki sesuatu untuk mereka pergunakan sebagai persiapan berangkat jihad untuk tidak berperang, bila mereka bersikap ikhlas kepada Allah dan rasulNya, serta mengerjakan syariatNya.Tidak ada jalan untuk menyalahkan dan menghukum orang yang berbuat baik dari orang yang terhalangi keadaan untuk berjihad bersama rasulullah , sedang dia seorang yang bersikap baik kepada Allah dan rasulNya.Dan Allah maha pengampun bagi orang-orang yang berbuat baik lagi maha penyayang terhadap mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3107-surat-at-taubah-ayat-91.html

Tafsir as-Sa'di

91. Ketika Allah menyebutkan orang-orang yang mengemukakan udzur untuk tidak ikut berjihad, mereka ada dua golongan: golongan yang alasannya diterima oleh syariat dan golongan yang alasannya ditolak, maka hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah”, jasmani dan penglihatannya, tidak mempunyai kemampuan untuk pergi berperang “atas nama orang-orang yang sakit.” Ini mencakup seluruh jenis sakit yang mana penderitanya tidak mampu keluar berjihad, seperti pincang, buta, demam, radang selaput dara, mati separuh dan lain-lain. “Dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” Yakni mereka tidak mendapatkan bekal dan kendaran untuk menempuh perjalanan jihad. Mereka itu tiada berdosa dengan syarat berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya, yaitu beriman dengan iman yang benar, dengan niat dan tekad jika seandainya mereka mampu niscaya mereka akan berjihad, dan mereka melakukan apa yang mereka mampu, yaitu memberikan dorongan, ajaran, serta semangat kepada orang lain untuk berjihad. “Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik.” Yakni jalan untuk disalahkan, karena dengan kebaikan mereka terkait dengan hak Allah dan hak para hamba membuat mereka tidak disalahkan, jika seorang hamba melakukan apa yang dia mampu dengan baik, maka gugurlah kesalahan pada apa yang dia tidak mampu.Ayat ini dijadikan sebagai dalil atas sebuah kaidah, yaitu bahwa barangsiapa yang berbuat kebaikan kepada orang lain pada jiwanya atau pada hartanya dan lainnya, lalu kebaikannya itu menimbulkan kekurangan atau kerusakan, maka dia tidak bertanggung jawab (menanggung) karena dia berbuat baik, dan tidak ada jalan untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Sebagaimana ayat ini juga menunjukkan bahwa orang yang berbuat buruk seperti orang yang lalai, maka dia harus menanggungnya. “Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Di antara ampunan dan rahmatNya adalah bahwa Dia memaafkan orang-orang yang lemah dan memberi mereka pahala dengan niat kuat mereka, sama dengan pahala orang-orang yang mampu melakukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/3107-surat-at-taubah-ayat-91.html

Tafsir Al-Wajiz

91. Tiada dosa bagi orang-orang lemah (Orang tua yang renta, para perempuan dan anak-anak) untuk meninggalkan jihad, tidak berdosa pula orang yang sakit seperti orang yang sakit-sakitan dan orang buta, dan tidak juga orang-orang fakir yang tidak bisa menafkahi diri sendiri. Apabila mereka ikhlas dalam keimanannya dan ikrarnya hanya kepada Allah, mengakui rasulullah sebagai Nabi dengan nubuwwahnya, menaati keduanya (Allah dan rasulullah) dalam perintah dan larangannya, maka tidaklah atas orang-orang yang ikhlas hanya kepada Allah dan rasulnya, yaitu mereka yang uzur itu, suatu dosa, celaan, dan teguran karena mundur dalam jihad.Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi mereka dengan memberikan keleluasaan bagi mereka dan tidak memberi beban yang tidak mampu mereka tanggung. Ayat ini turun terkait orang buta yang datang menanyai rasulullah ﷺ tentang aturan peperangan yang sebenarnya, lalu turunlah ayat {Laisa ‘alad dhu’afa’}

Sumber: https://tafsirweb.com/3107-surat-at-taubah-ayat-91.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 91-93 Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan udzur-udzur yang tidak ada dosa bagi orang yang tidak ikut berperang. Lalu Allah menyebutkan sebagian darinya yang lazim bagi seseorang yang tidak bisa terlepas darinya, yaitu lemah tubuhnya yang membuatnya tidak mampu bertahan dalam berjihad. Di antaranya juga buta, pincang, dan keadaan semacam itu.Oleh karena itu, dimulai dengan hal ini. Alasan lainnya yang keadaannya sementara seperti sakit yang menghambat dan menyulitkan tubuhnya untuk berangkat berjihad di jalan Allah; atau karena kemiskinannya sehingga dia tidak mampu mempersiapkan diri untuk berperang. Maka tidak ada dosa bagi mereka jika mereka memberi nasehat dalam keadaan tinggal mereka, dan tidak membuat gentar dan menghambat orang lain, serta mereka tetap berbuat baik dalam keadaan itu.Oleh karena itu Allah berfirman: (Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan cacian terhadap orang-orang yang meminta izin untuk tinggal, padahal mereka adalah orang-orang kaya.Allah mengecam keridhaan mereka untuk tinggal di Madinah bersama para wanita yang ditinggalkan di rumahnya. (dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka))

Sumber: https://tafsirweb.com/3107-surat-at-taubah-ayat-91.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

91 dari 129 ayat

Juz

Juz 10

Halaman

Halaman 201

Ruku

Ruku 167

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 40 (80/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1326 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9