التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
اَلْاَعْرَابُ
orang-orang Arab dusun
اَشَدُّ
amat/sangat
كُفْرًا
kekafirannya
وَّنِفَاقًا
dan kemunafikannya
وَّاَجْدَرُ
dan lebih wajar
اَلَّا
bahwa tidak
يَعْلَمُوْا
mereka mengetahui
حُدُوْدَ
batas/hukum-hukum
مَآ
apa
اَنْزَلَ
menurunkan
اللّٰهُ
Allah
عَلٰى
atas
رَسُوْلِهٖ
RasulNya
ۗوَاللّٰهُ
dan Allah
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
حَكِيْمٌ
Maha Bijaksana
﴿٩٧﴾
Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
1332 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang Arab Badui, yaitu para penduduk pendalaman, lebih keras kekafiran dan kemunafikannya daripada para penghuni perkotaan. Demikian itu dikarenkan kekerasan perilaku dan kerasnya hati mereka dan jauhnya mereka dari ilmu dan ulama serta majelis nasihat dan tempat-tempat berdzikir. Karena latar belakang tersebut, mereka lebih besar kemungkinan tidak mengetahui rambu-rambu agama dan apa yang Allah turunkan berupa ajaran-ajaran syariat dan hukum-hukum.Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka semua, Mahabijaksana dalam pengaturaNya terhadap urusan-urusan hamba-hambaNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3113-surat-at-taubah-ayat-97.html

Tafsir as-Sa'di

97. Allah berfirman, “orang-orang Arab Badui itu”, yaitu mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman “lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya”, daripada orang kota meskipun mereka juga ada yang kafir dan munafik, hal itu karena beberapa sebab, di antaranya adalah jauhnya mereka dari pengetahuan tentang syariat-syariat agama, amal perbuatan dan hukum-hukum, maka mereka lebih layak, “dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya,” berupa dasar-dasar iman dan hukum-hukum perintah dan larangan.Lain halnya dengan orang-orang yang tinggal di kota, mereka lebih mungkin mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dengan ilmu ini, muncul pada mereka gambaran-gambaran yang baik dan keinginan kepada kebaikan yang mereka ketahui hal mana itu tidak ada di pedalaman. Pada orang-orang kota juga terdaapat tabiat yang lembut dan ketundukan kepada penyeru yang mana hal itu tidak terdapat pada orang-orang pedalaman.Orang kota juga bergaul dengan ahli iman dan berinteraksi lebih banyak daripada orang yang tinggal di pedalaman. Oleh karenanya orang-orang kota lebih layak mengetahui kebaikan daripada orang-orang di pedalaman, meski di kota dan di desa tetap ada orang-orang munafik dan kafir, hanya saja yang di pedalaman lebih keras dan lebih sangat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3113-surat-at-taubah-ayat-97.html

Tafsir Al-Wajiz

97. Penduduk padang pasir atau orang Baduwi itu lebih dahsyat kekufuran dan kemunafikannya daripada orang lain, karena kekerasan hati, kekolotan, ketidaktahuan dan terasingnya mereka dari pengetahuan dan kota. Barangsiapa menjadikan negeri Arab sebegai tempat tinggal maka dia adalah orang Arab, dan orang yang tinggal di padang pasir maka mereka adalah orang Baduwi.Mereka itu lebih pantas untuk tidak mengetahui batas-batas yang ditentukan Allah berupa syariat dan hukum karena keterasingan mereka dari pengetahuan dan tempat para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka, lagi Maha bijaksana dalam mengatur urusan-urusan makhlukNya. Ayat ini turun terkait orang-orang Baduwi, yaitu Bani Asad dan bani Ghatfan dan terkait orang-orang Baduwi yang datang ke Madinah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3113-surat-at-taubah-ayat-97.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 97-99 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang-orang kafir, orang-orang munafik, dan orang-orang mukmin. Dan kekufuran dan kemunafikan pada mereka itu lebih besar, lebih dahsyat dan lebih dominan daripada yang lainnya. yaitu mereka tidak mengetahui hukum-hukum yang telah diturunkan Allah kepada RasulNya. Berdasarkan sifat keras dan kasar penduduk Badui, maka Allah tidak mengutus seorang rasul pun dari kalangan mereka, dan sesungguhnya pengutusan itu hanya terjadi di kalangan penduduk kota, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk kota) (Surah Yusuf: 109) Dan ketika orang Arab Badui itu memberikan hadiah kepada Rasulullah ﷺ, maka Rasulullah ﷺ membalasnya berlipat ganda sampai dia puas.Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya aku berniat untuk tidak menerima suatu hadiah pun kecuali dari orang Quraisy, atau orang Tsaqafi atau orang Anshar atau orang Dausiy” karena mereka tinggal di kota-kota, yaitu Makkah, Thaif, Madinah, dan Yaman. Mereka lebih lembut akhlaknya daripada orang-orang Arab Badui, karena wataknya orang-orang Arab Badui itu kasar. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu Maha Mengetahui orang yang pantas Dia ajari keimanan dan ilmu, dan Maha Bijaksana dalam pembagian ilmu, kebodohan, keimanan, kekufuran, dan kemunafikan di antara hamba-hambaNya.Tidak ada yang meminta pertanggungjawaban kepadaNya tentang apa yang Dia perbuat karena ilmu dan kebijaksanaanNya. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa di antara mereka: (ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya) yaitu di jalan Allah (sebagai suatu kerugian) yaitu kebangkrutan dan kerugian (dan dia menanti-nanti mara bahaya menimpa kalian) yaitu menunggu kalian ditimpa kejadian dan malapetaka (merekalah yang akan ditimpa mara bahaya) yaitu sebaliknya menimpa mereka dan keburukan mengelilingi mereka (Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) yaitu Maha Mendengar doa hamba-hambaNya, dan Maha Mengetahui siapa yang layak mendapat kemenangan dan siapa yang layak mendapat kehinaan. Firman Allah: (Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul) Ini merupakan golongan yang terpuji dari kalangan orang-orang Arab Badui.Mereka adalah orang-orang yang menjadikan harta yang mereka nafkahkan di jalan Allah sebagai sesuatu untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah, dan mereka berharap dengan itu untuk mendapatkan doa Rasulallah untuk mereka (Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah)) yaitu ketahuilah bahwa hal itu mereka dapatkan (Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)

Sumber: https://tafsirweb.com/3113-surat-at-taubah-ayat-97.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

97 dari 129 ayat

Juz

Juz 11

Halaman

Halaman 202

Ruku

Ruku 167

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 41 (81/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1332 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9