التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
وَاٰخَرُوْنَ
dan orang-orang lain
اعْتَرَفُوْا
mereka mengakui
بِذُنُوْبِهِمْ
dengan dosa-dosa mereka
خَلَطُوْا
mereka mencampur adukkan
عَمَلًا
amal/pekerjaan
صَالِحًا
yang baik
وَّاٰخَرَ
dan yang lain
سَيِّئًاۗ
yang buruk
عَسَى
mudah-mudahan
اللّٰهُ
Allah
اَنْ
akan
يَّتُوْبَ
Dia menerima taubat
عَلَيْهِمْۗ
atas mereka
اِنَّ
akan
اللّٰهَ
Allah
غَفُوْرٌ
Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
﴿١٠٢﴾
Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
1337 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan ada orang-orang yang lain dari penduduk Madinah dan penduduk sekitarnya yang mengakui dosa-dosa mereka dan menyesalinya, serta telah bertaubat darinya, mereka mencampuradukan amal shalih (berupa taubat, menyesal,mengakui dosa dan yang lainnya dari amal-amal sholeh) dengan perbuatan buruk lainnya, (yaitu tidak turut serta berangkat perang bersama rasulullah dan mengajarkan perbuatan buruk lainnya), mudah-mudahan Allah memberikan taufik kepada mereka untuk bertaubat dan menerimanya dari mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun bagi hamba-hambaNYa lagi mahapenyayang terhadap mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3118-surat-at-taubah-ayat-102.html
Tafsir as-Sa'di
102. Allah berfirman, “Dan (ada pula) orang-orang lain”, yang di Madinah dan sekitarnya bahkan di negeri-negeri Islam yang lain “yang mengakui dosa-dosa mereka.” Yakni, mereka mengakuinya, menyesalinya, berusaha bertaubat darinya dan menyucikan dari kotorannya. “Mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk.” Dan suatu amal bukanlah amal shalih kecuali jika seorang hamba mempunyai dasar tauhid dan iman yang mengeluarkan dari kekufuran dan kesyirikan yang merupakan syarat bagi seluruh amal shalih, mereka mencampuradukkan antara amal yang baik dengan amal yang buruk dalam bentuk keberaniannya melakukan sebagian yang diharamkan dan kelalaian melakukan sebagian kewajiban.Namun bersamaan dengan itu mereka mengakui itu dan berharap Allah mengampuninya. Mereka itu “mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka.” Taubat Allah kepada hambaNya ada dua: pertama, memberi taufik kepada mereka untuk taubat, kedua, menerimanya setelah taubat itu dilakukan mereka. “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, yakni sifatNya adalah maghfirah dan rahmat di mana tidak ada makhluk yang terlepas darinya, bahkan tidak ada keberadaan alam langit dan bumi kecuali dengan keduanya. Seandainya Allah menyiksa manusia karena kezhaliman mereka, niscaya Dia tidak membiarkan satu pun binatang melata di muka bumi ini."Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Fathir: 41). Di antara ampunanNya adalah bahwa orang-orang yang bersikap berlebihan-lebihan terhadap diri mereka, yang menghabiskan umur mereka dengan amal-amal buruk, jika mereka bertaubat dan kembali kepadaNya meski hanya sesaat sebelum mati, maka Allah akan memaafkan mereka dan mengampuni kesalahan mereka.Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mencampuradukkan antara keburukan dengan kebaikan, yang mengakui dan menyesali dosa-dosanya namun tidak bertaubat dengan taubat yang nasuha, maka dia berada di antara ketakutan dan harapan, dan dia lebih dekat kepada keselamatan. Adapun orang yang mencampuradukkan antara kebaikan dan keburukan yang tidak mengakui dan tidak menyesali kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, bahkan dia masih terus melakukan dosanya, maka sangat dikhawatirkan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3118-surat-at-taubah-ayat-102.html
Tafsir Al-Wajiz
102. Dan kelompok lain penduduk Madinah itu mundur untuk berjihad tanpa uzur dan mengakui kemaksiatan mereka dan mencampur amal shalih mereka, yaitu mengerjakan syariat Islam bersama amal buruk. Yaitu mundur dari perang Tabuk.Kemudian mereka bertaubat dari perbuatan ini, barangkali Allah menerima taubat mereka. Maka mereka itu dimaafkan Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan Maha Penyayang bagi orang yang berbuat baik dan menyerahkan diri.Ayat ini turun terkait Abu Lubabah dan 5 orang yang bersamanya. Mereka mengikatkan diri pada tiang-tiang masjid sampai rasulullah melepaskan dan memaafkan mereka, Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat ini, lalu Nabi ﷺ melepaskan dan memaafkan mereka. Mereka berkata: “Wahai Rasulallah, inilah harta-harta kami, percayalah kepada kami dan mohonkanlah ampun untuk kami.” Lalu Nabi berkata: “Aku tidak diperintahkan untuk mengambil harta kalian sedikitpun.” Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat {Khudz min Amwaalihim Shadaqatan} ayat selanjutnya
Sumber: https://tafsirweb.com/3118-surat-at-taubah-ayat-102.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Setelah Allah menjelaskan keadaan orang-orang munafik yang tidak ikut berperang karena tidak suka berjihad, mendustakan dan meragukannya, maka Allah menjelaskan tentang keadaan orang-orang yang berdosa yang tidak ikut berjihad karena malas dan cenderung kepada keadaan yang istirahat, padahal mereka beriman dan membenarkan kebenaran. Allah berfirman (Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka) yaitu mereka mengakui sesuatu antata mereka dan Tuhan mereka, dan mereka mempunyai amal shalih lain.Mereka mencampurkan amalan ini dan dengan hal itu. Mereka itu masih di bawah pemaafan dan pengampunan Allah. Ayat ini sekalipun diturunkan tentang dengan orang-orang tertentu, tetapi mencakup semua orang yang berbuat dosa, berbuat kesalahan, dan mencampurkan sesuatu, serta tercemar.
Sumber: https://tafsirweb.com/3118-surat-at-taubah-ayat-102.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
102 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 203
Ruku
Ruku 168
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 41 (81/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1337 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9