التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
لَا
janganlah
تَقُمْ
kamu berdiri
فِيْهِ
didalamnya
اَبَدًاۗ
selama-lamanya
لَمَسْجِدٌ
sungguh mesjid
اُسِّسَ
didirikan
عَلَى
atas (dasar)
التَّقْوٰى
takwa
مِنْ
dari/sejak
اَوَّلِ
pertama/awal
يَوْمٍ
hari
اَحَقُّ
lebih hak/patut
اَنْ
bahwa
تَقُوْمَ
kamu berdiri/sembahyang
فِيْهِۗ
didalamnya
فِيْهِ
didalamnya
رِجَالٌ
orang laki-laki
يُّحِبُّوْنَ
mereka senang/ingin
اَنْ
bahwa
يَّتَطَهَّرُوْاۗ
mereka membersihkan diri
وَاللّٰهُ
dan Allah
يُحِبُّ
Dia menyukai
الْمُطَّهِّرِيْنَ
orang-orang yang bersih
﴿١٠٨﴾
Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.
1343 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah kamu berdiri (wahai Nabi) untuk shalat di dalam masjid itu selamanya. Sesungguhnya masjid yang di bangun di atas asas ketakwaan sejak hari pertama, (yaitu masjid Quba’), lebih pantas untuk kamu berdiri tegak sholat di dalamnya. Di dalam masjid ini, ada orang-orang yang menyukai bersuci dengan Air dari najis-najis dan kotoran-kotoran, sebagaimana mereka menyucikan diri dengan sikaf waro dan istigfar dari dosa-dosa dan kemaksiatan.Dan Allah mencintai orang-orang yang mensucikan diri. Dan apabila masjid quba di bangun diatas landasan ketakwaan sejak pertama, maka masjid rasulullah demikian pula, bahkan lebih patut berlandaskan ketakwaan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3124-surat-at-taubah-ayat-108.html
Tafsir as-Sa'di
108. “Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu selama-lamanya.” Janganlah kamu shalat di masjid yang dibangun untuk dhirar tersebut selama-lamanya, karena Allah telah mencukupimu darinya dan kamu tidaklah memerlukannya. “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama”, munculnya Islam di Quba, ia adalah masjid Quba yang didirikan di atas dasar keikhlasan menjalankan ketaatan kepada Allah, menegakkan dzikir kepadaNya, dan menegakkan syiar-syiar agamaNya, ia adalah masjid tua yang terkenal dengan itu. Masjid yang utama ini “adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya,” juga beribadah dan berdzikir kepada Allah. Ia adalah masjid mulia, dan orang-orangnya juga mulia.Oleh karena itu Allah memuji mereka dengan FirmanNya, “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri”, dari dosa, menyucikan diri dari kotoran, najis, dan hadats. Dan seperti yang telah diketahui bahwa siapa yang menginginkan sesuatu, maka dia akan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam apa yang dicintai, mereka pasti berusaha dengan sungguh-sungguh bersuci dari dosa-dosa, kotoran, dan hadats. Oleh karena itu mereka termasuk golongan pendahulu dalam Islam, mereka adalah orang-orang yang mendirikan shalat, memelihara jihad bersama Rasulullah, menegakkan syariat agama dan mereka termasuk orang-orang yang tidak menyelisihi Allah dan RasulNya.Setelah ayat ini turun yang berisi pujian atas bersucinya mereka, maka Nabi bertanya kepada mereka tentang cara mereka bersuci, mereka menjawab bahwa mereka memakai air (dalam bersuci ) setelah sebelumnya mereka memakai batu, maka Allah memuji perbuatan mereka. “Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”, bersih secara maknawi seperti menjauhi kesyirikan dan akhlak-akhlak yang buruk, bersih secara materi seperti menghilangkan najis dan mengangkat hadats.
Sumber: https://tafsirweb.com/3124-surat-at-taubah-ayat-108.html
Tafsir Al-Wajiz
108. Wahai Rasulallah, jangan sampai kamu shalat di masjid orang-orang munafik. Sesungguhnya Masjid Quba yang dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama Nabi memasuki Madinah untuk berhijrah itu lebih utama untuk shalat di dalamnya daripada di masjid mudharat.Di dalamnya (masjid Quba) ada banyak laki-laki kaum Anshar yang suka bersuci dengan dua cara yaitu bersuci secara zhahir (dengan wudhu atau semacamnya) dan secara maknawi yaitu dengan menghapus dosa. Sesungguhnya Allah meridhai dan memberi imbalan bagi orang yang selalu bersuci. Ayat ini turun terkait penduduk Quba {Fihi Rijal} yang selalu bersuci dengan air baik laki-laki maupun perempuan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3124-surat-at-taubah-ayat-108.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 107-108 Penyebab turunnya ayat-ayat ini adalah bahwa sebelum kedatangan Nabi ﷺ di Madinah ada laki-laki dari kabilah Khazraj yang dikenal Abu Amir Ar-Rahib. Dia telah masuk Nasrani dan telah membaca ilmu ahli kitab pada masa Jahiliyah. dia melakukan ibadahnya di masa Jahiliah, dan mempunyai kedudukan yang sangat besar di kabilah Khazraj. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah untuk berhijrah, orang-orang muslim berkumpul bersama beliau, kalimah Islam menjadi tinggi dan Allah memenangkan mereka dalam perang Badar, orang yang dilaknat, yaitu Abu Amir mulai tertekan dan memusuhi beliau. dia melarikan diri bergabung dengan orang-orang kafir Makkah dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy dan membujuk mereka untuk memerangi Rasulullah ﷺ.Lalu mereka bergabung bersama orang-orang dari Arab Badui yang setuju dengan mereka, lalu mereka datang pada tahun perang Uhud. dan terjadi sesuatu kepada orang-orang muslim yaitu Allah سبحانه وتعالى menguji mereka. dan hasil yang terpuji bagi orang-orang yang bertakwa. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang (Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran) mereka adalah orang-orang dari kalangan Anshar yang membangun masjid. Abu Amir berkata kepada mereka,"Bangunlah masjid, dan buatlah persiapan semampu kalian untuk menghimpun kekuatan dan senjata, sesungguhnya aku akan berangkat menuju ke Kaisar Romawi.Aku mendatangkan tentara dari Romawi dan mengusir Muhammad dan para sahabatnya" Setelah mereka selesai membangunnya, lalu mereka menghadap kepada Nabi ﷺ dan berkata,"Sesungguhnya kami selesai membangun masjid. Maka kami suka jika engkau shalat di dalamnya dan mendoakan keberkahan untuk kami" Maka Allah menurunkan firmanNya: (Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu untuk selama-lamanya, Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama) sampai firmanNya: (Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim) Demikian juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Mujahid, Urwah bin Az-Zubair, Qatadah dan ulama lainnya. Firman Allah: (Mereka sesungguhnya bersumpah) orang-orang yang membangun masjid itu (Kami tidak menghendaki selain kebaikan) yaitu kami tidak menghendaki membangun masjid ini melainkan hanya kebaikan dan belas kasih kepada orang-orang.Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)) yaitu dalam apa yang mereka maksud dan niatkan. Mereka hanya membangunnya untuk menyaingi Masjid Quba, ingkar kepada Allah, memecah belah di antara orang-orang mukmin, dan menunggu orang yang memerangi Allah dan Rasulallah sebelumnya, yaitu Abu Amir yang fasik yang dijuluki Rahib yang dilaknat oleh Allah. Firman Allah (Janganlah kamu melakukan salat dalam masjid itu selama-lamanya) Larangan ini untuk Nabi ﷺ dan umat beliau mengikuti beliau dalam hal itu, yakni melakukan shalat di dalamnya selamanya.Kemudian Allah mendorong Nabi ﷺ untuk shalat di Masjid Quba yang permulaan pembangunannya dilandasi dengan ketakwaan, yaitu taat kepada Allah dan Rasulallah, menyatukan kalimat orang-orang mukmin dan menjadi benteng dan tempat berlindung bagi Islam dan pemeluknya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu salat di dalamnya) Jelas bahwa itu merupakan Masjid Quba’ menurut mayoritas ulama’ salaf.Hal ini diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan juga oleh Abdurrazaq, dari Ma'mar Az-Zuhri, dari Urwah bin Az-Zubair. ‘Athiyyah Al-Aufi, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, Asy-Sya'bi, dan Hasan Al-Bahsri. Al-Baghawi menukilnya dari Sa'id bin Jubair dan Qatadah.Disebutkan dalam hadits shahih bahwa masjid Rasulallah ﷺ yang ada di dalam Madinah adalah masjid yang dibangun dengan landasan takwa. Pendapat ini benar, dan tidak ada pertentangan antara ayat dan hadits ini. Karena jika Masjid Quba telah didirikan dengan landasan takwa sejak permulaan pembangunannya, maka masjid Rasulallah ﷺ juga dengan cara yang lebih utama dan lebih pantas.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu mendirikan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih) dalil yang menunjukkan bahwa sunnah melakukan shalat di masjid-masjid terdahulu yang sejak permulaan pembangunannya untuk menyembah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan sunnah melakukan shalat berjamaah dengan orang-orang shalih dan ahli ibadah yang mengamalkan ilmunya, memelihara dalam menyempurnakan wudhu, dan membersihkan diri dari segala kotoran.Abu Al-’Aliyah berkata tentang firmanNya: (Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih) Sesungguhnya bersuci dengan air itu baik, tetapi mereka adalah orang-orang yang membersihkan diri dari dosa-dosa.
Sumber: https://tafsirweb.com/3124-surat-at-taubah-ayat-108.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
108 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 204
Ruku
Ruku 168
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 41 (81/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1343 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9