التوبة (At-Taubah)

Per AyatMushaf
مَا
tidak
كَانَ
ada/patut
لِلنَّبِيِّ
bagi Nabi
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
اٰمَنُوْٓا
beriman
اَنْ
untuk
يَّسْتَغْفِرُوْا
memintakan ampun
لِلْمُشْرِكِيْنَ
bagi orang-orang musyrik
وَلَوْ
walaupun
كَانُوْٓا
mereka adalah
اُولِيْ
kaum
قُرْبٰى
kerabat
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
مَا
tidak
تَبَيَّنَ
telah jelas
لَهُمْ
bagi mereka
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
اَصْحٰبُ
penghuni
الْجَحِيْمِ
neraka
﴿١١٣﴾
Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.
1348 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Tidak sepatutnya bagi nabi Muhammad dan orang-orang mukmin untuk berdoa memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, meskipun mereka adalah karib kerabat sendiri, setelah mereka mati di atas kesyirikan kepada Allah dan penyembahan terhadap berhala-berhala, dan telah jelas bagi mereka bahwa orang-orang itu adalah para penghuni neraka jahanam, lantaran mati diatas kesyirikan. Dan Allah tidak akan mengampuni kaum musyrikin, sebagaimana Allah berfirman إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ “sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik” (QS : an-nisa 48) dan sebagaimana Allah berfirman, إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ ”sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan Allah), maka pasti Allah mengharamkan surga baginya.” (QS : al-maidah 72)

Sumber: https://tafsirweb.com/3129-surat-at-taubah-ayat-113.html

Tafsir as-Sa'di

113. Yakni, tidak layak dan tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman kepadanya “memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik”, yakni orang yang kafir kepadaNya dan menyembah selainNya bersamaNya “walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka jahanam.” Karena memintakan ampun untuk mereka dalam keadaan ini adalah salah dan tidak berguna, maka ia patut dilakukan Nabi dan orang-orang yang beriman, karena jika mereka mati di atas kesyirikan, atau diketahui bahwa mereka mati di atasnya, maka telah wajib atasnya siksa, wajib atasnya kekal di dalam Neraka, syafaat pemberi syafaat dan permohonan ampunan orang-orang yang meminta ampunan tidak berguna baginya. Di samping itu, Nabi dan orang-orang yang beriman harus menyesuaikan diri dengan Allah dalam kecintaan dan kemarahan, mencintai orang yang dicintai oleh Allah, dan memusuhi orang yang dimusuhi oleh Allah, sedangkan memohon ampun bagi orang yang jelas bahwa mereka adalah penghuni Neraka adalah bertentang dan bertabrakan dengan itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/3129-surat-at-taubah-ayat-113.html

Tafsir Al-Wajiz

113. Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang mukmin itu memintakan ampunan untuk orang-orang musyrik meskipun mereka itu kerabat mereka, setelah tampak bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penduduk neraka dengan keadaan mereka atas kekufuran. Ayat ini diturunkan terkait laki-laki yang memohonkan ampun bagi orang tuanya yang musyrik.Hal itu termasuk dalam larangan memintakan ampunan bagi orang-orang kafir dan mendoakan mereka mendapat kebaikan dan rahmat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3129-surat-at-taubah-ayat-113.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 113-114 Diriwayatkan dari Ibnu Al-Musayyib, dari ayahnya, dia berkata,”Ketika Abu Thalib menjelang kematiannya, Nabi ﷺ masuk menemuinya, di sisinya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah Lalu Nabi ﷺ bersabda:,”Hai paman, ucapkanlah, "Tidak ada Tuhan selain Allah!" sebagai kalimat yang aku akan membelamu dengannya di sisi Allah سبحانه وتعالى, lalu Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah berkata,"Wahai Abu Thalib apakah kamu tidak suka dengan agama Abdul Muthalib?" Abu Thalib menjawab.”Aku berada pada agama Abdul Muthalib" Lalu Nabi ﷺ bersabda,”Sungguh aku benar-benar akan memohonkan ampun untukmu selama aku tidak dilarang untuk mendoakanmu” Lalu turunlah ayat (Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahim (113)) Dia berkata,” ayat yang turun tentang hal itu adalah: (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya) (Surah Al-Qashash: 56) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang dengan ayat ini, sebelumnya mereka memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka sampai ayat ini diturunkan.Lalu berhenti memohonkan ampun untuk orang-orang mati mereka. Mereka tidak dilarang memohonkan ampun untuk orang-orang yang masih hidup sampai mereka mati, kemudian Allah menurunkan firmanNya: (Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tiada lain) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata seorang laki-laki Yahudi mati, dan dia memiliki anak laki-laki muslim. Lalu anak tidak keluar mengantarkan ayahnya.Hal itu diceritakan kepada Ibnu Abbas, lalu dia berkata bahwa slayaknya dia ikut berjalan mengiringinya, menguburkannya dan mendoakan kebaikan selagi ayahnya hidup. dan ketika ayahnya mati, maka hendaklah diia menyerahkan perkara ayahnya kepada ayahnya. Lalu Ibnu Abbas membacakan firmanNya: (Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya) yaitu tidak mendoakannya.Firman Allah: (Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun) diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata,”kata “al-awwah” adalah berdoa.

Sumber: https://tafsirweb.com/3129-surat-at-taubah-ayat-113.html

Informasi

Surat

التوبة (At-Taubah)

Pengampunan — 129 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

113 dari 129 ayat

Juz

Juz 11

Halaman

Halaman 205

Ruku

Ruku 169

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 41 (82/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1348 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-9