Kembali ke Surat At-Taubah

التوبة (At-Taubah)

Surat ke-9, Ayat ke-116

اِنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

Sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Allah adalah pemilik langit dan bumi dan segala yang ada didalamnya, tidak ada sekutu bagiNya dalam penciptaan, pengaturan dan ibadah serta penetapan syariat. Dia menghidupkan siapa saja yang dikehendakiNya, dan Dia mematikan siapa yang dikehendakiNya. Dan kalian tidak memiliki siapapun selain Allah yang akan menangani urusan kalian, tidak ada penolong yang akan menolong kalian menghadapi musuh kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/3132-surat-at-taubah-ayat-116.html

📚 Tafsir as-Sa'di

116. “Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mamatikan.” Yakni, Dia-lah Pemiliknya, yang mengatur hamba-hambaNYa dengan menghidupkan dan mematikan serta aturan-aturan ilahiyah yang lain. Jika tidak ada aturan takdirNya yang cacat maka bagaimana mungkin ada aturan agamaNya yang cacat, yang berkaitan dengan uluhiyahNYa dan Dia membiarkan hamba-hambaNya begitu saja atau membiarkan mereka tersesat dan bodoh, padahal itu adalah perhatian terbesar dariNYa kepada hamba-hambaNya, oleh karena itu Dia berfirman, “Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.” Yakni pelindung yang melindungimu dengan mendatangkan manfaat bagimu atau penolong yang menolak mudarat darimu.

Sumber: https://tafsirweb.com/3132-surat-at-taubah-ayat-116.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

116. Sesungguhnya Allah itu Maha Merajai langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Miliknya juga kewenangan mutlak atas keduanya.

Wahai manusia tidak ada satupun yang menjaga kalian, mengatur urusan kalian, menyelamatkan kalian di waktu sengsara, serta mencegah mara bahaya selain Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/3132-surat-at-taubah-ayat-116.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 115-116 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang DzatNya yang Maha Mulia dan hukum­Nya yang adil, bahwa sesungguhnya Dia tidak akan menyesatkan suatu kaum, melainkan setelah menyampaikan risalah kepada mereka, sehingga hujjah telah ditegakkan atas mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk) (Surah Fushshilat: 17).

Ibnu Jarir berkata,”Allah SWT berfirman bahwa tidak sekali-kali Allah memutuskan terhadap kalian dalam memohonkan ampun kepada untuk orang-orang mati kalian yang musyrik dengan kesesatan setelah Dia memberi petunjuk dan taufik kepada kalian untuk beriman kepada Allah dan RasulNya. sampai Dia menyampaikan larangan tentang itu kepada kalian, maka tinggalkanlah itu. Adapun sebelum Dia menjelaskan kepada kalian tentang kemakruhan hal itu dengan melarang melakukan itu, maka kalian tidak dihukumi orang-orang yang melakukan kesesatan. Sesungguhnya ketaatan dan kemaksiatan itu hanyalah berdasarkan perintah dan larangan.

Adapun hal yang tidak diperintahkan dan tidak dilarang, maka bukan tergolong orang yang taat, atau durhaka. Firman Allah: (Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagi kalian selain Allah (116) Ibnu Jarir berkata Ini merupakan dorongan Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk memerangi orang-orang musyrik dan pemimpin kekufuran, hendaklah mereka percaya dengan pertolongan Allah, Pemilik langit dan bumi, dan janganlah merasa gentar dalam menghadapi musuh-musuhNya, karena sesungguhnya tidak ada Pelindung dan Penolong bagi mereka selain Dia.

Sumber: https://tafsirweb.com/3132-surat-at-taubah-ayat-116.html

Informasi Tambahan

Juz

11

Halaman

205

Ruku

169

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved