Kembali ke Surat Yunus

يونس (Yunus)

Surat ke-10, Ayat ke-11

۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ اِلَيْهِمْ اَجَلُهُمْۗ فَنَذَرُ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bingung di dalam kesesatan mereka.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan sekiranya Allah menyegerakan bagi manusia pengabulan doa mereka dalam keburukan, sebagaimana Dia menyegerakan pengabulan permintaan mereka dalam kebaikan, pastilah mereka akan binasa. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak takut terhadap siksaan kami dan tidak meyakini kebangkitan dan dikumpulkannya mereka kembali, berkubang dalam penentangan dan kesombongan, dimana mereka terus ragu-ragu dan bingung.

Sumber: https://tafsirweb.com/3285-surat-yunus-ayat-11.html

📚 Tafsir as-Sa'di

11. Ini termasuk kasih sayang dan kebaikan Allah kepada hamba-hambaNYa bahwa seandainya Dia menyegerakan keburukan dan hukuman kepada mereka jika mereka melakukan sebab-sebabnya sebagaimana Dia menyegerakan kebaikan kepada mereka jika mereka melakukan sebab-sebabnya “pastilah diakhiri umur mereka.” Yakni hukuman itu akan membinasakan mereka, akan tetapi Allah memberi tempo kepada mereka dan tidak melalaikan mereka, Dia memaafkan banyak hak-hakNya, seandainya Dia menghukum manusia karena kezhalimannya, pastilah Dia tidak membiarkan seorang pun di muka bumi, termasuk dalam hal ini adalah bahwa seorang hamba jika dia marah kepada anak-anaknya atau keluarganya atau hartanya bisa saja dia mendokan tidak baik yang mungkin saja jika dikabulkan pastilah mereka binasa, dan hal itu sangat merugikannya, akan tetapi Allah Mahabijaksana dan Mahalembut. FirmanNya, “Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami,” yakni tidak beriman kepada akhirat, oleh karena itu dia tidak bersiap-siap untuknya dan melakukan apa yang menyelamatkan mereka dari azab Allah.

FirmanNya “bingung di dalam kesesatan mereka”, yakni kebatilan di mana mereka melebihi batas-batas kebenaran. “bingung”, mondar-mandir kebingungan, tidak mengetahui jalan, tidak dibimbing kepada jalan yang lurus. Hal itu sebagai hukuman kepada mereka atas kezhaliman dan kekufuran mereka kepada ayat-ayat Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3285-surat-yunus-ayat-11.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

11. Dan jika Allah mempercepat keburukan atau hukuman bagi manusia sebagaimana yang mereka minta layaknya meminta kebaikan dan pahala dengan cepat, niscaya mereka telah dibinasakan dan mati, sehingga Kami membiarkan orang-orang yang tidak berharap bertemu Kami, mengingkari hari kebangkitan dan penghisaban itu bingung dan bimbang atas kedurhakaan, pengingkaran, keangkuhan dan penolakan mereka terhadap kebenaran. Dan mereka tidak ditunjukkan kepada kebenaran

Sumber: https://tafsirweb.com/3285-surat-yunus-ayat-11.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT memberitahukan tentang sifat penyantun dan kelemah lembutanNya terhadap hamba-hambaNya. Dia tidak mengabulkan bagi mereka jika mereka berdoa tentang keburukan untuk diri sendiri, harta dan anak-anak mereka, ketika lelah dan marah. Allah SWT mengetahui bahwa mereka tidak bermaksud melakukan itu, oleh karena itu, maka Dia tidak mengabulkan doa mereka, sebagai kelembutan dan rahmat.

Sebagaimana Dia mengabulkan jika mereka mendoakan kebaikan, keberkahan, dan kesuburan untuk diri, harta, dan anak-anak mereka, Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan ragi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka). yaitu seandainya setiap kali mereka mendoakan kejahatan dalam hal itu diperkenankan oleh Allah, maka doa itu membinasakan mereka. Akan tetapi tidak diperkenankan banyak melakukan doa itu, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dari Ubadah bin Al-Walid, Jabir berkata,” Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah kalian mendo'akan kecelakaan atas diri kalian, janganlah kalian mendo'akan kecelakaan bagi anak-anak kalian, dan janganlah kalian mendo'akan kecelakaan atas pembantu kalian, dan janganlah kalian mendo'akan kecelakaan atas harta kalian, jangan sampai kalian berdoa tepat saat diperolehnya pemberian sehingga Allah mengabulkan do'a kalian”. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT: (Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan) (Surah Al-Isra: 11).

Mujahid berkata tentang tafsir ayat ini: (Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan). yaitu ungkapan seseorang kepada anaknya atau hartanya jika dia marah kepadanya,"Ya Allah, janganlah Engkau berkati dia, dan laknatlah dia" Seandainya permintaan mereka itu dikabulkan dengan segera sebagaimana dikabulkan bagi mereka dalam kebaikan, maka binasalah mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3285-surat-yunus-ayat-11.html

Informasi Tambahan

Juz

11

Halaman

209

Ruku

173

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved