يونس (Yunus)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
مَسَّ
menimpa
الْاِنْسَانَ
manusia
الضُّرُّ
bahaya
دَعَانَا
dia berdoa kepada Kami
لِجَنْۢبِهٖٓ
dalam keadaan berbaring
اَوْ
atau
قَاعِدًا
duduk
اَوْ
atau
قَاۤىِٕمًا
berdiri
ۚفَلَمَّا
maka setelah
كَشَفْنَا
Kami hilangkan
عَنْهُ
dari padanya
ضُرَّهٗ
bahayanya
مَرَّ
dia melewati
كَاَنْ
seakan-akan
لَّمْ
tidak
يَدْعُنَآ
dia berdoa kepada Kami
اِلٰى
kepada/untuk
ضُرٍّ
bahaya
مَّسَّهٗۗ
menimpanya/menyentuhnya
كَذٰلِكَ
seperti demikianlah
زُيِّنَ
memandang baik
لِلْمُسْرِفِيْنَ
bagi orang-orang yang melampaui batas
مَا
apa
كَانُوْا
adalah mereka
يَعْمَلُوْنَ
mereka kerjakan
﴿١٢﴾
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
1376 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila manusia ditimpa kesulitan hidup, dia meminta pertolongan kepada Kami untuk menyingkirkannya dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tergantung dengan keadaan saat kesengsaraan itu menimpanya. Tatkala kami telah mengangkat kesulitan yang menimpanya, dia kembali berada di atas cara kehidupannya semula sebelum kesulitan melandanya dan lupa akan kesulitan dan musibah yang dia alami, dan tidak bersyukur kepada tuhannya yang telah menghilangkan darinya mara bahaya yang telah menimpanya. Dan sebagaimana telah dihiasi (oleh setan) bagi orang tersebut untuk terus-menerus melakukan pengingkaran dan penentangan setelah Allah menyingkirkan mara bahaya yang ada pada dirinya, begitu pula telah dihiasai (oleh setan) bagi orang-orang yang berbuat melampaui batas dalam melakukan kedustaan atas nama Allah dan para nabiNya atas apa yang mereka perbuat dari berbagai bentuk maksiat kepada Allah dan perbuatan syirik kepadaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3286-surat-yunus-ayat-12.html
Tafsir as-Sa'di
12. Ini adalah penjelasan tentang tabiat dasar manusia, bahwa jika ditimpa kesulitan berupa penyakit atau musibah, maka dia bersungguh-sungguh berdoa, memohon kepada Allah di setiap keadaannya dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, dia terus menerus berdoa agar Allah mengangkat kesulitannya. “Tetapi tatkala Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.” Maksudnya terus dalam kelalaiannya, berpaling dari Rabbnya seolah-olah dia tidak ditimpa kesulitan yang telah Allah hilangkan. Kezhaliman mana yang lebih besar daripada ini?Dia meminta kepada Rabbnya agar mewujudkan maksudnya, lalu ketika Dia memberikannya, maka hamba itu tidak memperhatikan hak Rabbnya seolah-olah Rabbnya tidak memiliki hak atasnya. Ini adalah bentuk pemberian rasa indah dari setan, dia menjadikan apa yang buruk dan busuk menurut akal dan fitrah sebagai sesuatu yang baik. “Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu”, yaitu yang melanggar aturan-aturan Allah, apa yang selalu mereka kerjakan.”
Sumber: https://tafsirweb.com/3286-surat-yunus-ayat-12.html
Tafsir Al-Wajiz
12. Tatkala seorang kafir ditimpa penderitaan berupa penyakit, kefakiran, dan suatu bahaya, maka dia akan berdoa kepada Kami agar dihilangkan marabahaya tersebut dari dirinya di setiap keadaannya dengan bersandar, duduk dan berdiri (hal ini menunjukkan kebingungan dan kegelisahannya yang besar). Ketika Kami menghilangkan marabahaya dan kepayahan tersebut dari dirinya, nisaya dia kembali kepada jalan yang dia tempuh, yaitu kekufuran dan melupakan kondisi kepayahan dan musibahnya, seakan-akan dia tidak berdoa kepada Kami untuk mengangkat marabahaya yang menimpanya.Seperti halnya dia digiring untuk durhaka ketika sehat, orang-orang musyrik dan kafir yang melampaui batas juga digiring agar tidak mau berdoa dan sibuk untuk berbuat maksiat dan mengikuti syahwat.
Sumber: https://tafsirweb.com/3286-surat-yunus-ayat-12.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang manusia, kejenuhan, dan kesusahannya ketika mendapatkan keburukan, sebagaimana firmanNya: (tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa) (Surah Fushshilat: 51) yaitu banyak. keduanya memiliki makna yang sama.Hal itu karena manusia itu ketika ditimpa oleh kesusahan dan kecemasan, maka dia banyak berdoa saat itu. Lalu dia berdoa kepada Allah untuk mengangkatnya baik dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, dan dalam semua keadaan. Ketika Allah mengangkat penderitaan itu, maka dengan dia berpaling, menjauh, dan meninggalkan doanya seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya (dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mencela orang memiliki sifat dan watak itu, Lalu Allah berfirman: (Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan) Adapun orang yang telah diberi Allah petunjuk, taufik, dan bimbingan, maka dia adalah orang yang dikecualikan dari hal itu. sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh) (Surah Hud: 11)
Sumber: https://tafsirweb.com/3286-surat-yunus-ayat-12.html
Informasi
Surat
يونس (Yunus)
Yunus — 109 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
12 dari 109 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 209
Ruku
Ruku 173
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 42 (84/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1376 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-10