يونس (Yunus)

Per AyatMushaf
فَلَوْلَا
maka mengapa tidak
كَانَتْ
adalah
قَرْيَةٌ
suatu negeri
اٰمَنَتْ
beriman
فَنَفَعَهَآ
maka/lalu memberi manfaat padanya
اِيْمَانُهَآ
imannya
اِلَّا
melainkan
قَوْمَ
kaum
يُوْنُسَۗ
Yûnus
لَمَّآ
tatkala
اٰمَنُوْا
mereka beriman
كَشَفْنَا
Kami angkat/hilangkan
عَنْهُمْ
dari mereka
عَذَابَ
siksaan
الْخِزْيِ
yang menghinakan
فِى
dalam
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
وَمَتَّعْنٰهُمْ
dan Kami beri kesenangan mereka
اِلٰى
sampai
حِيْنٍ
waktu tertentu
﴿٩٨﴾
Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.
1462 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Tidak akan bermanfaat keimanan satu negeripun yang beriman setelah menyaksikan siksaan (yang datang) selain kaum yunus bin matta asa , karena sesungguhnya mereka tatkala mereka meyakini siksaan akan menimpa mereka, mereka bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha. Maka tatkala tampak jelas keseriusan dari mereka dalam taubat mereka, maka kami angkat dari mereka siksaan yang menghinakan setelah sudah mendekat kepada mereka, dan membiarkan mereka di dunia bersenang-senang hingga waktu ajal mereka berakhir.

Sumber: https://tafsirweb.com/3372-surat-yunus-ayat-98.html

Tafsir as-Sa'di

98. Allah berfirman, “Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota”, dari kota-kota yang mendustakan “yang beriman”, ketika melihat azab. “Lalu imannya itu bermanfaat kepadanya.” Maksudnya, tak seorang pun mengambil manfaat dari imannya ketika melihat azab, sebagaimana Alllah berfirman tentang Firaun dalam ayat yang belum jauh berlalu, ketika dia berkata, ""Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".(Yunus:90), maka dikatakan kepadanya, "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan."(Yunus:91), sebagaimana Firman Allah, "Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah".Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami.Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir."(Al-Mu’min:84-85). Firman Allah "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan."(Al-Mu’minun:99-100).Hikmahnya dalam hal ini jelas karena iman yang terpaksa bukanlah iman yang sebenarnya karena seandainya siksa yang memaksanya beriman dibatalkan niscaya dia kembali kepada kekufuran, FirmanNya, “Melainkan kaum Yunus? Tatkala mereka (Kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” Kaum Yunus dikecualikan dari keumuman di atas, dan tentu pasti ada hikmah di balik itu (bagi Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang Nampak) yang tidak kita ketahui dan tidak terjangkau oleh pemahaman kita, Allah berfirman "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan. kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (Ash-Shafaat:139-148).Mungkin hikmahnya adalah bahwa selain mereka dari kalangan orang-orang yang celaka, kalau mereka dikembalikan (seperti keadaan mereka semula), niscaya mereka akan kembali kepada sesuatu yang mereka dilarang darinya. Lain halnya dengan kaum Yunus, Allah mengetahui bahwa iman mereka akan berlanjut bahkan memang berlanjut, dan mereka berpegang teguh padanya. Wallahu a’lam.

Sumber: https://tafsirweb.com/3372-surat-yunus-ayat-98.html

Tafsir Al-Wajiz

98 Dan jika saja penduduk kota yang kami hancurkan ini beriman sebelum melihat datangnya azab dan tidak menangguhkan iman mereka sebagaimana Fir’aun sehingga imannya itu bermanfaat atas dirinya sehingga Allah menerimanya dan mengangkat azabnya, namun kaum Yunus yang bertauhid itu bermanfaat keimanannya tatkala mereka mau beriman dan ikhlas ketika melihat tanda-tanda azab dan tidak menangguhkannya sampai waktu terjadinya azab itu. Lalu Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan yang dijanjikan Yunus kepada mereka. Dan Kami beri mereka kebaikan dan manfaat dunia sampai waktu yang telah ditetapkan.Ini adalah pemberian perhatian dan peringatan bagi penduduk Mekah dan sekitarnya agar memilih untuk beriman dan meninggalkan kekufuran

Sumber: https://tafsirweb.com/3372-surat-yunus-ayat-98.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman,"Mengapa tidak ada penduduk suatu daerah yang seluruhnya beriman dari kalangan umat-umat terdahulu yang Kami kirimkan kepada mereka para rasul, bahkan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, wahai Muhammad, melainkan dia didustakan oleh kaumnya atau kebanyakan mereka." Sebagaimana firmanNya: (Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya (30)) (Surah Yasin) dan (Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia itu adalah seorang tukang sihir atau orang gila" (52)) (Surah Adz-Dzariyat) serta (Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka” (23)) (Surah Az-Zukhruf) Yang dimaksud adalah tidak ada suatu penduduk kota yang beriman kepada nabi mereka yang secara keseluruhan dari umat terdahulu kecuali umat nabi Yunus.Mereka adalah penduduk negeri Ninawa, tidaklah keimanan mereka kecuali karena takut mendapat azab yang diperingatkan kepada mereka oleh rasul mereka, setelah mereka melihat penyebab kedatangannya, dan rasul mereka meninggalkan mereka. Mereka menentang Allah, lalu mereka sadar, maka mereka memohon pertolongan, tunduk, dan merendahkan diri kepadaNya. Mereka membawa anak-anak, ternak, dan hewan-hewan kendaraan mereka.Lalu mereka memohon kepada Allah agar azab itu dilenyapkan dari mereka, yaitu azab yang diperingatkan nabi mereka. Maka saat itu Allah mengasihani mereka, dan melenyapkan azab itu atas mereka, dan menangguhkan mereka. sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (selain kaum Yunus, tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu) Para mufasir berbeda pendapat, apakah azab di akhirat diangkat juga dari mereka dengan azab dunia itu? atau yang diangkat dari mereka hanyalah azab dunia saja? Ada dua pendapat tentang hal itu: Pertama, sesungguhnya hal itu hanya azab dunia, sebagaimana yang disebutkan ayat ini.Kedua, yaitu di dunia dan akhirat, berdasarkan firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih (147) Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu (148)) (Surah Ash-Shaffat) Keimanan telah ditetapkan kepada mereka, dan keimanan itu menyelamatkan dari azab akhirat, dan inilah yang jelas.Hanya Allah yang lebih mengetahui Qatadah berkata,”Disebutkan bahwa kaum nabi Yunus tinggal di kota Ninawa. Demikian juga diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan lainnya dari kalangan ulama salaf.

Sumber: https://tafsirweb.com/3372-surat-yunus-ayat-98.html

Informasi

Surat

يونس (Yunus)

Yunus — 109 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

98 dari 109 ayat

Juz

Juz 11

Halaman

Halaman 220

Ruku

Ruku 181

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 44 (88/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1462 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-10