هود (Hud)
Per AyatMushaf
وَلَىِٕنْ
dan sesungguhnya jika
اَخَّرْنَا
Kami undurkan
عَنْهُمُ
dari mereka
الْعَذَابَ
azab
اِلٰٓى
kepada
اُمَّةٍ
umat/waktu
مَّعْدُوْدَةٍ
tertentu
لَّيَقُوْلُنَّ
niscaya mereka akan berkata
مَا
apa
يَحْبِسُهٗ
menghalanginya
ۗ
اَلَا
ingatlah
يَوْمَ
di hari/di waktu
يَأْتِيْهِمْ
datang kepada mereka
لَيْسَ
tidak
مَصْرُوْفًا
dipalingkan/dihindarkan
عَنْهُمْ
dari mereka
وَحَاقَ
dan meliputi
بِهِمْ
dengan mereka
مَّا
apa
كَانُوْا
mereka adalah
بِهٖ
dengannya
يَسْتَهْزِءُوْنَ
mereka memperolok-olok
ࣖ
﴿٨﴾
Dan sungguh, jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, “Apakah yang menghalanginya?” Ketahuilah, ketika azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.
1481 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apbila kami tangguhkan siksaan atas orang-orang musyrik tersebut sampai waktu tertentu, pastilah mereka akan menganggap kedatangannya terlambat. Dan mereka akan berkata sebagai sikap mengolok-ngolok dan mendustakannya, ”Apakah yang menghalangi siksaan ini terjadi bila memang benar akan terjadi?” ingatlah, pada hari siksaan itu datang kepada mereka, maka tidak akan ada seorangpun yang mampu menyingkirkannya dari mereka dan tidak ada pula seorangpun yang sanggup menolaknya dan akan mengepung mereka dari segala sisi siksaan yang mereka tertawakan sebelum kedatangannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3500-surat-hud-ayat-8.html
Tafsir as-Sa'di
8. “dan sesungguhnya jika kami mengundurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan” yakni kepada waktu yang ditakdirkan, lalu mereka merasakan kelambatannya, niscaya mereka berkata karena kebodohan dan kezhaliman “apakah yang menghalanginya?” ucapan ini mengandung pendustaan mereka kepadanya. Tidak terjadinya azab yang menimpa mereka, dijadikan sebagai bukti kebohongan Rasulullah yang mengabarkan terjadinya azab, alangkah jauhnya pengambilan dalil ini. ”ingatlah diwaktu azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dipalingkan dari mereka” sehingga membuat mereka mampu melihat azab yang dahulunya mereka selalu memperolok olokannya” dimana mereka meremehkannya sampai sampai mereka memastikan kebohongan orang yang hadir membawanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3500-surat-hud-ayat-8.html
Tafsir Al-Wajiz
8. Sesungguhnya jika Kami undurkan azab untuk orang-orang musyrik sampai beberapa waktu yang ditentukan. niscaya mereka para pendusta dan orang munafik akan memperolok dan berkata: “Apa gerangan yang bisa menghalanginya turun sehingga belum turun?” Maka Allah menjawab: “lngatlah, di waktu azab itu datang, maka mereka tidak dapat berlari, mereka diliputi oleh azab yang dahulu selalu mereka minta disegerakan dan mereka olok-olok.”
Sumber: https://tafsirweb.com/3500-surat-hud-ayat-8.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 7-8 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kuasaNya atas segala sesuatu, bahwa Dia adalah Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, bahwa 'ArsyNya berada di atas air sebelum itu. Disebutkan dalam hadits shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda:,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan takdir-takdir semua makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak masa lima puluh ribu tahun, dan saat itu 'ArsyNya di atas air” Firman Allah: (agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya) yaitu Dia menciptakan langit dan bumi agar bermanfaat bagi hamba-hambaNya yang Dia ciptakan, agar mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun. Dan Dia tidak menciptakan hal itu dengan sia-sia, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka (27)) (Surah Shad) Firman Allah: (agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya) yaitu untuk menguji kalian (siapa di antara kalian yang paling banyak amalnya) Tidak disebutkan paling banyak amalnya, melainkan paling baik amalnya.Dan tidaklah amal itu baik kecuali jika ikhlas karena Allah سبحانه وتعالى dan sesuai dengan syariat Nabi ﷺ jadi ketika suatu amal kehilangan salah satu dari kedua syarat itu, maka amal itu sia-sia. Firman Allah: (dan jika kamu katakan (kepada penduduk Mekah), "Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati” niscaya orang kafir itu akan berkata, “Ini hanyalah sihir yang nyata”) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa wahai Muhammad, jika kamu beritakan kepada orang-orang musyrik itu bahwa Allah akan membangkitkan mereka setelah mati, sebagaimana Dia memulai penciptaan mereka, bersamaan dengan itu, mereka mengetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Allah berfirman: (Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka," niscaya mereka menjawab, "Allah") (Surah Az-Zukhruf: 87) bersamaan dengan itu, mereka mengingkari hari kebangkitan dan hari kembali pada hari kiamat, yang mana berdasarkan kuasaNya hal itu lebih mudah daripada memulai penciptaan, sebagaimana Allah berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah) (Surah Ar-Rum: 27) Ucapan mereka: (Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata) yaitu mereka berkata dengan keingkaran dan pembangkangan,"Kami tidak membenarkanmu atas terjadinya hari kebangkitan, dan tidaklah yang menyebutkan hal itu kecuali orang yang telah kamu sihir, lalu dia mengikuti apa yang kamu katakan" Firman Allah: (Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan) Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Seandainya Kami tangguhkan azab dan hukuman terhadap orang-orang musyrik itu sampai kepada waktu yang ditentukan atau dibatasi. dan Kami menjanjikan hal itu kepada mereka sampai kepada batas waktu yang ditetapkan, maka mereka akan berkata dengan penuh kedustaan dan meminta disegerakan (Apakah yang menyebabkan azab itu ditangguhkan) yaitu Dia menangguhkan azab ini dari kami.Tabiat mereka telah terbiasa dengan kedustaan dan keraguan, dan mereka tidak mendapatkan jalan keluar darinya. Kata “ummah” di dalam Al-Qur'an dan Sunnah digunakan untuk makna yang beragam. sehingga terkadang yang dimaksud adalah waktu, sebagaimana firmanNya: (suatu waktu yang ditentukan) Makna yang dimaksud dengan “ummah” di sini adalah orang-orang yang diutus kepada mereka seorang rasul, baik yang mukmin maupun yang kafir, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Muslim,”Demi Tuhan yang jiwaku ada di tanganNya, tidak ada seorang pun yang telah mendengarku dari umat ini baik Yahudi maupun Nasrani, lalu dia tidak beriman kepadaku, melainkan masuk neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3500-surat-hud-ayat-8.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
8 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 222
Ruku
Ruku 183
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 45 (89/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1481 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11