Per AyatMushaf
وَلَىِٕنْ
dan jika
اَذَقْنَا
Kami rasakan
الْاِنْسَانَ
manusia
مِنَّا
dari Kami
رَحْمَةً
rahmat
ثُمَّ
kemudian
نَزَعْنٰهَا
Kami cabutnya
مِنْهُۚ
daripadanya
اِنَّهٗ
sesungguhnya dia
لَيَـُٔوْسٌ
menjadi putus asa
كَفُوْرٌ
ingkar
﴿٩﴾
Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih.
1482 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila kami memberikan kepada manusia kenikmatan dari kami, berupa kesehatan, keamanan dan nikmat lainnya, kemudian kami mencabut nikmat-nikmat itu darinya, maka dia menjadi sangat putus asa dari rahmat Allah, mereka ingkar terhadap nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3501-surat-hud-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

9-10. Allah mengabarkan tentang tabiat manusia bahwa dia itu bodoh dan zhalim, bahwa jika Allah memberikan rahmat kepadanya seperti rizki, kesehatan, anak keturunan dan lain-lain, kemudian Dia mengambil darinya, maka dia menyerah dan tunduk kepada keputusasaan tidak berharap pahala dari Allah dan tidak terlitas dibenaknya bahwa Allah akan mengembalikannya atau yang sepertinya atau yang lebih baik daripadanya, dan bahwa jika Allah melimpahkan rahmat setelah kesulitan yang menimpanya maka dia berbahagia menyombongkan diri dan menyangka harta yang banyak itu akan langgeng, seraya dia berkata ”telah hilang bencana bencana itu dariku’ sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga” maksudnya dia berbahagia dengan apa yang diberikan kepadamya hamba-hambaNYa. Hal itu membuat lupa diri, sombong, angkuh, takabur dihadapan manusia, menghina dan merendahkan mereka.Adakah cacat yang lebih berat daripada ini?

Sumber: https://tafsirweb.com/3501-surat-hud-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Jika Kami anugerahkan kepada mukmin ataupun kafir berupa rahmat (nikmat), rasa aman, kesehatan maupun keluasan rezeki, kemudian anugerah itu Kami cabut dari mereka, maka pastilah dia menjadi putus asa serta tidak berterima kasih

Sumber: https://tafsirweb.com/3501-surat-hud-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 9-11 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang manusia dan sifat-sifat tercela yang ada pada dirinya, kecuali orang yang dirahmati Allah dari hamba-hambaNya yang beriman, bahwa manusia itu ketika ditimpa penderitaan setelah mendapat nikmat, maka dia putus asa dan terputus dari kebaikan di masa yang akan datang, dan ingkar dan menyimpang dari keadaan sebelumnya. Seakan-akan dia tidak melihat kebaikan, dan tidak mengharapkan jalan keluar setelah itu. Demikian jika dia mendapat nikmat setelah kesengsaraan, (niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu dariku") yaitu berkata,”Tidak ada kesengsaraan dan keburukan lagi yang menimpaku setelah ini (sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga) yaitu senang dengan nikmat yang ada pada tangannya, lalu dia angkuh terhadap orang lain.Allah سبحانه وتعالى berfirman. (kecuali orang-orang yang sabar) yaitu atas penderitaan dan sesuatu yang dibenci (dan mengerjakan amal-amal saleh) yaitu dalam keadaan sejahtera dan sehat (mereka itu beroleh ampunan) yaitu terhadap kemudharatan yang menimpa mereka (dan pahala yang besar) dengan apa yang telah mereka perbuat di waktu kesejahteraan mereka Allah berfirman (Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir (19) Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah(20) dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir (21) kecuali orang-orang yang melaksanakan salat (22)) (Surah Al-Ma’arij).

Sumber: https://tafsirweb.com/3501-surat-hud-ayat-9.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

9 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 222

Ruku

Ruku 184

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 45 (89/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1482 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11