هود (Hud)
Per AyatMushaf
اَفَمَنْ
apakah orang
كَانَ
adalah
عَلٰى
atas
بَيِّنَةٍ
bukti nyata
مِّنْ
dari
رَّبِّهٖ
Tuhannya
وَيَتْلُوْهُ
dan membacakannya
شَاهِدٌ
seorang saksi
مِّنْهُ
daripada-Nya
وَمِنْ
dan dari
قَبْلِهٖ
sebelumnya
كِتٰبُ
Kitab
مُوْسٰىٓ
Musa
اِمَامًا
pedoman
وَّرَحْمَةًۗ
dan rahmat
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
بِهٖ
dengannya
ۗوَمَنْ
dan dari
يَّكْفُرْ
kafir
بِهٖ
dengannya
مِنَ
dari
الْاَحْزَابِ
golongan
فَالنَّارُ
maka neraka
مَوْعِدُهٗ
diancamkannya
فَلَا
maka janganlah
تَكُ
kamu
فِيْ
dalam
مِرْيَةٍ
keraguan
مِّنْهُ
daripada-Nya
اِنَّهُ
sesungguhnya dia
الْحَقُّ
benar-benar
مِنْ
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
وَلٰكِنَّ
akan tetapi
اَكْثَرَ
kebanyakan
النَّاسِ
manusia
لَا
tidak
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
﴿١٧﴾
Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an). Barangsiapa mengingkarinya (Al-Qur'an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur'an. Sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
1490 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang berpijak diatas hujjah dan bashirah(ilmu jelas) dari tuhannya dalam perkara yang dia imani dan dia serukan, melalui wahyu yang Allah turunkan, yang didalamnya terdapat penjeasan, yang diikuti oleh bukti lain yang mempersaksikannya, yaitu jibril atau Muahmmad dan didukung hal itu oleh bukti ketiga sebelum al-qur’an, yaitu taurat, kitab suci yang diturunkan kepada Musa sebagai penuntun dan rahmat bagi yang beriman kepadanya, (apakah serupa orang seperti ini) dengan orang yang motifasinya adalah dunia yang fana dengan semua perhiasannya? mereka itu membenarkan al-qur’an ini dan melaksanakan hukum-hukumnya. Barangsiapa kafir terhadap Al-qur’an ini dari orang-orang yang bersekutu untuk melawan rasulullah , maka balasan mereka adalah neraka, dia akan memasukinya dengan pasti. Maka janganlahkamu (wahai rasul) berada dalam keraguan perihal al-qur’an dan statusnya yang berasal dari sisi Allah setelah kamu menyaksikan dalil-dalil petunjuk dan hujjah-hujjah.Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya agama ini adalah agama yang haq dari tuhanmu, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengimaninya dan tidak mengetahui dengan apa yang merka diperintahkannya. Ini merupakan taujih umum untuk umat nabi Muhammad .
Sumber: https://tafsirweb.com/3509-surat-hud-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. Allah menyebutkaan keadaan RasulNya, Muhammad dan ahli waris dakwahnya yang meneruskan perjuangannya serta para penegak hujjah yang yakin dengan itu dan menyebutkan bahwa selain mereka tidak disandangkan sifat sifat milik mereka dan tidak ada yang sama dengan mereka “apakah orang orang kafir itu sama dengan orang orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (al quran) dari Rabbnya” dengan wahyu yang Allah turunkan di dalamnya terdapat masalah masalah penting dengan dalil dalilnya yang jelas maka dia yakin dengan keterangan itu. ”dan diikuti” yakni keterangan dan bukti ini diikuti oleh bukti yang lain yaitu, ”seorang saksi” yakni saksi (yang memiliki) fitrah yang lurus dan akal yang benar yaitu Muhammad ketika dia bersaksi terhadap apa yang diwahyukan dan disyariatkan Allah dan dia mengetahui kebaikannya dengan akalnya, maka hal itu menambah keimanannya. “dan" ada saksi ketiga, yaitu ”kitab musa” taurat yang Allah jadikan sebagai “pedoman” bagi manusia dan "rahmat" bagi mereka. Kitab ini menjadi saksi bagi Al-quran dan menyetujuinya dalam kebenaran yang dibawanya. maksudnya apakah orang yang sifat begini, yang telah hadir kepada bukti bukti keimanan dan tegak baginya bukti bukti keyakinan sama dengan orang yang berada di dalam kebodohan dan kegelapan dalam keadaan tidak keluar darinya?Tentu di sisi Allah dan di mata hamba Allah tidaklah sama. ”mereka itu” yaitu orang orang yang diberi taufik untuk mengetahui dalil dalil, "mereka beriman" kepada al qur’an secara hakiki maka iman mereka membuahkan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat. “dan barangsiapa yang mengingkarinya” yakni al qur’an “diantara sekutu sekutunya” yakni seluruh golongan penduduk bumi yang bersekutu menolak kebenaran “maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya.” Mereka pasti masuk kedalamnya ”karena itu janganlah kamu ragu ragu terhadap al qur’an itu” dengan kebimbangan sedikitpun ”sesungguhnya al quran itu benar benar dari Rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman” bisa jadi karena ketidaktahuan dan kesesatan, bisa jadi karena kezhaliman, pengingkaran dan kekejian mereka, karena jika tidak maka barangsiapa tujuannya baik dan pemahamannya lurus, niscaya dia pasti beriman kepadanya karena dia melihat ajakan kepada iman dari segala segi.
Sumber: https://tafsirweb.com/3509-surat-hud-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Apakah orang-orang yang beramal sesuai petunjuk, iman dan bukti dari Allah serta mengikuti Nabi ﷺ itu sama seperti orang-orang yang hanya menginginkan dunia dan segala perhiasannya? Mereka memegang teguh Al Quran dengan iman.Sebelum Al Quran itu diturunkan telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan mempersaksikan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang rasul Allah. Barangsiapa di antara mereka orang-orang Quraisy dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan bagi mereka, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman dengan berbagai bukti yang menunjukkan kebenaran Al Quran
Sumber: https://tafsirweb.com/3509-surat-hud-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang mukmin yang berada pada fitrah Allah yang telah Dia fitrahkan kepada hambaNya, yaitu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu) (Surah Ar-Rum: 30).Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah) yaitu yang dia sampaikan oleh saksi dari Allah, yaitu apa yang Dia wahyukan kepada para nabi, berupa syariat-syariat yang suci, sempurna, agung, dan diakhiri dengan syariat nabi Muhammad ﷺ. Oleh karena itu Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Abu Al-’Aliyah, Adh-Dhahhak, Ibrahim An-Nakha'i, As-Suddi, dan lainnya berkata tentang firmanNya : (dan diikuti pula oleh seorang saksi dari Allah) sesungguhnya itu adalah malaikat Jibril Malaikat Jibril. Diriwayatkan dari Ali, Al-Hasan, dan Qatadah,” bahwa itu adalah nabi Muhammad ﷺ, dimana keduanya memiliki makna yang dekat, karena keduanya bermakna malaikat Jibril dan nabi Muhammad ﷺ, Malaukat Jibril menyampaikan risalah Allah سبحانه وتعالى, dari malaikat Jibril kepada nabi Muhammad, dan nabi Muhammad menyampaikan kepada umat.Dikatakan bahwa pendapat ini lemah dan tidak diketahui sumbernya. Pendapat yang pertama dan kedua adalah yang benar, bahwa seorang mukmin memiliki fitrah yang menyaksikan kebenaran syariat secara menyeluruh dan secara rinci dari syariat itu. Kemudian fitrah itu membenarkan dan mengimaninya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh saksi dari Allah) yaitu Al-Qur'an yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi ﷺ, kemudian nabi Muhammad ﷺ menyampaikannya kepada umat beliau. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan sebelum Al-Qur’an itu telah ada kitab Musa) yaitu sebelum Al-Qur'an pada kitab nabi Musa, yaitu kitab Taurat (yang menjadi pedoman dan rahmat) yaitu Allah menurunkan kepada umat tersebut sebagai pimpinan, dan pedoman yang mereka ikuti serta sebagai rahmat dari Allah untuk mereka. Maka siapa saja yang beriman kepadanya dengan keimanan yang sebenarnya, maka itu akan menuntunnya untuk beriman kepada Al-Qur'an.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itu beriman kepada Al-Qur'an) Kemudian Allah berfirman seraya mengancam orang yang mendustakan Al-Qur'an atau sesuatu darinya, yaitu: (Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya) yaitu barangsiapa dari penduduk bumi yang mengingkari Al-Qur'an, orang-orang musyrik, orang-orang kafir, Ahli Kitab, dan lainnya dari keturunan anak cucu Adam dengan beragam warna, bentuk, dan bangsa yang telah sampai kepadanya Al-Qur'an, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (supaya dengan Al-Qur'an itu aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur'an (kepadanya)) (Surah Al-An'am: 19) dan (Katakanlah "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua") (Surah Al- A'raf: 158) serta (Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya) Firman Allah: (Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur’an itu. Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu) yaitu, Al-Qur'an itu kebenaran dari Allah, tidak ada keraguan dan kebimbangan di dalamnya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Alif Lam Mim (1) Turunnya Al-Qur'an yang tidak ada keraguan padanya (adalah) dari Tuhan semesta alam (2)) (Surah As-Sajdah) dan (Alif Lam Mim (1) Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya) (Surah Al-Baqarah) Firman Allah: (tetapi kebanyakan manusia tidak beriman) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya 103)) (Surah Yusuf)
Sumber: https://tafsirweb.com/3509-surat-hud-ayat-17.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
17 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 223
Ruku
Ruku 184
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 45 (89/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1490 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11