هود (Hud)
Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan siapakah
اَظْلَمُ
lebih zalim
مِمَّنِ
daripada orang
افْتَرٰى
membuat-buat
عَلَى
atas/kepada
اللّٰهِ
Allah
كَذِبًاۗ
dusta
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
يُعْرَضُوْنَ
dihadapkan
عَلٰى
atas/kepada
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
وَيَقُوْلُ
dan berkata
الْاَشْهَادُ
para saksi
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka ini
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَذَبُوْا
(mereka) berdusta
عَلٰى
atas/kepada
رَبِّهِمْۚ
Tuhan mereka
اَلَا
ingatlah
لَعْنَةُ
kutukan
اللّٰهِ
Allah
عَلَى
atas/kepada
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang dzalim
ۙ
﴿١٨﴾
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim,
1491 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidak ada orang yang lebih zhalim dari orang yang mengada-adakan kedustaan atas nama Allah. Mereka itu akan dihadapkan di depan tuhan mereka pada hari kiamat, untuk memperhitungkan perbuatan-perbuatan mereka, dan para saksi dari kalangan malaikat dan nabi-nabi, serta lainnya akan berkata, ”mereka itulah orang-orang berdusta atas nama tuhan mereka di dunia.” sungguh Allah telah memurkai mereka dan melaknat mereka dengan laknat yang tiada putus-putus, sebab tindakan kezhaliman telah menjadi karakter yang melekat pada diri mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3510-surat-hud-ayat-18.html
Tafsir as-Sa'di
18. Allah mengabarkan bahwa tidak seorangpun “yang lebih zhalim daripada orang yang membuat buat dusta terhadap Allah?” termasuk dalam hal ini adalah semua yang berdusta atas nama Allah dengan menisbatkan sekutu kepadaNya atau menyifatiNya dengan sifat yang tidak layak dengan kebesaranNya atau mengabarkan dariNya sesuatu yang Dia tidak katakan atau mengaku sebagai nabi, atau dusta dusta lain atas nama Allah. Mereka itu adalah orang orang yang paling besar kezhalimannya, pada saat Allah memutuskan hukuman yang besar. ”dan para saksi akan berkata” yaitu orang orang yang menjadi saksi atas kedustaan dan kebohongan mereka “orang orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka, ingatlah kutukan Allah (ditimpakan) atas orang orag yang zhalim” yakni laknat yang tak terputus, karena kezhaliman telah menjadi sifat yang melekat pada mereka, tak ada keringanan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3510-surat-hud-ayat-18.html
Tafsir Al-Wajiz
18. Adakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dengan mengklaim bahwa Allah mempunyai anak atau sekutu dengan berhala, malaikat atau manusia? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka untuk perhitungan amal, dan para saksi yaitu para malaikat, nabi dan ulama akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta atas adanya hari perhitungan.Merekalah yang berdusta terhadap Tuhan mereka ketika di dunia”. Ingatlah, kutukan Allah ditimpakan atas orang-orang yang dhalim kepada diri sendiri.
Sumber: https://tafsirweb.com/3510-surat-hud-ayat-18.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 18-22 Allah سبحانه وتعالى menjelaskan keadaan orang-orang yang membuat-buat kedustaan terhadapNya dan aib mereka di akhirat di hadapan semua makhluk dari kalangan malaikat, rasul, nabi, dan seluruh manusia dan jin. Sebagaimana yang dikatakan Imam Ahmad Shafwan bin Muharriz, dia berkata,”Aku dalam keadaan memegang tangan Ibnu Umar ketika ada seorang laki-laki bertanya kepadanya,"Apakah yang kamu dengar dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda tentang hal yang dirahasiakan di hari kiamat?" dia menjawab,”Aku mendengar beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mendekati orang mukmin, lalu meletakkan kepadanya sehingga dia tertutup dari pandangan manusia. Lalu Allah menyebutkan semua dosanya dan berfirman kepadanya,"Apakah kamu tahu dosa ini?Apakah kamu tahu dosa itu? Apakah kamu tahu dosa ini?” Sehingga Allah menyebutkan dosanya dan dia melihat bahwa dirinya akan binasa, lalu Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah menutupinya di dunia, dan sesungguhnya Aku mengampuninya bagimu hari ini" Kemudian diberikan catatan amal baik kepadanya.Adapun orang-orang kafir dan orang-orang munafik, maka berkata, (Para saksi,” Orang-Orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka” Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim”) Firman Allah سبحانه وتعالى: ((yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok) yaitu mereka mencegah orang-orang mengikuti kebenaran dan menempuh jalan petunjuk yang mengantarkan kepada Allah, dan menjauhkan dari surga (dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok) yaitu mereka menghendaki agar jalan orang-orang itu bengkok, tidak lurus (Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya adanya akhirat) yaitu mengingkari dan mendustakan kejadian dan keberadaannya (Orang-orang itu tidak mampu menghalangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah) Bahkan mereka berada di bawah kekuasaan, kekuatan, dan genggaman Allah سبحانه وتعالى. Dia Maha Kuasa untuk membalas mereka di dunia sebelum di akhirat (Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak) (Surah Ibrahim: 42) Dalam hadits shahih Bukhari Muslim disebutkan bahwa,”Sesungguhnya Allah benar-benar mencatat (perbuatan) orang yang aniaya, hingga manakala Allah mengazabnya, maka ia tidak dapat menyelamatkan dirinya” Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka) yaitu azab itu dilipatgandakan terhadap mereka.Demikian itu bahwa Allah menjadikan untuk mereka pendengaran, penglihatan, dan hati, Tidak bermanfaat bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati mereka, bahkan mereka tuli dari mendengar kebenaran, dan buta dari mengikutinya, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka ketika memasuki neraka: (Dan mereka berkata, "Sekiranya kami mendengar atau memahami (peringatan itu), niscaya tidaklah kami bersama-sama dengan penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala” (10)) (Surah Al-Mulk) dan: (Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan (88)) (Surah An-Nahl).Oleh karena itu mereka disiksa karena meninggalkan setiap perintah dan mengerjakan setiap larangan. Berdasarkan hal ini bahwa yang paling benar adalah mereka dibebani dengan semua cabang syariat baik perintah maupun larangan jika dikaitkan dengan akhirat Firman Allah: (Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan (21)) yaitu mereka merugikan diri sendiri, karena mereka dimasukkan ke neraka yang panas, dan mereka disiksa di dalamnya dan tidak berhenti sedikitpun, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah bagi mereka nyalanya) (Surah Al-Isra: 97) (dan lenyaplah dari mereka) yaitu hilangkanlah dari mereka (apa yang selalu mereka ada-adakan) yaitu selain Allah, berupa tandingan-tandingan dan berhala-berhala dan tidak mendapati sesuatu untuk mereka, bahkan memberikan mudharat kepada mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka (6)) (Surah Al-Ahqaf) Oleh karena itu Allah berfirman: (Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi (22)) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keadaan mereka bahwa mereka adalah orang paling merugi di akhirat karena mereka mengganti ketinggian dengan kerendahan, nikmat surga dengan panasnya neraka, minuman yang pasti nikmat dengan air yang sangat panas, bidadari dengan makanan dari darah dan nanah, istana yang tinggi dengan jurang, serta dekat dengan Dzat yang Maha Pemurah lagi melihatNya dengan kemurkaan Dzat Yang Maha Membalas dan hukumanNya.Maka tidak aneh jika mereka adalah orang yang paling merugi di akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/3510-surat-hud-ayat-18.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
18 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 223
Ruku
Ruku 184
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 45 (89/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1491 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11