هود (Hud)
Per AyatMushaf
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَصُدُّوْنَ
(mereka) menghalangi
عَنْ
dari
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
وَيَبْغُوْنَهَا
dan mereka menghendaki
عِوَجًاۗ
bengkok
وَهُمْ
dan mereka
بِالْاٰخِرَةِ
dengan hari akhirat
هُمْ
mereka
كفِٰرُوْنَ
orang-orang yang kafir/tidak percaya
﴿١٩﴾
(yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat.
1492 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mereka itu adalah orang-orang zhalim yang menghalangi manusia dari jalan Allah yang menyampaikan mereka kepada penyembahanNya, mereka menginginkan agar jalan tersebut bengkok supaya sejalan dengan hawa nafsu keinginan mereka, dan mereka itulah orang-orang kafir terhadap akhirat, tidak beriman kepada Hari kebangkitan dan hari pembalasan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3511-surat-hud-ayat-19.html
Tafsir as-Sa'di
19. kemudian Allah menyifati kezhaliman mereka, seraya berfirman ”yaitu orang orang yang menghalangi manusia dari jalan Allah” mereka menghalangi jalan Allah dengan diri mereka sendiri yaitu jalan para Rasul yang mana mereka menyeru manusia kepadanya. Orang orang itu menghalangi orang lain darinya. Mereka menjadi imam imam yang menyeru kepada neraka. “dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok” mereka bersungguh sungguh membelokan jalan Allah, menjelekannya dan mencorengnya agar dia menurut pandangan manusia menjadi bukan jalan yang lurus, maka mereka memperindah kebatilan dan memperburuk kebenaran semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka ”dan mereka itulah orang orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat”
Sumber: https://tafsirweb.com/3511-surat-hud-ayat-19.html
Tafsir Al-Wajiz
19. Orang-orang yang zhalim itu adalah yang menghalangi manusia dari jalan agama dan keimanan kepada Allah. Mereka menghendaki supaya jalan itu bengkok/menyimpang dari jalan Islam yang lurus.Mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari kebangkitan, perhitungan amal dan hari akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/3511-surat-hud-ayat-19.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 18-22 Allah سبحانه وتعالى menjelaskan keadaan orang-orang yang membuat-buat kedustaan terhadapNya dan aib mereka di akhirat di hadapan semua makhluk dari kalangan malaikat, rasul, nabi, dan seluruh manusia dan jin. Sebagaimana yang dikatakan Imam Ahmad Shafwan bin Muharriz, dia berkata,”Aku dalam keadaan memegang tangan Ibnu Umar ketika ada seorang laki-laki bertanya kepadanya,"Apakah yang kamu dengar dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda tentang hal yang dirahasiakan di hari kiamat?" dia menjawab,”Aku mendengar beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mendekati orang mukmin, lalu meletakkan kepadanya sehingga dia tertutup dari pandangan manusia. Lalu Allah menyebutkan semua dosanya dan berfirman kepadanya,"Apakah kamu tahu dosa ini?Apakah kamu tahu dosa itu? Apakah kamu tahu dosa ini?” Sehingga Allah menyebutkan dosanya dan dia melihat bahwa dirinya akan binasa, lalu Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah menutupinya di dunia, dan sesungguhnya Aku mengampuninya bagimu hari ini" Kemudian diberikan catatan amal baik kepadanya.Adapun orang-orang kafir dan orang-orang munafik, maka berkata, (Para saksi,” Orang-Orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka” Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim”) Firman Allah سبحانه وتعالى: ((yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok) yaitu mereka mencegah orang-orang mengikuti kebenaran dan menempuh jalan petunjuk yang mengantarkan kepada Allah, dan menjauhkan dari surga (dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok) yaitu mereka menghendaki agar jalan orang-orang itu bengkok, tidak lurus (Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya adanya akhirat) yaitu mengingkari dan mendustakan kejadian dan keberadaannya (Orang-orang itu tidak mampu menghalangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah) Bahkan mereka berada di bawah kekuasaan, kekuatan, dan genggaman Allah سبحانه وتعالى. Dia Maha Kuasa untuk membalas mereka di dunia sebelum di akhirat (Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak) (Surah Ibrahim: 42) Dalam hadits shahih Bukhari Muslim disebutkan bahwa,”Sesungguhnya Allah benar-benar mencatat (perbuatan) orang yang aniaya, hingga manakala Allah mengazabnya, maka ia tidak dapat menyelamatkan dirinya” Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka) yaitu azab itu dilipatgandakan terhadap mereka.Demikian itu bahwa Allah menjadikan untuk mereka pendengaran, penglihatan, dan hati, Tidak bermanfaat bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati mereka, bahkan mereka tuli dari mendengar kebenaran, dan buta dari mengikutinya, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka ketika memasuki neraka: (Dan mereka berkata, "Sekiranya kami mendengar atau memahami (peringatan itu), niscaya tidaklah kami bersama-sama dengan penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala” (10)) (Surah Al-Mulk) dan: (Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan (88)) (Surah An-Nahl).Oleh karena itu mereka disiksa karena meninggalkan setiap perintah dan mengerjakan setiap larangan. Berdasarkan hal ini bahwa yang paling benar adalah mereka dibebani dengan semua cabang syariat baik perintah maupun larangan jika dikaitkan dengan akhirat Firman Allah: (Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan (21)) yaitu mereka merugikan diri sendiri, karena mereka dimasukkan ke neraka yang panas, dan mereka disiksa di dalamnya dan tidak berhenti sedikitpun, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah bagi mereka nyalanya) (Surah Al-Isra: 97) (dan lenyaplah dari mereka) yaitu hilangkanlah dari mereka (apa yang selalu mereka ada-adakan) yaitu selain Allah, berupa tandingan-tandingan dan berhala-berhala dan tidak mendapati sesuatu untuk mereka, bahkan memberikan mudharat kepada mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka (6)) (Surah Al-Ahqaf) Oleh karena itu Allah berfirman: (Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi (22)) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keadaan mereka bahwa mereka adalah orang paling merugi di akhirat karena mereka mengganti ketinggian dengan kerendahan, nikmat surga dengan panasnya neraka, minuman yang pasti nikmat dengan air yang sangat panas, bidadari dengan makanan dari darah dan nanah, istana yang tinggi dengan jurang, serta dekat dengan Dzat yang Maha Pemurah lagi melihatNya dengan kemurkaan Dzat Yang Maha Membalas dan hukumanNya.Maka tidak aneh jika mereka adalah orang yang paling merugi di akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/3511-surat-hud-ayat-19.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
19 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 223
Ruku
Ruku 184
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 45 (89/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1492 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11