Per AyatMushaf
۞
وَقَالَ
dan (Nuh) berkata
ارْكَبُوْا
naiklah kamu sekalian
فِيْهَا
didalamnya
بِسْمِ
dengan nama
اللّٰهِ
Allah
مَجْرٰ۪ىهَا
diwaktu berlayarnya
وَمُرْسٰىهَا
dan berlabuhnya
ۗاِنَّ
sesungguhnya
رَبِّيْ
Tuhanku
لَغَفُوْرٌ
sungguh Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
﴿٤١﴾
Dan dia berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
1514 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Nuh berkata kepada orang-orang yang telah beriman bersamanya, “ Naiklah kalian ke dalam kapal dengan menyebut nama Allah ketika berlayar ke atas permukaan air dan dengan menyebut nama Allah pada akhir perjalanan dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha pengampun dosa-dosa orang-orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya dari hamba-hambaNya, juga Maha penyayang terhadap mereka dengan tidak menyiksa mereka setelah mereka bertaubat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3533-surat-hud-ayat-41.html

Tafsir as-Sa'di

41. ”dan Nuh berkata” kepada orang orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ”naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya” bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ”sesungguhnya Rabbku benar benar maha Pengampun lagi Maha Penyayang” dimana Dia mengampuni kami menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim.

Sumber: https://tafsirweb.com/3533-surat-hud-ayat-41.html

Tafsir Al-Wajiz

41. Nuh berkata kepada orang-orang yang dia bawa di dalam bahtera: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya”. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi orang-orang yang bertaubat

Sumber: https://tafsirweb.com/3533-surat-hud-ayat-41.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 41-43 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Nuh, bahwa dia berkata kepada orang-orang yang diperintahkan agar dibawa ke dalam bahteranya (Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya) yaitu dengan menyebut nama Allah ia dapat berlayar di permukaan air, dan dengan menyebut nama Allah ia dapat berlabuh di akhir perjalanannya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang zalim” (28) Dan berdoalah, "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat” (29)) (Surah Al-Mu’minun) Oleh karena itu maka disunnahkan membaca basmalah di saat memulai perkara menaiki bahtera maupun kendaraan darat sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untuk kalian kapal dan binatang ternak yang kalian tunggangi (12) supaya kalian duduk di atas punggungnya (13) dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami” (14)) (Surah Az-Zukhruf).Sunnah mendorong hal itu dan menyerukannya, sebagaimana yang akan dijelaskan dalam surah Az-Zukhruf, jika Allah menghendakinya. Firman Allah: (Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) sesuai dengan menyebutkan pem­balasan atas orang-orang kafir dengan menenggelamkan mereka semuanya. Allah menyebutkan bahwa Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguh­nya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) (Surah Al-A'raf: 167) dan ayat-ayat lain yang mengiringkan antara rahmat dan azabNya.Firman Allah: (Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung) yaitu, bahtera itu berlayar membawa mereka di permukaan air yang menggenangi seluruh bumi sehingga menutupi puncak-puncak gunung, Bahtera itu berlayar di atas permukaan air dengan seizin Allah dan di bawah pengawasan, pemeliharaan, penjagaan, dan karunia­Nya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung), Kami bawa (nenek moyang) kalian ke dalam bahtera (11) agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kalian dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar (12)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah: (Dan Nuh memanggil anaknya) Ini adalah anaknya, dia adalah se­orang kafir.Ayahnya memanggilnya ketika menaiki bahtera agar beriman serta naik bahtera bersama mereka sehingga dia tidak tenggelam seperti yang dialami orang-orang yang kafir yang tenggelam (Anaknya menjawab, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!) dia menganggap dengan kebodohannya bahwa banjir itu tidak mencapai puncak-puncak gunung dan seandainya dia mengungsi ke puncak gunung itu, maka dia selamat dari air itu. Lalu ayahnya nabi Nuh berkata kepadanya (Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang) yaitu tidak ada sesuatu pun pada hari ini yang dapat melindungi dari azab Allah. Dikatakan bahwa kata “‘ashiman” itu bermakna “ma’shuman” (dilindungi), sebagaimana dikatakan terhadap “tha'im” dan “kaasin” yang bermakna “math'um” (diberi makanan) dan “maksuwwun” (yang pakaian) (Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan)

Sumber: https://tafsirweb.com/3533-surat-hud-ayat-41.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

41 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 226

Ruku

Ruku 186

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 46 (91/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1514 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11