Kembali ke Surat Hud

هود (Hud)

Surat ke-11, Ayat ke-45

وَنَادٰى نُوْحٌ رَّبَّهٗ فَقَالَ رَبِّ اِنَّ ابْنِيْ مِنْ اَهْلِيْۚ وَاِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَاَنْتَ اَحْكَمُ الْحٰكِمِيْنَ

Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan Nuh menyeru Tuhanya, sambil berkata, ”Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menjanjikan kepadaku untuk menyelamatkan keluargaku dari tenggelam dan kebinasaan, dan sesungguhnya putraku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itu benar yang tidak ada penggingkaran padanya, dan Engkau adalah sebaik-baik yang Memutuskan perkara dan yang paling adil. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/3537-surat-hud-ayat-45.html

📚 Tafsir as-Sa'di

45. “dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata ’ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu adalah benar", yakni, Engkau telah berkata kepadaku, ”angkutlah dari masing masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu” dan engau tidak akan menelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan keselamatan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam.

Sumber: https://tafsirweb.com/3537-surat-hud-ayat-45.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

45 Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah seadil-adilnya Hakim”.

Sumber: https://tafsirweb.com/3537-surat-hud-ayat-45.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 45-47 Ini adalah permintaan dengan berserah diri dan terbuka dari nabi Nuh tentang keadaan anaknya yang ditenggelamkan (Nuh berkata,"Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku") yaitu, Engkau menjanjikan kepadaku keselamatan keluargaku, dan janjiMu itu benar dan tidak akan diingkari, maka bagaimana bisa Engkau menenggelamkannya, sedangkan Engkau adalah hakim yang paling bijaksana (Allah berfirman, "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu") manahkah yang Aku janjikan terkait keselamatan mereka, sesungguhnya Aku hanya menjanjikan kepadamu keselamatan orang-orang yang beriman dari keluargamu.

Oleh karena itu Allah berfirman (dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka) (Surah Hud: 40) anak nabi Nuh ini termasuk di antara mereka yang telah ditakdirkan untuk ditenggelamkan karena kekafiran dan pertentangannya terhadap perintah ayahnya, yang merupakan nabi Allah, nabi Nuh FirmanNya: (sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu) yaitu orang-orang yang Aku janjikan kepadamu keselamatan mereka.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata dia adalah anaknya, namun dia menentang ayahnya dalam amal dan niatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3537-surat-hud-ayat-45.html

Informasi Tambahan

Juz

12

Halaman

226

Ruku

186

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved