هود (Hud)
Per AyatMushaf
وَجَاۤءَهٗ
dan datang kepadanya
قَوْمُهٗ
kaumnya
يُهْرَعُوْنَ
mereka bergegas-gegas
اِلَيْهِۗ
kepadanya
وَمِنْ
dan dari
قَبْلُ
sebelum/dahulu
كَانُوْا
adalah mereka
يَعْمَلُوْنَ
mereka melakukan
السَّيِّاٰتِۗ
perbuatan-perbuatan keji
قَالَ
(Luth) berkata
يٰقَوْمِ
wahai kaumku
هٰٓؤُلَاۤءِ
inilah
بَنَاتِيْ
puteri-puteriku
هُنَّ
mereka
اَطْهَرُ
lebih suci
لَكُمْ
bagi kalian
فَاتَّقُوا
maka bertakwalah kamu
اللّٰهَ
Allah
وَلَا
dan jangan
تُخْزُوْنِ
kamu mencemarkanku
فِيْ
pada/terhadap
ضَيْفِيْۗ
tamuku
اَلَيْسَ
apakah tidak
مِنْكُمْ
diantara kamu
رَجُلٌ
seorang laki-laki
رَّشِيْدٌ
cerdik/berakal
﴿٧٨﴾
Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?”
1551 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan kaum luth datang dengan berjalan cepat menuju kepadanya untuk meminta kesempatan melakukan perbuatan keji. Dan mereka itu, sebelum kedatangan mereka, memang suka mendatangi sesama lelaki demi melampiaskan syahwat mereka, bukan kepada kaum wanita. Maka luth berkata kepada kaumnya, ”putri-putriku itu, silahkan nikahilah mereka, mereka lebih suci bagi kalian daripada apa yang kalian inginkan. luth menyebut wanita-wanita sebagai putri-putrinya, lantaran seorang nabi yang diutus ke suatu umat, berposisi sebagai ayah bagi kaumnya. ”takutlah kalian kepada Allah dan hindarilah siksaanNYa.Dan jangalah kalian mempermalukan aku dengan berlaku melampaui batas terhadap tamu-tamuku. Bukanlah pada kalian ada orang yang berpikiran normal, yang akan melarang orang yang hendak berbuat keji, lalu menghalang-halangi mereka dari perbuatan buruk tersebut karena meremehkan tamu adalah perbuatan memalukan yang tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang dungu?”
Sumber: https://tafsirweb.com/3570-surat-hud-ayat-78.html
Tafsir as-Sa'di
78 oleh karena itu, apa yang terlintas dibenaknya benar benar terjadi maka “datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas gegas” yakni dengan cepat dan tergesa gesa menginginkan perbuatan keji yang mereka lakukan kepada tamu tamunya. Oleh karena itu, Allah berfirman “dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan perbuatan yang keji” yaitu perbuatan keji yang tidak seorang pun didunia ini yang mendahului mereka dalam hal tersebut. ”luth berkata ’hai kaumku, inilah putri putri (negeri) ku, mereka lebih suci bagimu’” daripada tamu tamuku ini seperti sulaiman yang menawarkan kepada dua orang wanita yang bersengketa pada seorang anak agar anak itu dibelah menjadi dua untuk menyingkap kebenaran dan karena luth mengetahui bahwa putri putri (negeri) nya tidak akan mereka dapatkan dan mereka tidak berhak pada mereka, dan tujuan besar dari luth adalah menolak perbuatan keji yang besar ini. ”maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini” yaitu dengan cara jagalah ketakwaan kepada Allah atau hargailah tamu tamuku, jangan kalian membuatku malu di hadapan mereka. ”tidak adakah diantaramu seorang yang berakal?” yang melarang dan mencegahmu. ini adalah dalil atas pengabaian dan penyimpangan mereka dari kebaikan dan karakter pribadi.
Sumber: https://tafsirweb.com/3570-surat-hud-ayat-78.html
Tafsir Al-Wajiz
78. Datanglah kaum Luth bergegas menghampirinya dengan menggedor-gedor pintu agar mereka bisa mempraktekkan kekejian bersama tamu Luth, yaitu kebiasaan mereka sebelumnya yaitu mendatangi laki-laki. Luth berkata kepada mereka: “Itulah puteri-puteriku, nikahilah mereka, karena nabi suatu kaum itu ayah bagi orang-orang yang beriman kepadanya, puteri-puteriku itu lebih halal dan suci.Bertakwalah kepada Allah dengan meninggalkan kekejian dan takut dengan hukumanNya. Janganlah kalian mendobrak rumahku untuk bertemu tamu-tamuku. Tidakkah di antara kalian ada laki-laki yang sadar, berakal, mendapatkan petunjuk menuju kebenaran, berlindung dari keburukan, serta mencegah kemungkaran?!”
Sumber: https://tafsirweb.com/3570-surat-hud-ayat-78.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 77-79 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang datangnya para rasulNya dari kalangan malaikat setelah mereka memberitahu nabi Ibrahim tentang pembinasaan mereka, dan berangkat dari sana dan memberitahu nabi Luth tentang pembinasaan Allah kepada kaum nabi Luth malam ini. Mereka datang kepada nabi Luth sebagai ujian dari Allah, hanya milikNyalah hikmah dan hujjah yang jelas. Keadaan mereka itu membuatnya kesusahan dan mempersulit dirinya, dan dia khawatir jika dia tidak menerima mereka sebagai tamu, maka ada seseorang dari kaumnya yang menerima mereka sebagai tamunya dengan buruk (dan Luth berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit”) Ibnu Abbas dan lainnya yaitu ujian yang sangat berat Firman Allah: (dengan bergegas-gegas kepadanya) yaitu, mereka bersegera dan bersegera.Firman Allah: (Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji) yaitu hal ini masih menjadi kebiasaan mereka, sehingga mereka diazab dalam keadaan itu. Firman Allah: (Lut berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian”) dia membimbing mereka kepada wanita mereka, karena sesungguhnya kedudukan seorang nabi kepada umatnya itu berada pada kedudukan orang tua kepada anaknya. Dia membimbing mereka kepada hal yang lebih bermanfaat bagi mereka dalam di dunia dan akhirat, sebagaimana dia berkata di ayat lain: (Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia (165) dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan kalian untuk kalian, bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas (166)) (Surah Asy-Syu'ara) dan di ayat lain (Mereka berkata, "Dan bukankah kami telah melarang kalian dari (melindungi) manusia?” (70)) (Surah Al-Hijr) yaitu "Bukankah kami melarangmu menerima laki-laki sebagai tamu?" (Luth berkata, "Inilah putri-putriku (kawinlah dengan mereka) jika kalian hendak berbuat (secara yang halal)." (Allah berfirman), (71) "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)" (72)) (Surah Al-Hijr) dia berkata dalam ayat yang mulia ini (Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian) Mujahid berkata bahwa mereka bukan putri-putrinya, melainkan wanita dari umatnya, karena sesungguhnya setiap nabi adalah bapak bagi umatnya.Demikian ini diriwayatkan dari Qatadah dan lainnya. Firman Allah: (maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini) yaitu, terimalah apa yang aku perintahkan kepada kalian, yaitu terbatas kepada wanita kalian (Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal?) yaitu baik yang menerima apa yang aku perintahkan dan meninggalkan apa yang aku larang (Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu”) yaitu sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami tidak berselera dan berhasrat terhadap wanita kami (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) yaitu kami tidak mempunyai keinginan kecuali terhadap laki-laki. Kamu mengetahui hal itu, maka tidak ada gunanya kamu mengulangi ucapan itu kepada kami.As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) Sesungguhnya kami hanya menginginkan laki-laki.
Sumber: https://tafsirweb.com/3570-surat-hud-ayat-78.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
78 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 230
Ruku
Ruku 189
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 46 (92/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1551 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11