Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
يٰلُوْطُ
Hai Luth
اِنَّا
sesungguhnya kami
رُسُلُ
utusan
رَبِّكَ
Tuhanmu
لَنْ
tidak
يَّصِلُوْٓا
mereka sampai
اِلَيْكَ
kepadamu
فَاَسْرِ
maka berjalanlah
بِاَهْلِكَ
dengan keluargamu
بِقِطْعٍ
sepotong/di akhir
مِّنَ
dari
الَّيْلِ
malam
وَلَا
dan jangan
يَلْتَفِتْ
berpaling
مِنْكُمْ
diantara kamu
اَحَدٌ
seorang
اِلَّا
melainkan
امْرَاَتَكَۗ
isterimu
اِنَّهٗ
sesungguhnya
مُصِيْبُهَا
menimpanya
مَآ
apa
اَصَابَهُمْ
menimpa mereka
ۗاِنَّ
sesungguhnya
مَوْعِدَهُمُ
waktu yang dijanjikan pada mereka
الصُّبْحُ
waktu subuh
ۗ
اَلَيْسَ
bukankah
الصُّبْحُ
waktu subuh
بِقَرِيْبٍ
sudah dekat
﴿٨١﴾
Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?”
1554 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Para malaikat berkata, ”wahai luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan tuhanmu, Dia mengirim kami untuk menghancurkan kaummu, dan sesungguhnya mereka tidak akan sampai mencelakaimu. Maka keluarlah kamu dari negeri ini, kamu dan keluargamu pada sisa malam, dan janganlah seorangpun dari kalian menengok ke arah belakangnya, supaya tidak sampai dia menyaksikan siksaan, akibatnya siksaan itu akan menimpanya. Akan tetapi, istrimu yang telah mengkhianatimu dengan kekafiran dan kemunafikan, dia juga akan ditimpa apa yang akan menimpa kaummu, berupa kebinasaan.Sesungguhnya waktu kebinasaan mereka adalah waktu shubuh, yaitu ketetapan waktu yang akan segera tiba.”

Sumber: https://tafsirweb.com/3573-surat-hud-ayat-81.html

Tafsir as-Sa'di

81 Oleh karena itu, ketika urusannya telah memuncak dan perkaranya bertambah sulit, ”para utusan (malaikat) berkata” kepada luth, ”sesungguhnya kami adalah utusan utusan Rabbmu” maksudnya mereka membuka identitas mereka agar luth tenang hatinya. ”sekali kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu” dengan keburukan, kemudian jibril berkata dengan menggerakan sayapnya, lalu dia menyapu mata mereka. lalu mereka beranjak pergi dengan mengancam luth (untuk membalas) pada waktu hadirnya shubuh. Para malaikat memerintakan luth agar membawa keluarga pergi “diakhir malam” jauh sebelum shubuh (tiba) agar bisa menjauhi desa mereka. ”dan janganlah seorangpun diantara kamu yang menoleh kebelakang. ”yakni cepat cepatlah pergi, yang penting kamu selamat, janganlah menengok ke belakang. ”kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa” azab “yang menimpa mereka” Karena dia berserikat dalam dosanya bersama kaumnya, dialah yang mengabarkan kepada kaumnya tentang kehadiran tamu tamu kepada luth. ”sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu shubuh” seakan akan luth menginginkannya cepat, maka dikatakan kepadanya, ”bukankah shubuh itu sudah dekat?”

Sumber: https://tafsirweb.com/3573-surat-hud-ayat-81.html

Tafsir Al-Wajiz

81. Para malaikat yang diutus berkata: “Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah malaikat yang diutus Allah untuk membinasakan kaum itu, mereka tidak akan melakukan keburukan terhadapmu, maka pergilah bersama keluargamu di saat gelap, atau di sebagian malam, dan jangan ada satupun dari kalian yang berpaling ke belakang, kecuali istrimu, jangan sampai dia keluar bersamamu. Sesungguhnya dia juga akan menerima azab yang akan diterima kaum itu.Sesungguhnya waktu kehancuran mereka adalah pagi hari, dimana jiwa-jiwa sedang tenang dan berkumpul. Bukankah waktu pagi itu merupakan waktu hukuman yang sangat dekat?!”

Sumber: https://tafsirweb.com/3573-surat-hud-ayat-81.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 80-81 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Luth bahwa dia mengancam mereka dengan firman Allah: (Seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolak kalian) yaitu niscaya aku menghukum kalian dan melakukan banyak hal untuk mencegah kalian dengan diri sendiri dan keluargaku. Oleh karena itu, disebutkan dalam hadits melalui jalur Muhammad bin Amr bin Alqamah, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Rahmat Allah terlimpahkan kepada Luth, sesungguhnya dia telah berlindung di bawah naungan pilar yang kuat, yakni Allah سبحانه وتعالى, Maka tidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi sesudahnya, melainkan berasal dari kalangan terhormat kaumnya” Maka pada saat itu para malaikat itu memberitahukan bahwa mereka adalah utusan Allah kepada mereka, bahwa kaum nabi Luth tidak tidak bisa sampai kepadanya (Para utusan (malaikat) berkata, "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu”) Mereka memerintahkannya untuk berjalan bersama keluarganya di akhir malam dan di belakang keluarganya, yaitu menggiring mereka (dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh ke belakang) yaitu ketika kamu mendengar apa yang menimpa mereka, janganlah suara yang menggetarkan itu mengejutkan kalian, tetapi teruslah berjalan pergi (kecuali istrimu) Mereka berkata,”Itu adalah istitsna’ dari kalimat yang mutsbat, yaitu firmanNya: (Sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu) bentuknya adalah (kecuali istrimu) Demikian juga yang dibaca oleh Ibnu Mas'ud. Mereka menjadikannya nashab kata (imra’atak) karena itu dari kalimat yang mutsbat maka hukumnya wajib nashab.Ulama’ lain dari kalangan ulama’ qiraat dan ulama nahwu berkata bahwa itu adalah istitsna’ dari firmanNya: (dan janganlah ada seorangpun di antara kalian yang menoleh kecuali istrimu) mereka memperbolehkan rafa’ dan nashab.

Sumber: https://tafsirweb.com/3573-surat-hud-ayat-81.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

81 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 230

Ruku

Ruku 189

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 46 (92/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1554 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11