هود (Hud)
Surat ke-11, Ayat ke-107
خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ
mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
📚 Tafsir Al-Muyassar
106-107. Adapun orang-orang yang celaka di kehidupan dunia, dikarenakan rusaknya keyakinan mereka dan buruknya perbuatan-perbuatan mereka, maka neraka menjadi tempat tinggal mereka. Bagi mereka disana, dahsyatnya siksaan yang mereka alami, terdengar dari mereka suara rintihan dan tarikan nafas karena kerasnya siksaan itu.
Dan keduanya merupakan seburuk-buruk suara. Mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya, selama langit dan bumi ada, siksaan mereka tidak putus-putus dan tidak berakhir, akan tetapi benar-benar abadi, kecuali apa yang dikehendaki tuhanmu berupa mengeluarkan para pendurhaka dari kalangan orang-orang yang bertauhid setelah beberapa lama mereka tinggal di dalam neraka. Sesungguhnya tuhanmu wahai rasul, maha berbuat apa yang dikehendakiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3599-surat-hud-ayat-107.html
📚 Tafsir as-Sa'di
107 “mereka kekal didalamnya” yakni, neraka dengan azab yang demikian “selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain)” yakni, mereka kekal di dalamnya selama lamanya kecuali batas waktu yang dikehendaki Allah agar mereka tidak berada di dalamnya. hal itu sebelum mereka masuk ke dalamnya sebagaimana yang dikatakan oleh mayoritas ahli tafsir. Jadi pengecualian atas hal ini kembali kepada sebelum mereka memasukinya. Maka mereka kekal di dalamnya selama lamanya kecuali waktu dimana mereka belum memasukinya. ”sesungguhnya Rabbmu maha pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki” semua yang diinginkan oleh Allah untuk dilakukan dan dituntut oleh hikmahNya maka Allah pasti melakukannya, tiada seorangpun yang menghalangi Allah dari keinginanNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3599-surat-hud-ayat-107.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
107. Mereka menetap di neraka selama keabadian langit dan bumi di dunia. Menurut bangsa Arab ungkapan ini adalah ungkapan untuk menunjukkan keabadian yang menggunakan perumpamaan, yaitu kinayah untuk menunjukkan keabadian.
Ketentuan itu sesuai dengan kehendak Allah yang mana tidak ada satupun yang berkuasa di atasNya. Dia adalah Dzat yang melakukan sesuatu sesuai kehendakNya. Dan di antara kehendakNya adalah mengabadikan orang–orang yang berbuat maksiat terhadap orang-orang mukmin abadi di neraka.
Sesungguhnya Allah melakukan sesuatu yang dikehendakiNya di dunia dan akhirat, dan tidak ada satupun yang bisa menghalanginya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3599-surat-hud-ayat-107.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 106-107 Allah SWT berfirma: (mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih)) Ibnu Abbas berkata bahwa “Az-Zafir” itu dalam tenggorokan, dan “Asy-Syahiq” itu dalam dada, yaitu nafas mereka adalah menghembuskan dengan keras dan tarikan nafas mereka itu dengan rintihan. karena azab yang menimpa mereka, Kami memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. (mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi) Imam Abu Ja'far bin Jarir berkata, salah satu kebiasaan orang-orang Arab jika ingin menggambarkan sesuatu yang kekal dan abadi mereka berkata ini kekal selama ada langit dan bumi. Maka Allah SWT berfirman kepada mereka dengan ungkapan yang mereka ketahui. Lalu Allah berfirman: (mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi) Saya berkata, bisa juga bahwa yang dimaksud dengan (selama ada langit dan bumi) adalah jenisnya, karena di akhirat pasti ada langit dan bumi, sebagaimana Allah berfirman: ((Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit) (Surah Ibrahim: 48) Oleh karena itu Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: (selama ada langit dan bumi) dia berkata yaitu langit selain langit ini, dan bumi selain bumi ini, yaitu selama masih ada langit dan bumi itu.
Firman Allah: (kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki) sebagaimana firmanNya: (Neraka itulah tempat diam kalian, sedangkan kalian kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) (Surah Al-An'am: 128) istitsna’ itu kembali kepada orang-orang yang durhaka dari orang yang betauhid, dari orang dikeluarkan Allah dari neraka dengan syafaat dari para pemberi syafaat dari para malaikat, nabi, dan orang-orang mukmin. ketika mereka memberi syafaat kepada orang-orang yang berdosa besar.
Kemudian datanglah rahmat Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang, lalu dikeluarkan dari neraka yang tidak pernahberbuat kebaikan, dan suatu hari dia pernah mengucapkan,"Tidak ada Tuhan selain Allah" Sebagaimana yang disebutkan berita-berita yang shahih dari Rasulullah SAW. As-Suddi berkata bahwa ayat ini dinasakh dengan firman Allah (mereka kekal di dalamnya selama-lamanya) (Surah An-Nisa: 57)
Sumber: https://tafsirweb.com/3599-surat-hud-ayat-107.html
Informasi Tambahan
Juz
12
Halaman
233
Ruku
191