هود (Hud)
Per AyatMushaf
۞
وَاَمَّا
dan adapun
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
سُعِدُوْا
(mereka) berbahagia
فَفِى
maka didalam
الْجَنَّةِ
surga
خٰلِدِيْنَ
mereka kekal
فِيْهَا
didalamnya
مَا
apa
دَامَتِ
selama
السَّمٰوٰتُ
langit(jamak)
وَالْاَرْضُ
dan bumi
اِلَّا
kecuali
مَا
apa
شَاۤءَ
menghendaki
رَبُّكَۗ
Tuhanmu
عَطَاۤءً
pemberian/karunia
غَيْرَ
tidak
مَجْذُوْذٍ
putus-putus
﴿١٠٨﴾
Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya.
1581 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sedangkan orang-orang yang diberi karunia kebahgiaan bagi mereka, mereka masuk kedalam surga, abadi di dalamnya selama langit dan bumi masih ada, kecuali golongan yang Allah kehendaki untuk menunda mereka masuk, yaitu orang-orang yang bermaksiat dari kalangan ahli tauhid, sesungguhnya mereka akan berada di dalam neraka beberapa waktu lamanya, kemudian dikeluarkan dari sana menuju surga dengan kehendak Allah dan rahmatNya. Dan tuhanmu akan memberikan kepada orang-orang yang bahagia di dalam surga karunia yang tidak terputus-putus dari mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3600-surat-hud-ayat-108.html
Tafsir as-Sa'di
108 “adapun orang orang yang berbahagia” yakni yang meraih kebahagiaan, kemenangan, dan keberuntungan ”maka tempatya di dalam surge, mereka kekal didalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain)” kemudia Dia menegaskannya dengan FirmanNya ”sebagai karunia yang tiada putus putusnya.” Nikmat yang kekal dan kelezatan yang tinggi yang Allah berikan kepada mereka akan berlangsung terus, tak terputus sesaat pun. kita memohon kepada Allah dari karuniaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3600-surat-hud-ayat-108.html
Tafsir Al-Wajiz
108. Adapun orang-orang yang berbahagia, dengan keimanan mereka dan amal shaleh mereka itu juga diketahui dan dibantu oleh Allah. Mereka itu menetap di surga selamanya, selama langit dan bumi.Menurut kalam bangsa Arab, ungkapan itu adalah untuk menunjukkan keabadian. Ketentuan itu sesuai dengan kehendak Allah yang mana tidak ada satupun makhluk yang beisa menaklukanNya. Dan di antara kehendakNya yaitu memuliakan mereka dengan sesuatu yang lebih agung dari hal itu.Tuhan memberi mereka pemberian yang tiada putus dan bersambung selama-lamanya. Perbedaan manusia terkait derajat rendah neraka dan derajat tinggi surga tidak bisa mencegah setiap hal yang disebutkan itu. Dia membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3600-surat-hud-ayat-108.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Adapun orang-orang yang berbahagia) Mereka adalah pengikut-pengikut para rasul (maka tempatnya di dalam surga) yaitu tempat tinggal mereka adalah surga (mereka kekal di dalamnya) yaitu mereka tinggal di dalamnya selamanya (selagi masih ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain)) makna istitsna di sini adalah bahwa keabadian mereka dalam kenikmatan yang mereka dapatkan itu bukanlah hal yang wajib, melainkan diserahkan kepada kehendak Allah سبحانه وتعالى. MilikNyalah karunia kepada mereka selamanya, Oleh karena itu mereka diilhami untuk menyucikan dan memuji, sebagaimana mereka diilhami untuk bernafas. Adh-Dhahhak dan Hasan Al-Bashri berkata bahwa itu berkaitan dengan hak orang-orang yang durhaka dari orang-orang yang bertauhid, yaitu mereka yang di dalam neraka , kemudian mereka dikeluarkan dari sana.Dia menyambungkan hal itu dengan firmanNya (sebagai karunia yang tiada terputus-putus) yaitu tidak terputus. Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid, Ibnu Abbas, Abu Al-’Aliyah, dan lainnya. Agar setelah penyebutan kehendak Allah, orang yang suka menduga-duga itu menduga bahwa ada putusnya atau ada berhentinya atau ada sesuatu.Melainkan telah diputuskan baginya kekekalan dan tidak ada hentinya, sebagaimana yang dijelaskan bahwa azab penduduk neraka kekal itu berdasarkan kehendak Allah, dan keadilan serta kebijaksanaanNya, Dia mengazab mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki) (Surah Hud: 107) dan (Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai (23)) (Surah Al-Anbiya’) Hal ini menenangkan hati dan meneguhkan niat dengan firmanNya (ebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya) Disebutkan dalam hadits shahih juga,”Maka dikatakan, "Wahai penduduk surga, Bagi kalian itu hidup dan tidak akan mati selamanya.Sesungguhnya bagi kalian tetap muda, dan tidak akan tua selamanya. Dan sesungguhnya bagi kalian sehat dan tidak akan sakit selamanya. Dan sesungguhnya bagi kalian tetap bersenang-senang dan tidak akan sengsara selamanya
Sumber: https://tafsirweb.com/3600-surat-hud-ayat-108.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
108 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 233
Ruku
Ruku 191
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 47 (94/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1581 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11