البقرة (Al-Baqarah)
Surat ke-2, Ayat ke-152
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kaum Mukmin untuk berdzikir (mengingat dan menyebutnya), dan menjanjikan kepadanya balasan yang paling utama berupa pujian di hadapan para malaikat yang paling tinggi kedudukannya bagi orang yang berdzikir (mengingat dan menyebut Nya), dan khususkanlah –wahai orang-orang yang beriman- rasa syukur kepada Ku secara lisan dan amalan, dan janganlah kalian mengingkari nikmat-nikmat Ku atas kalian.
Sumber: https://tafsirweb.com/618-surat-al-baqarah-ayat-152.html
📚 Tafsir as-Sa'di
152. “Karena itu Ingatlah kamu kepadaku niscaya aku ingat (pula) kepadamu” Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk mengingatNya dan menjanjikan baginya sebaik-baik balasan, yaitu bahwa Allah akan mengingatnya pula, yaitu bagi orang yang ingat kepadaNya, sebagaimana yang disabdakan dari lisan rasulNya: “Barang siapa yang menyebut mengingatku pada dirinya niscaya aku akan mengingatnya pada diriku dan barangsiapa yang menyebut mengingatku pada halayak ramai niscaya aku akan mengingatnya nya pula pada halayak ramai yang lebih ramai dari mereka” HR Bukhori no. 7405, Muslim no. 2675 Dzikir kepada Allah yang paling istimewa adalah zikir yang dilakukan dengan hati dan lisan, yaitu dzikir yang menumbuhkan ma’rifat kepada Allah, kecintaan kepadaNya, dan menghasilkan ganjaran yang banyak dariNya. Dzikir adalah puncak rasa syukur. Oleh karena itu, Allah memerintahkan hal itu secara khusus kemudian memerintahkan untuk bersyukur secara umum seraya berfirman, “Dan bersyukurlah kepadaku,” maksudnya, terhadap apa yang telah Aku nikmatkan kepada kalian dengan nikmat-nikmat tersebut, dan Aku jauhkan dari kalian berbagai macam kesulitan.
Syukur itu dilakukan dengan hati berupa pengakuan atas kenikmatan yang didapatkan, dengan lisan berupa zikir dan pujian dan dengan anggota tubuh berupa ketaatan kepada Allah serta kepatuhan terhadap perintahNya dan menjauhi laranganNya. Syukur itu menyebabkan kelanggengan nikmat yang telah didapatkan dan menambah nikmat yang belum didapatkan, Allah berfirman " Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”." QS Ibrahim ayat 7 Dengan adanya perintah untuk bersyukur setelah kenikmatan agama, seperti ilmu dan penyucian akhlak, serta taufik kepada pengamalan, merupakan penjelasan bahwa hal itu adalah sebesar-besar kenikmatan, bahkan dia adalah kenikmatan yang sebenarnya yang akan selalu eksis bila yang lainnya lenyap.
Dan seyogyanya bagi orang yang diberikan taufik kepada ilmu dan amal, agar bersyukur kepada Allah atas semua itu, agar Allah menambahkan nikmatNya dan menghindarkan dirinya dari rasa bangga diri, hingga akhirnya dia sibuk dengan bersyukur. Dan ketika kebalikan dari rasa syukur adalah pengingkaran, maka Allah melarang pengingkaran tersebut seraya berfirman, “Dan janganlah kamu mengingkari nikmat Ku,” maksud dari pengingkaran disini adalah suatu hal yang bertolak belakang dengan bersyukur yaitu ingkar terhadap kenikmatan yang diberikan dan menampiknya serta tidak bersyukur kepadanya. Kemudian juga maknanya adalah bersifat umum, maka pengingkaran itu ada bermacam-macam, dan yang paling besar adalah pengingkaran terhadap Allah, kemudian macam-macam kemaksiatan dengan segala bentuk dan jenisnya dari kesyirikan dan selainnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/618-surat-al-baqarah-ayat-152.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
152. Wahai manusia ingatlah aku dengan penuh ketaatan, maka aku akan mengingat kalian dengan memberi pahala dan ampunan. Dan bersyukurlah kepadaKu atas-nikmat-nikmatKu atas kalian.
Asy-Syukru adalah mengetahui suatu kebaikan dan membicarakan kebaikan itu. Dan janganlah kalian mengingkari nikmatKu atas kalian sehingga kalian menutup-nutupinya. Yang dimaksud dengan Al-Kufru di sini adalah menutupi nikmat, maka Aku akan merenggutnya dari kalian
Sumber: https://tafsirweb.com/618-surat-al-baqarah-ayat-152.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 151-152 Allah SWT mengingatkan hamba-hambaNya yang mukmin akan nikmat yang Dia limpahkan kepada mereka melalui utusanNya, nabi Muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah kepada mereka, utusan yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas dan membersihkan mereka, yaitu membersihkan mereka dari akhlak yanv buruk, kotoran jiwa, dan tindakan-tindakan di zaman jahiliyyah. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, mengajarkan kepada mereka Kitab yaitu Al-Qur'an dan Hikmah yaitu Sunnah, dan mengajarkan kepada mereka apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Pada masa jahiliyyah yang gelap, mereka menyudutkan diri dengan ucapan-ucapan yang menyesatkan.
Namun, dengan berkah risalahnya, mereka pindah kepada kedudukan wali-wali Allah dan pewaris para ulama. Mereka menjadi orang yang paling mendalam ilmunya, paling bersih hatinya, paling ringan beban kewajibannya, dan paling jujur bicaranya. Allah SWT berfirman: (Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata (164)) Surah Ali 'Imran) Allah mengecam orang-orang yang tidak menghargai nikmat ini dengan berfirman: (Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (28)) (Surah Ibrahim).
Ibnu Abbas berkata: "Nikmat Allah yang dimaksud adalah nabi Muhammad SAW" Karena itu, Allah memerintahkan orang-orang mukmkn untuk mengakui nikmat ini, dan membalasnya dengan mengingatNya, bersyukur kepadaNya. Allah SWT berfirman: (Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku (152)) Mujahid berkata tentang firmanNya: (Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu) maknanya yaitu sebagaimana yang telah Aku perbuat (untuk kalian, maka ingatlah kepadaKu" Hasan Al-Basri, Abu Al-‘Aliyah, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata: Sesungguhnya Allah mengingat orang yang mengingatNya, dan Dia menambah pahala bagi orang yang bersyukur, serta Dia mengazab orang yang kufur kepadaNya. Beberapa ulama’ salaf berkata tentang firman Allah SWT, (bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya) [Surah Ali Imran: 102] yaitu ditaati sehingga tidak dimaksiati, diingat sehingga tidak dilupakan, dan diberi rasa syukur sehingga tidak diingkari.
Diriwayatkan dari Makhul Al-Azdi, dia berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Umar, "Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang membunuh, minum khamar, mencuri, dan berzina tetapi dia mengingat Allah?" Padahal Allah berfirman, (ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu) Ibnu Umar menjawab, "Jika dia mengingat Allah dengan hal ini, maka Allah akan mengingatkannya dengan laknatNya sehingga dia terdiam." Hasan Al-Basri berkata tentang firmanNya, (ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu), yaitu, "Ingatlah kepadaKu dalam segala hal yang Aku wajibkan atas kalian, maka Aku akan mengingat kalian atas hal yang wajib Aku berikan atas kalian" Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, maknanya adalah "Ingatlah Aku dengan taat kepadaKu, niscaya Aku akan mengingat kalian dengan pengampunanKu, atau dalam riwayat lain: dengan rahmatKu." Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya, (ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu) maknanya yaitu " Allah mengingat kalian itu lebih besar daripada kalian mengingatNya" Dalam hadits shahih, Allah SWT berfirman: "Siapa saja yang mengingat Aku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diriKu, dan siapa saja yang mengingatKu dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka" Diriwayatkan dari Anas, Rasulullah SAW bersabda: "Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, jika engkau mengingatKu dalam dirimu maka Aku akan mengingatmu dalam diriKu, dan jika engkau mengingatKu pada perkumpulan maka Aku akan mengingatmu pada perkumpulan para malaikat, atau pada perkumpulan yang lebih baik dari mereka.
Jika engkau mendekat kepadaKu satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadamu satu hasta, jika engkau mendekat kepadaKu satu hasta maka Aku akan mendekat kepadamu satu depa, dan jika engkau mendatangiKu dengan berjalan maka Aku akan mendatangimu dengan berlari”. Firman Allah SWT: (dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku). Allah SWT memerintahkan untuk bersyukur, dan menjanjikan tambahan kebaikan atas rasa syukur yang diperssembahkan kepadaNya, maka Allah SWT berfirman: (Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (7)) [Ibrahim]."
Sumber: https://tafsirweb.com/618-surat-al-baqarah-ayat-152.html
Informasi Tambahan
Juz
2
Halaman
23
Ruku
19