البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوا
beriman
اسْتَعِيْنُوْا
mohonlah pertolongan
بِالصَّبْرِ
dengan sabar
وَالصَّلٰوةِ
dan sholat
ۗ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
مَعَ
beserta
الصّٰبِرِيْنَ
orang-orang yang sabar
﴿١٥٣﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
160 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai sekalian orang-orang yang beriman, Mintalah bantuan dari Allah dalam seluruh urusan kalian dengan bersabar dalam menghadapi berbagai bala dan musibah, dan bersabar dalam meninggalkan maksiat-maksiat dan dosa-dosa ,serta bersabar dalam menjalankan ketaatan dan ibadah-ibadah serta amalan yang mendekatkan kepada Allah, dan dengan shalat yang menyebabkan jiwa-jiwa menjadi tentram, serta dapat menahan diri dari perbuatan keji dan munkar. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan pertolongan Nya, Taufik dan tuntunan Nya kepada jalan yang lurus. Dalam ayat ini terdapat dalil penetapan “Ma’iyyah” (kebersamaan) Allah yang khusus bagi kaum Mukminin, yang mendatangkan apa yang telah disebutkan.Adapun “ma’iyyah” (kebersamaan) yang bersifat umum yang bermakna mengetahui dan meliputi, maka itu berlaku umum pada semua makhluk.

Sumber: https://tafsirweb.com/620-surat-al-baqarah-ayat-153.html

Tafsir as-Sa'di

153. Allah memerintahkan kaum mukminin untuk meminta pertolongan dalam segala urusan mereka, baik dunia maupun akhirat “dengan sabar dan shalat.” Kesabaran adalah pengendalian dan penjagaan diri terhadap hal yang dibenci. Dan kesabaran ada 3 macam, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah hingga mampu menunaikannya, sabar dalam kemaksiatan kepada Allah hingga menjauhinya, dan sabar atas takdir takdir Allah yang memilukan agar tidak memakinya.Kesabaran adalah pertolongan yang besar terhadap segala sesuatu, karena sama sekali tidak ada jalan bagi orang yang tidak bersabar untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, khususnya dalam hal ketaatan yang sangat sulit dan berkesinambungan. Di mana hal itu sangatlah membutuhkan kesabaran dan keberanian untuk merasakan kepahitan yang menyakitkan. Namun jika pelakunya itu konsekuen dengan kesabarannya niscaya dia akan memperoleh kemenangan, namun bila dia dijauhkan oleh hal yang tidak disukai dan hal yang sulit dari kesabaran dan konsekuen terhadapnya niscaya dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kehampaan.Demikian pula dalam hal kemaksiatan yang mana dorongan nafsu dan godaannya yang begitu kuat untuk melakukannya, dan dia sendiri mampu melakukannya, dan ini tidaklah mungkin ditinggalkan kecuali dengan kesabaran yang besar serta menahan dorongan dan godaan nafsunya karena Allah, lalu dia meminta pertolongan kepadaNya untuk memeliharanya dari perbuatan tersebut, karena hal itu adalah termasuk fitnah-fitnah yang besar. Demikian juga, ujian yang paling berat khususnya bila berlanjut. Dan ini akan lemah dengan adanya kekuatan rohani dan jasmani, namun ujian tersebut akan menimbulkan kecaman bila dia tidak melawannya dengan kesabaran karena Allah, dan bertawakal kepadaNya dengan bersandar kepadaNya serta melakukannya secara terus menerus.Akhirnya anda ketahui bahwa kesabaran itu sangatlah dibutuhkan oleh seorang hamba, bahkan menjadi suatu yang darurat dalam setiap kondisi. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepadanya dan mengabarkan bahwasanya dia “beserta orang-orang yang sabar,” maksudnya, beserta orang yang menjadikan kesabaran sebagai akhlak, sifat, dan karakternya dengan adanya pertolongan bimbingan dan arahanNya, hingga kesulitan dan kemalangan itu terasa sepele, segala hal yang besar terasa mudah dan segala kesusahan yang dirasakan akan lenyap. Ini adalah kebersamaan khusus yang akan menyebabkan kecintaan, pertolongan, pembelaan, dan kedekatanNya, dan Ini semua adalah keutamaan yang besar bagi orang-orang yang bersabar.Sekiranya orang-orang yang bersabar itu tidak memiliki keutamaan, kecuali mereka memperoleh kebersamaan dari Allah itu niscaya cukuplah bagi mereka hal itu sebagai keutamaan dan kemuliaan, adapun kebersamaan yang umum yaitu kebersamaan ilmu dan kekuasaan, sebagaimana dalam firman Allah ta'ala : " Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada" QS Al Hadid ayat 4, maka ini bersifat umum untuk seluruh makhluk. Dan Allah memerintahkan untuk meminta pertolongan dengan shalat, karena salat adalah tiang agama dan cahaya kaum Mukminin, dan ia adalah penghubung antara seorang hamba dengan rabbnya. Apabila salat seorang hamba itu sempurna, ditambah dengan apa yang diwajibkan dan yang disunnahkan padanya.Shalat yang terisi oleh kehadiran hati yang merupakan intinya, hingga seorang hamba bila mulai melaksanakan shalat dia merasa masuk menemui Tuhannya dan berdiri berhadapan denganNya, sebagaimana berdirinya seorang pembantu yang bersopan santun dan penuh perhatian dengan apa yang dia bicarakan dan apa yang ia lakukan, serta terbuai dengan bermunajat kepada rabb-nya dan berdoa kepadaNya; maka tidak salah lagi bahwa shalat itu adalah sebesar-besar penolong dari segala perkara, karena salat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar dan karena kehadiran hati di dalam shalat itu mengharuskan adanya sebuah karakter dalam hati seorang hamba yang mengajaknya kepada pelaksanaan perintah rabbnya dan menjauhi larangan-laranganNya. Inilah shalat yang diperintahkan oleh Allah untuk dijadikan penolong dalam segala perkara.

Sumber: https://tafsirweb.com/620-surat-al-baqarah-ayat-153.html

Tafsir Al-Wajiz

153. Wahai orang-orang mukmin, saling tolong menolonglah dengan penuh kesabaran dalam menanggung beban yang disyariatkan seperti shalat, puasa dan jihad, serta dengan melakukan shalat yang bisa mempererat hubungan dengan Allah, menghilangkan kesedihan, dan kebingungan. Sesungguhnya Allah menemani dan menyelamatkan orang-orang yang bersabar

Sumber: https://tafsirweb.com/620-surat-al-baqarah-ayat-153.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 153-154 Ketika Allah telah selesai menjelaskan perintah untuk bersyukur, Dia mulai menjelaskan tentang kesabaran dan memberi bimbingan untuk meminta tolong dengan bersabar dan shalat. Seorang hamba bisa berada dalam nikmat, maka hendaklah dia bersyukur atas nikmat itu, atau apabila dalam cobaan, maka hendaklah dia bersabar menghadapinya. Seperti yang dijelaskan dalam hadits: "Menakjubkan bagi seorang mukmin, tidak ada peristiwa yang menimpanya kecuali akan menjadi kebaikan baginya.Jika dia mendapatkan kebahagiaan, lalu dia bersyukur, dan itu akan menjadi kebaikan baginya. Jika dia mendapatkan kesusahan, lalu dia bersabar, dan itu akan menjadi kebaikan baginya." Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa yang paling layak untuk diberi pertolongan dalam menghadapi ujian adalah dengan bersabar dan shalat, sebagaimana telah disebutkan dalam firmanNya: (Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (45)) [Surah Al-Baqarah].Dan dalam hadits: "Rasulullah ﷺ ketika menghadapi masalah, beliau shalat" Sabar memiliki dua bentuk: sabar dalam menjauhi larangan dan dosa, serta sabar dalam melaksanakan ketaatan dan ibadah. Yang kedua memiliki pahala adalah yang lebih besar, karena itulah yang dimaksud, sebagaimana disebutkan oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Sabar itu dalam dua hal: sabar atas apa yang dicintai Allah meskipun berat bagi jiwa dan tubuh, serta sabar dalam menahan diri dari apa yang dibenci Allah meskipun hawa nafsu merayu.Siapa saja yang seperti ini, dia termasuk golongan orang-orang yang sabar yang akan diberi keselamatan oleh Allah, jika Allah menghendaki. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup) Allah سبحانه وتعالى memberitahu bahwa para syuhada di alam barzakh mereka masih hidup dan mendapat rezeki, seperti yang disebutkan dalam hadits shahih Muslim: "Sesungguhnya ruh para syuhada berada di dalam tubuh burung hijau yang berkeliaran di surga sesuai keinginan mereka, lalu mereka berlindung di antara lampu yang menggantung di bawah Arasy. Lalu Tuhanmu memandang mereka, lalu Dia berfirman: “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, apa lagi yang kami inginkan sedangkan Engkau telah memberi kami apa yang belum Engkau berikan kepada makhlukMu yang lain?” Kemudian Allah mengembalikan mereka seperti sebelumnya.Ketika mereka melihat bahwa mereka tidak dibiarkan tanpa ditanyai, mereka berkata, “Kami ingin kembali ke dunia untuk berjuang di jalanMu lagi, sehingga kami bisa berperang sekali lagi, ketika mereka melihat pahala mati syahid” Allah سبحانه وتعالى berfirman, “Aku telah menetapkan bahwa mereka tidak akan kembali ke dunia."

Sumber: https://tafsirweb.com/620-surat-al-baqarah-ayat-153.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

153 dari 286 ayat

Juz

Juz 2

Halaman

Halaman 23

Ruku

Ruku 20

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 5 (9/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-160 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2