Kembali ke Surat Yusuf

يوسف (Yusuf)

Surat ke-12, Ayat ke-15

فَلَمَّا ذَهَبُوْا بِهٖ وَاَجْمَعُوْٓا اَنْ يَّجْعَلُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِاَمْرِهِمْ هٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Maka ya’qub melepasnya pergi bersama mereka. Lalu ketika mereka berhasil membawanya pergi bersama mereka dan telah bersepakat untuk melemparkannya ke dasar sumur, kami wahyukan kepada yusuf bahwa ”sesunggguhnya kamu nantinya benar-benar akan memberitahukan kepada saudara-saudaramu pada waktu yang akan datang tentang tindakan mereka yang mereka perbuat kepadamu, sedang mereka tidak merasa dan menyadari hal tersebuat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3753-surat-yusuf-ayat-15.html

📚 Tafsir as-Sa'di

15. ketika saudara saudara yusuf pergi bersamanya setelah meperoleh izin dari ayahnya, mereka berketetapan untuk menceburkannya kedasar sumur seperti yang telah dikatakan sebelumnya oleh si penggagas. mereka mampu untuk merealisasikan rencana yang telah mereka sepakati. Akhirnya, mereka menjalankan rencana mereka terhadapnya dan melemparkannya kedasar sumur. kemudian Allah menghiburnya dengan mewahyukan kepadanya saat dia dalam kondisi yang sulit tersebut. ”sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi” maksudnya akan terlontar celaan darimu kepada mereka dan (pembongkaran) informasi tentang tindakan mereka sementara mereka tidak menyadarinya. Dalam ayat ini, terdapat kabar gembira baginya bahwa ia akan selamat dari masalah yang sedang menghimpitnya, dan bahwa Allah akan menyatukannya dengan keluarga dan saudara saudaranya dalam keadaan penuh dengan kemuliaan dan kedudukan mapan di dunia ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/3753-surat-yusuf-ayat-15.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

15. Ketika saudara-saudara Yusuf pergi bersamanya, mereka memutuskan untuk melemparkannya ke dalam lubang sumur, lalu mengabaikannya setelah melemparnya ke dalam sumur dalam keadaan masih remaja, yaitu 17 tahun dan menjadikannya budak. Sungguh kamu akan memberitahu saudara-saudaramu tentang apa yang mereka lakukan terhadapmu atau perbuatan mereka ini.

Dan mereka itu tidak merasa bahwa kamu Yusuf, sebagaimana yang akan dijelaskan di ayat [89]

Sumber: https://tafsirweb.com/3753-surat-yusuf-ayat-15.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT berfirman bahwa setelah nabi Yusuf pergi dengan para saudaranya dari sisi ayahnya setelah mereka mendesaknya (dan mereka sepakat untuk memasukkannya ke dasar sumur) Ini mengandung pernghormatan terhadap ayahnya ketika melakukannya. Sesungguhnya mereka semua setuju untuk melemparnya ke dalam sumur itu. Mereka mengambilnya dari sisi ayahnya dimana mereka menampakkan kepadanya penghormatan, menenangkan hati dan menggembirakannya.

Firman Allah: (dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf, "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedangkan mereka tiada ingat lagi”) Allah SWT berfirman seraya menyebutkan tentang kelembutan, rahmat, dan pertolongan­Nya kepada nabi Yusuf; serta menurunkan kemudahan kepadanya di saat kesulitan. Allah menurunkan wahyu kepada nabi Yusuf pada keadaan sempit itu untuk menenteramkan dan meneguhkan hatinya,"Janganlah kamu bersedih terhadap nasibmu, karena sesungguhnya kamu akan menemui jalan keluar yang baik dari hal itu. Allah akan menolongmu terhadap mereka dan Dia akan mengangkat serta meninggikan derajatmu.

Kamu akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka lakukan terhadapmu. Firman Allah: (sedangkan mereka tiada ingat lagi) Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya, (mereka tidak menyadari) bahwa Allah menurunkan wahyu kepadanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3753-surat-yusuf-ayat-15.html

Informasi Tambahan

Juz

12

Halaman

237

Ruku

194

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved