يوسف (Yusuf)

Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
هَمَّتْ
ia bermaksud/suka
بِهٖۙ
dengannya/kepadanya
وَهَمَّ
dan dia bermaksud/suka
بِهَا
dengannya/kepadanya
ۚ
لَوْلَآ
kalau tidak
اَنْ
bahwa
رَّاٰى
melihat
بُرْهَانَ
tanda-tanda
رَبِّهٖۗ
Tuhannya
كَذٰلِكَ
demikianlah
لِنَصْرِفَ
karena kami hendak memalingkan
عَنْهُ
daripadanya
السُّوْۤءَ
keburukan
وَالْفَحْشَاۤءَۗ
dan perbuatan keji
اِنَّهٗ
sesungguhnya ia
مِنْ
dari/termasuk
عِبَادِنَا
hamba/hamba Kami
الْمُخْلَصِيْنَ
orang-orang yang ikhlas
﴿٢٤﴾
Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.
1620 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sesungguhnya jiwa wanita telah condong untuk berbuat kekejian, sedang jiwa Yusuf telah membisiki dirinya dengan bisikan hati untuk memenuhi ajakannya, seandainya dia tidak melihat tanda dari tanda-tanda Tuhanya yang menghalanginya dari apa yang dibisikan jiwanya. Sesungguhnya kami memperlihatkan padanya tanda tersebut, agar kami dapat menyingkirkan darinya hal yang buruk dan perbuatan keji dalam seluruh urusannya. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba kami yang bersih lagi terpilih untuk mengemban risalah, yang ikhlas dalam ibadah mereka kepada Allah dan pengesaanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3762-surat-yusuf-ayat-24.html

Tafsir as-Sa'di

23-24. hal itu karena, yusuf tinggal di rumah al aziz dalam keadaan terhormat. ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya terpikat yang mengakibatkan “wanita (zulaikha) yang yusuf tinggal di rumahnya menggoda yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)” maksud yusuf adalah budaknya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan perbuatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang orang. ”dan” tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan “dia menutup pintu pintu” sehingga tempat menjadi benar benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu pintu sudah terkunci. sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata, ”marilah kesini” lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! ditambah lagi, ia seorang asing (disana) rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti malu yang muncul ketika ia berada dikampung halamannya sendiri dan ditengah orang orang yang mengenalnya. ia bagai tawanan ditangan wanita tersebut. sedangkan wanita itu adalah majikannya. pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret yusuf menuju perbuatan itu. yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak menyambut apa yang diperintahkan majikan perempuannya. Lalu dia mampu bersabar untuk tidak bermaksiat kepada Allah meskipun ada rangsangan kuat untuk melaukannya. Karena dia telah berkeinginan melakukannya dengan si wanita itu, lalu dia menyingkirkan keinginan tersebut karena Allah.Ia lebih mengutamakan ridha Allah daripada keinginan pribadi yang kerap memerintahkan kepada perkara yang buruk. ia telah melihat petunjuk Rabbnya berupa ilmu dan iman yang menumbuhkan sikap menghindari perbuatan yang diharamkan Allah, yang mewajibkannya mengambil jarak dan menahan diri dari maksiat yang besar ini. Dan “dia berkata” ‘aku berlindung kepada Allah’ maksudnya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan yang buruk ini. Karena itu termasuk tindakan yang membuat Allah murka dan menjauhkan diriku dariNya.Itu adalah sebuah bentuk penghianatanku terhadap hak kehormatan majikan (lelakiku) yang telah memuliakan keberadaanku, maka tidak sepantasnya aku membalasnya dengan memperlakukan istrinya dengan balasan yang sangat jelek. Itu bentuk perbuatan aniaya yang paling besar, dan orang yang berbuat kezhaliman tidak akan pernah jaya. Ringkasannya, Allah menyusun berbagai pengahalang baginya dari perbuatan itu yaitu ketakwaan kepada Allah, memperhatikan hak majikan yang telah memuliakannya, memelihara diri dari tindakan aniaya yang mana pelakunya tidak akan selamat.Demikian pula anugerah yang Allah berikan kepadanya berupa petunjuk iman yang menuntut munculnya ketaatan untuk mengerjakan perintah perintah dan menghindari larangan larangan. Inti dari itu semua, Allah telah memalingkannya dari keburukan dan perbuatan yang keji itu. Karena ia tergolong hamba hambaNya yang ikhlas kepadaNya dalam beribadah, dan Allah sudah mengikhlaskan hati mereka, memilih dan mengistimewakan mereka bagi diriNya, mencurahkan kepada mereka beraneka kenikmatan dan menyelamatkan mereka dari berbagai keburukan.Dengan itu semua, mereka menjadi insan insan pilihanNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/3762-surat-yusuf-ayat-24.html

Tafsir Al-Wajiz

24. Dan sungguh masing-masing dari keduanya sudah saling bermaksud melakukannya sesuai tabiat manusia, namun Zulaikhalah yang bersikeras menginginkan hal itu dan Yusuf tidak menginginkannya. Kalau tidak karena adanya nubuwwah, dan ingatannya kepada janji Allah serta kedekatannya kepadaNya dengan melakukan ketaatan niscaya dia sudah menggaulinya.Seperti itulah dia berpegang teguh dan melihat tanda-tanda kuasa Allah sebagai sebuah pengingat, agar Kami bisa membebaskannya dari tuduhan pengkhianatan terhadap raja dalam keluarganya sendiri serta kekejian zina. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang dibebaskan dan dipilih karena risalah dan ketaatannya, atau kesuciannya dari sifat-sifat kurang

Sumber: https://tafsirweb.com/3762-surat-yusuf-ayat-24.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Pendapat ulama dan ungkapan mereka tentang kedudukan ini berbeda-beda. Dikatakan bahwa dimaksud dengan “hamma” dalam ayat ini adalah berbicara pada diri sendiri. Pendapat ini diriwayatkan dari Al-Baghawi dari sebagian ulama ahli tahqiq.Kemudian Al-Baghawi di sini menyebutkan hadits Abdurrazzaq, dari Ma'mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,”Allah سبحانه وتعالى berfirman,"Apabila hambaKu berniat melakukan amal kebaikan, maka catatlah untuknya satu kebaikan. Jika dia mengerjakannya, maka catatlah untuknya sepuluh kali kebaikan yang serupa. Jika dia berniat melakukan keburukan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka catatlah satu kebaikan.Sesungguhnya dia meninggal­kannya karena takut kepadaKu. Jika dia mengerjakannya, maka catatlah satu keburukan yang serupa. Hadits ini disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim Dikatakan bahwa dia berniat melakukannya sekalipun tidak melihat bukti dari TuhanNya, yaitu dia berniat melakukannya.Tetapi tidak ada hujjah yang pasti untuk menentukan sesuatu dari tanda-tanda itu. Maka yang benar adalah yang dimutlakkan sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian) yaitu sebagaimana Kami memperlihatkan kepadanya bukti yang memalingkannya dari apa yang dia niatkan, demikian juga Kami menjaganya dari keburukan dan perbuatan keji dalam semua urusannya (Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih) yaitu di antara orang yang terpilih, disucikan, dan dipilih, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepadanya

Sumber: https://tafsirweb.com/3762-surat-yusuf-ayat-24.html

Informasi

Surat

يوسف (Yusuf)

Yusuf — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

24 dari 111 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 238

Ruku

Ruku 195

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 48 (95/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1620 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-12